Dipasu-pasu dohot Pesta Adat

Date: 16 April 2012
Place: HKBP Sinta Nauli, Pematang Siantar

(Late Post after 16th of April 2012, We were getting married)
PUJI TUHAN….PUJI TUHAN….PUJI TUHAN….
Dipasu-pasu artinya diberkati di Gereja. Akhirnya kami mendapatkan HADIAH dari perjuangan kami dalam hubungan kami yang hamper 8 tahun, yahhh..kami bilang bahwa pernikahan kami adalah HADIAH TERINDAH TUHAN dalam hidup kami hingga pada usia ini.

Ceritanya, pagi itu kami harus ke salon untuk merapih-kan diri, karena ndak etis klo dibilang mempercantik diri, karena diri ini sudah cantik, huekssss… dilempar ama tetangga, hahahaha.. Janjiannya ama Lalolo sebagai vendor salon jam 5, namun kami membuat inisiatif untuk dating jam 4 pagi, sapa tau ada pengantin lain yang akan dirias, biar yang dipegang terlebih dahulu ntuh kami. Tapi ternyata si salon tetap konsisten dengan janjinya, kami sampai ditempat jam 4.30 mereka masih mau belon buka salonnya, hihihihi…

Dan hasil salon lalolo adalah, TARAAAA dia bisa merias wajah pembokat seperti aku, menjadi wajah nyonyalah, walau hanya sehari, wakakkaa….begitu juga MA’eee bisa disulap jadi seorang ratu, cantik bgt, hihihihi… tapi yang lucu adalah si pacar(read: sekarang suami), selama dirias dia nanya mulu ini apa, ntuh apah dan setelah selesai dia bilang “Ko ndak ada perubahan diwajah saya?”, wakkakaa…salon po’on pecah, berhubung si pacar lumayan putih, jadinya emang ndak ngaruh banget riasannya, beda dengan aku yang hitam dan dekil ini, hahahaa..

Sepulangnya dari salon, kami balik ke rumah, dan menunggu pihak laki-laki(read: keluarga laki-laki) dating menjemput sebelum berangkat ke Gereja. Menurut adat batak namanya Marsibuha-buhai. Marsibuha-buhai adalah acara sarapan bersama antara pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki, dan semua makanan yang akan dimakan sebagai sarapan dibawa oleh pihak keluarga laki-laki. Dan disini juga ada ritual si pengantin wanita memberikan bunga kantong pada si pria dan si pria memberikan bunga tangan pada si pria.

Selanjutnya kami berangkat bersama ke Gereja. PUJI TUHAN gereja dipenuhi oleh orang-orang yang kami sayang dan semua penuh sukacita. Pengakuan yang aku dan si suami bilang dari berangkat dari rumah ke gereja, sampai gereja dan sampai sebelum diberkati kami begitu tegang dan degdegan, walaupun waktu sesi foto kami terlihat ceria dan sangat sangat penuh sukacita, namun sebenernya dibalik ntuh kami nervousnya luar biasa.

Sampai setelah diberkati, rasanya pengen teriak dan lompat kami ber2, sambil bilang MAKASIH TUHAN…! Leganya luar biasa tauuuuuuu, akhhhhh… WE’RE MARRIED…. Dan resmilah aku menyandang nama baru, Moris Eldora br. Silalahi Hutagaol, ahaaaaa…dan sekarang aku adalah kepunyaan keluarga Hutagaol bukan silalahi lagi(read: dalam adat batak)

Biasanya setelah acara, ada acara salam-salaman, dan aku menahan tangisku untuk tidak meledak, ‘kan ndak lucu make upnya kacau, padahal pestanya masih panjang, hihihi..namun senyuman dan rasa syukur dari kami ber2 ndak henti-hentinya, karena kami percaya semua ini terjadi karena kasih karunia TUHAN, bukan karena kuat dan hebat kami, PUJI TUHAN…!

*Dulu sebelum PA’eee meninggalkan kami untuk selamanya, aku punya mimpi indah. Mimpi ntuh adalah aku mau saat masuk kealtar pernikahan di Gereja, aku mau PA’eee yang menghantarkan aku sampai bertemu pendeta dan calon suamiku, even saat itu aku tahu PA’eee ada di kursi rodanya, aku masih percaya kalau PA’eee masih akan mendapatkan mujizat, bisa berjalan dan bisa membawaku ke altar pernikahan. Namun TUHAN berkata lain, dan kami percaya semua yang terbaik, walaupun kami tidak melihat ada PA’eee saat acara indah ntuh, tp kami percaya PA’eee melihat dari surga sana.*

Date: 16 April 2012
Place: Sopo Ambia, Pematang Siantar

Setelah acara di Gereja semuanya selesai, semua orang berangkat ke sopo, tempat acara resepsi dan adat dibuat. Ternyata sopo baru boleh dimasukin ruangannya kalau sudah jam 1 siang, dan kami sampai dsana sebelum jam 1. Jadi ada acara manortor(read:menari dalam bahasa batak) didepan sopo, dan sepertinya ini ada namanya Cuma aku ndak tahu, maklum batak jadi-jadian, hahahhaa…

Berhubung aku sudah menjadi milik Hutagaol, maka diacara manortor ini tidak ada lagi pihak wanita (read: Silalahi atau Damanik) yang bisa bersamaku(read: membawa aku pada acara pesta itu). Saat manortor, pihak pengantin dikasih duit oleh orang tua dari pihak keluarga laki-laki dan keluarga besar hutagaol dan siburian. Sejujurnya aku sangat suka menari, dan saat ntuh aku sukacita sekali, karena disambut dengan baik dan penuh canda tawa oleh keluarga besar hutagaol, baik yang sudah kenal lama, maupun yang baru kenal. Oh ya, pendapatan pengantin baru dari uang hasil manortor ini ternyata dasyat lho(read: matre), hahahaha….

Selama dipelaminan, nda habis-habisnya orang dating dan menyalamin kami, sampai-sampai kami tidak bisa bergerak kemana-mana, bahkan mau nyamperin sahabat-sahabat kami yang datang dari tempat jauh, tapi walaupun ada waktu sebentar bertemu mereka, udah sukacita banget. Buat aku, yang kurang adalah makan-nya saat ntuh, karena pengantin ndak disajikan makanan enak dan dasyat(read: bebi-hui-hui), karena makanan yang disajikan hanya ikan mas, yang notabene aku tidak suka, hikssss…
Puncaknya saat acara ini adalah saat dibuat ulos hela(read: ulos = kain tradisional ciri khas batak diberikan kepada pengantin laki-laki), yang intinya seperti pemberi pesan “Jagalah putri kami ini dengan baik, kami serahkan tanggung jawab kepada mu, sebagai pengganti kami ada di dekatnya, menjaganya, membimbingnya, dan menjadi penolong yang baik buat kamu, suaminya” (read: defenisi oleh aku sendiri). Tak tahan rasanya air mata ini bercucuran dengan derasnya, sampai-sampai makenya kacau, berulang-ulang tante kasih tissue untuk membersihkan wajahku.

Hal penting lainnya adalah saat pesta ada, pegelnya pinggang saat duduk diulosi, bagi yang kenal, bisa nyapa, senyum dan bilang terima kasih dengan namanya, tapi untuk yang tidak kenal, hanya bisa senyum dan bilang terima kasih *nyengir*. Acara di sopo pun berlangsung sampai dengan jam 9 malam, dan pulang ke rumah mertua, tanpa MA’eee tersayang dan masih ada acara lagi dengan keluarga besar pihak laki-laki. Sukses baru mandi dan membersihkan wajah ini dari make up tebal ntuh rambut yang disasak dengan demikian kerasnya. Sukses baru masuk kamar jam 1 pagi, artinya malam pertama sudah lewat, kami sudah memasuki malam ke-2😀. Diatas semuanya semua berjalan dengan penuh sukacita, PUJI TUHAN..!

7 thoughts on “Dipasu-pasu dohot Pesta Adat

  1. Masih kurang menggigit ko’ untuk cerita malam ke-2 nya sister, malam” sekarang ini justru yang nendang bgt, wakkakaa… *biar mupeng sister*

    Like

  2. Pingback: I Loved Her First « WE'RE BLESSED

  3. Pingback: 1st Year of Our Journey | WE'RE BLESSED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s