Penabalan Sintua

Penabalan sintua artinya bahwa setelah sekian lama MA’eee mengemban tugas sebagai sintua, akhirnya MA’eee lulus dan layak sebagai seorang sintua dan ada acara pemberkatannya di Gereja, dan aku serta suami akan menjadi perwakilan sebagai saksi atas penabalan tersebut. Bahagia dan bangga punya mama yang dipakai TUHAN sebegitu luar biasa ditengah-tengah keluarga kami.

Sabtu pagi, kami berangkat dari Medan menuju Siantar dan rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga besar Hutagaol dan Silalahi. Kepulangan kami kali ini juga ditujukan untuk mengikuti acara Penabalan MA’eee menjadi Sintua di Gereja Kristen Protestan Simalungun(GKPS).

Kami berangkat dari Medan menuju Lubuk Pakam terlebih dahulu, karena uda(read: paman) minta berangkat barengan. Setelah sampai di Lubuk pakam kami beristirahat sebentar di rumah uda yang ada ditengah-tengah kebun kelapa sawit dan berada di atas seperti bukit, indah sekali pemandangan kesekitarnya. Setelah itu kami kembali berangkat melalui jalur GAlang- Tebing Tinggi. Ini pertama kalinya aku dan suami melalui jalur ini. Sepi sih tapi kendaraan yang melaju melalui jalur ini benar2 kencang bgt dan seperti balapan. Mobil uda yang dari Lubuk pakam melaju dengan kencangnya di depan kami, karenanya adrenalin si suami pun ikutan, akhirnya kami terbang-terbang di dalam mobil, yang akhirnya bisa menghilangkan rasa kantuk dan jadi cara untuk menemani suami ngobrol agar tidak mengantuk juga saat menyetir.

Sesampainya di Siantar, kami langsung ke rumah mertua aku, karena sudah sepantasnya kami memang harus kesana terlebih dahulu. setelah sampai di rumah mertua si suami yang kecapekan nyetir langsung bablas tidur siang, jadi saatnya aku dan si inang(read: Ibu mertua) quality timeπŸ™‚. Kami ngobrol banyak hal, menyenangkan sekali punya inang yang baik, yang mau mengingatkan untuk melakukan yang baik, bagaimana seharusnya menjadi seorang istri agar disayang suami, ahhhhh…#ThankingGOD buat anugerahnya mengirimkan aku bertemu keluarga baru seperti mereka.

Minggu pagi, aku, suami dan inang bersiap-siap ke gereja untuk mengikuti acara penabalan MA’eee sebagai sintua. Sukacitaku bertambah saat malam sebelumnya Inang bilang kalau mau ikut ke Gereja GKPS(read: keluarga mertua bergereja di HKBP), saat aku bilang ke MA’eee juga, dia ikutan senang, mungkin hal kecil menurut orang, tapi bagi keluarga kami ini sebuah berkat #ThankingGOD.

Sesampainya di Gereja, aku juga kaget karena ternyata sudah ada beberapa orang dari keluarga Silalahi yang ikutan juga berkumpul di gereja GKPS bersama-sama kami(read: hampir semua anggota gereja GKPI). Bukan karena membeda-bedakan dari gereja mana mereka dan masuk gereja mana, jadi begitu senangnya, tapi mungkin ini pertama kalinya dalam hidup aku, bersama-sama keluarga besar kami Silalahi dan Inang serta suamiku bergereja bersama-sama di GKPSπŸ™‚.

Anw, ini pertama kalinya aku menyaksikan penabalan sintua di gereja. Ternyata saat masing-masing sintua ditabalkan, maka perwakilan anggota keluarganya disuruh maju untuk menyaksikan saat Pendeta memberkati sintua tersebut. Saat MA’eee diberkati, maka aku dan suami maju(read: padahal sintua yang lain hanya 1 anggota keluarganya yang maju, sedangkan kami berdua, sangkin sukacitanya) dan menyaksikan hal luar biasa ntuh. Sungguh luar biasa bisa menyaksikan MA’eee diberkati menjadi seorang pelayan TUHAN. MA’eee memang telah melayani hampir 15 tahun di gereja GKPS sebagai syamas(read: masa sebelum menjadi sintua) dan sintua(read: sebelum ditabalkan). MA’eee dipakai TUHAN luar biasa melalui pelayanannya, terutama ditengah-tengah keluarga kami. Do’a kami buat MA’eee semoga mulai saat ini MA’eee dipakai TUHAN lebih luar biasa lagi untuk melayani dan menjadi motivasi buat kami juga agar bisa seperti MA’eee menjadi pelayan TUHAN dan menjadi berkat dimana ajah kami berada.

Andaikan PA’eee masih bisa menyaksikan peristiwa luar biasa ini, pasti dia ikut bersukacita dan bisa menambah sukacita MA’eee juga, tapi walaupun ndak ada PA’eee dtengah-tengah kami, tapi kami percaya bahwa PA’eee melihat hal itu dari atas sana, dari SURGA bersama Allah Bapa. Sekali lagi selamat buat MA’eee, buat Inang dari suami ku yaitu St. Lesmi Damanik.

Setelah ada acara kecil-kecilan di rumah, kami pulang ke Medan dan sampai di Medan pukul 23.00, yang membuat aku esoknya ndak ngantor karena sakit. Tapi di atas semuanya tak henti hentinya rasa SYUKUR kami buat semua penyertaan TUHAN atas semua aktifitas kami kemarin, PUJI TUHAN…PUJI TUHAN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s