I Know Why GOD Sent My Husband for Me

Banyak cara mengucap syukur pada TUHAN untuk segala sesuatu yang masih kita terima dan rasakan dengan sukacita saat ini, baik itu dalam ucapan syukur, puji-pujian, do’a dan perbuatan. Ucapaan syukur adalah hal yang paling mudah dilakukan dan memiliki pengaruh yang luar biasa. Salah satu ucapan syukur ku yang aku ucapkan dan do’akan adalah buat Anugerah TUHAN mengirimkan hubbie menjadi bagian hidup ku, itulah mengapa aku buat judulnya “I Know why GOD sent my husband for me“.

1. Selasa, 3 Juli 2012
Saat jalan pulang dari kantor ke rumah, ditengah perjalanan, hukan turun dengan derasnya, berhubung naik sepeda motor jadilah si hubbie(baca: panggilan buat suami dan hanya di blog ini :D) masuk ke areal pom bensin untuk berteduh dan memasang mantel hujan. Seperti biasa,dia selalu memakaikan aku mantel sampai rapih dan memasangkan helmet ku, kemudian dia perlengkapi dirinya dengan mantel hujannya juga. tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang menunggu hujan juga sepertinya disamping motor kami berkata;
HER     : “Kakanya ya mba?
ME       : “Sapa? Ini?“, sambil menunjuk hubbie
HER     : “Iya“, tersenyum manis
ME       : “Oh bukan, suami saya mba“, sambil mikir apa kami mirip disangka kaka adik
HER     : “oh ya..?ehm.. sayang bgt ya ama mba, ampe dipakein gitu semuanya
ME       : “Did he..?hehhee..iya ya“, *blushing

Kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang, tapi sepertinya hujan sore itu memberikan kesempatan buat kami having quality time diluar, jadi hubbie berhenti lagi disebuat pom bensin yang ada cafe-nya. Saat berhenti dan turun, secara otomatis hubbie membuka mantel dan helmet ku lagi, kemudian dia buka punya-nya lalu kami masuk ke cafe itu. Tiba-tiba seorang pelayan yang ternyata sejak kami parkir telah memperhatikan, langsung bertanya ini dahulu sebelum bertanya tentang pesenan kami.
HIM            : “Abang baik kali ya sama pacarnya, dimanja ya bang?“, *tersenyum
HUBBIE     : “Ha’h? Ini istri ku bang“,*membalas senyum
HIM            : “Oh iya ya, maaf ya..tapi baik kali tadi kuliat abang waktu baru sampe langsung buka mantel kaka ini, jadi aku pikir orang pacaran biasa itu, hehehe“, *dengan logat batak-nya
HUBBIE     : “Ndak apa bang“, tersenyum manisssss sekali😀

Mungkin bagiku selama ini, itu hal yang biasa karena dia ngelakuin itu selalu dan nothing’s special, tapi ternyata justru orang-orang disekitarku yang ngingetin bagaimana aku harus bersyukur memilikinya, seseorang yang bisa memperlakukanku seperti itu dengan kasih sayangnya.

2. Rabu, 4 Juli 2012
Setelah selesai mandi dan sedang bersiap berangkat ke kantor tiba” kepala sebelah kiri diserang si migraine. Yak..migraine ini memang sudah muncul beberapa hari belakangan ini setelah sekian lama tidak tidak muncul dan aku bilang sembuh sebelumnya, namun ini saat yang membuat aku membuat janji dengan dokter gigi drg. Tulus Pasaribu untuk jadwal operasi gigi bungsu aku yang notabene sudah direncanakan dari kapan hari. Awalnya hubbie kuatir dan meminta aku untuk beristirahat saja di rumah, namun aku ingat bahwa ada banyak pekerjaan pending di kantor, dikarenakan saat ini masa closing jadi pasti banyak hal yang harus diselesaikan dalam waktu cepat. Sesampainya di kantor, benar-benar si migraine tidak kenal kompromi, dia terus-menerus menyerangku, aku mengusirnya dengan Do’a dan painkiller pun dia tak mau pergi, namun aku bertahan sampai selesai jam pulang kantor.

Nah, hari ini jadwalnya hubbie tugas ke lapangan, yang artinya aku berangkat dan pulang kantor sendirian, karena tidak memungkinkan untuk hubbie antar jemput seperti biasa. Berhubung sakit kepala yang luar biasa seharian, rasanya iingin bermanjad dan berada di dekat hubbie, tapi ndak mau ngeganggu dia bekerja apalagi sedang tugas dilapangan, jadi aku urungkan niat untuk minta dijemput dan menunggunya pulang dari lapangan, walau langit sore itu tidak jauh berbeda dengan suasana hati aku saat itu, gelap dan mendung. Tiba-tiba telefon berdering
HIM   : “De, eyan jemput ke kantor ya, jangan langsung pulang nanti ya
ME      : “Lho, eyan dimana? ko’ mau jemput jam segini?
HIM   : “Udah dirumah, bentar eyan mandi dulu trus pergi jemput ya
ME      : “Ndak capek kah?echa bisa pulang sendiri ko’ ab
HIM   : “Ndak, ini eyan sengaja pulang cepat dari lapangan buat jemput echa
ME      : “oh gitu, ya udah eyan mandilah, ntar udah nyampe kantor kabarin ya
HIM   : “OK, tunggu eyan ya sayang
ME      : “Iya sayang, hati-hati ya, anw makasih ya sayang

yah..lapangan tempat dia bekerja ada dijarak yang sangat jauh dari rumah, dan lebih jauh lagi ke kantor aku, namun dia menyediakan waktunya untuk menjemputku.

3. Sabtu, 7 Juli 2012
Ada hal yang membuat aku ingin menangis dan menjerit siang itu dan sepertinya ini adalah puncak kemarahanku yang aku tahan beberapa waktu belakangan inia, tapi aku tahan karena ndak mau orang-orang yang ada didekat ku saat itu tahu aku menangis, aku malu pada mereka. Hubbie yang saat itu sedang membersihkan pekarangan, aku panggil datang ke kamar. Sesampainya di kamar aku nangis sejadi2nya dan marah-marah melampiaskan kesedihanku pada hubbie. Sepantasnya hubbie marah dan emosi karena dia tidak salah apa-apa dan menjadi pelampiasan kemarahanku saat itu, tapi bukan itu yang dia lakukan. Hubbie yang notabene adalah seorang pria yang “Keras” bisa meredakan emosi ku saat ntuh, dia tidak berkata banyak, dia tidak menasehatiku, dia tidak menggurui ku, dia tidak menghakimi ku. Dia hanya memelukku, menciumku dan berkata

Kalau mau dewasa dalam hidup, kita emang harus bertemu orang-orang seperti itu, dan hidup berbeda dari mereka, jangan balaskan apa yang telah dilakukan pada kita, itu artinya berbeda“.

Seketika itu juga tangis ini terhenti, dan membalas pelukannya.

Dia mengerti apa yang harus dilakukan padaku saat kondisi dan situasi yang seperti apa. Mungkin biasa, tapi buat aku itu anugerah, karena notabene aku dan hubbie adalah tipe manusia yang sangat keras,tapi ada banyak waktu dia menjadi penolong buat aku sebagai perpanjangan tangan TUHAN. TUHAN emang ajaib bisa mengirimkan seseorang yang berbeda karakter dari kita menjadi penolong kita pada waktu yang tepat. Can’t thank GOD enough for HIS blessing through my hubbie. Thank you GOD.

For hubbie : “I’m so blessed for having you, I’m so blessed to be a part of you, I love you more each day, I love you deeper today than yesterday and tomorrow, I love you in CHRIST :* :* GOD Bless Us ‘sian”

3 thoughts on “I Know Why GOD Sent My Husband for Me

  1. Hummnn… Ga sadar mau chat ym.. Mo chat.. Ngeclick nama “moris” ehh bukan buka chat room tapi lari ke blog ini.. Click nya salah ternyata .. Tp gpp.. Bgitu loadig Liat foto kalen berdua.. Jadi tertarik baca “why He sent tiar to moris”😀

    Well God bless ur little fam.. *hapi baca thread ini.. So hapi thou..🙂

    Like

  2. [Ery] wakakkaa….comment yang lucu :p, tp ndak apa sring” maen ksini ya turang, sapa tau ‘ntar ada postingan judulnya “I Know why GOD sent Ery to me” :))
    [Joice] ciyeeee..yg nge-fans ama suami ku, hahahaha…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s