Ulos Pertama Setelah Menikah

Ulos merupakan salah satu tradisi untuk orang Batak. Ulos biasa digunakan sebagai alat penghargaan pada suatu acara. Ulos bisa dijadikan juga sebagai alat penggati hadiah atau amplop untuk orang yang sedang berpesta, namun berlaku syarat dan ketentuan khusus, dimana setau aku yang notebene masih belum paham benar adat batak *nyengir*.

Yang aku tahu masih sedikit, itu pun yang biasanya kalau pesta perkawinan:
1. Ulos diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada pengantin yang biasanya disebut ulos hela.
2. Ulos yang diberikan orang orang tua pengantin perempuan kepada besan barunya(baca: orang tua pengantin laki-laki), namanya lupa😀.
3. Ulos yang diberikan oleh keluarga besar pengantin perempuan pada masing-masing anggota keluarga pengantin lak-laki yang sudah memiliki keluarga
4. Ulos yang diberikan para undangan pengantin perempuan kepada pengantin
5. Ulos yang diberikan keluarga pengantin perempuan kepada kluarga besar(baca: satu opung), dimana yang mendapatkan hanya yang keluarga yang laki-laki dan sudah menikah
6. Ulos yang diberikan oleh tulang ibu pengantin laki-laki kepada pengantin
7. Ulos yang diberikan oleh tulang pengantin perempuan kepada pengantin

Mungkin kalau ada yang pinter tentang adat batak, pasti ngetawain postingan aku ini, hahaha.. tapi ndak apalah, namanya juga belajar adat  yang kompleks, jadi ini udah merupakan kemajuan buat ku sendiri *standing applause for myself*😀.  Ndak ulos yang masing-masing diberikan ntuh ndak sama, ada level dan jenisnya, nanti kalau aku tahu lagi, aku buat postingan baru ya, hihihhihi.

Ini merupakan late post, yang seharusnya udah lama dibuat tapi karna fotonya baru ditransfer dari kamera, jadi baru semangat buat postingannya ;D. Nah, ceritanya ada sepupu suami yang menikah, yah..dengan alasan apapun aku harus pakai kebaya ke pestanya dan harusnya si hubbie pakai jas, karena dianggap ini adalah pesta saudara dekat dia, tapi karena alesan panas, hubbie ndak mau pake jas, tapi aku ndak ada pilihan harus pakai kebaya, yet I love it. Sebenernya harusnya aku pakai kebaya warna pink karena biar disesuaiin ama kemeja si hubbie yang ada merahnya gitu, tapi berhubung ada yang harus diperbaikin dibawa ke tukang jahit, tapi si tukang jahit tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu, jadilah aku pake kebaya yang gold.

Seperti biasa acara batak ya bow, seharian dengan segala keriwehannya, dan berhubung aku juga blon banyak kenal ama keluarga Hutagaol, jadinya bawaannya banyak diem, paling suka gangguin hubbie tanya-tanya ini sapa, ntuh siapa, aku panggil apa sama ini, panggil apa ama ntuh, hhahahaa. Setelah hampi sore dan gelap, aku rasanya udah capek banget, dan udah pengen creambath, setelah rambut dibuat hairspray yang banyak, dan wajah yang udah ndak jelas make upnya, tiba-tiba nama hubbie dipanggil ketengah-tengah pesta. Ternyata kita mau diulosi, yuhuuuu..rasanya seneng banget, karena ini pertama kalinya aku dan hubbie diulosi setelah menikah, kalau yang saat menikah jangan ditanya, karena waktu untuk mangulosi ajah pada saat ntuh menghabiskan waktu sekitar 6jam, huff…yet we love it.

Diulosi saat pesta

Jadi setelah diulosi, aku dan hubbi sama-sama pengen fotoan buat dokumentasi, hahaha… pengen bgt keduanya bilang, YESS..finally we got it😀. Berhubung sudah diulosi untuk pertama kalinya, next target mangulosi, and it’s gonna be fun, hu’h? can’t waitSo..buat sodara-sodara kami yang perempuan, buruan pesta dan undang kami, dengan senang hati kami akan mangulosi kalian, karena persediaan ulos dirumah juga masih berkarung-karung, wakkakaa.

2 thoughts on “Ulos Pertama Setelah Menikah

  1. Moris,,serunyaaa.. Aku blm pernah diulosi lagi sesudah menikah, soalnya blm pernah mendatangi acara adat lagi *mupeng*

    Eniwei,,ulosmu berkarung-karung? Aku abis nikah cuma nyimpen ulos dari orang2 terdekat aja buat kenangan… Selebihnya aku kasi mertu dan sebagian tinggal di Siantar.. Enak yah klo bisa nyimpen ulos sendiri..

    Like

    • Makanya ka’, aku udah bilang, pindah ajah ke Medan biar sering-sering ikutan pesta batak, apalagi sodara, seruuuu *kompor*

      Iya banyak bgt ka’, si Inang ndak ksh dijual,buat dipake sendiri ajah kata inang, kalau pesta ntuh ajah dikasih lagi *ndak mau rugi*, kalau ulos dari tulang, uda dan keluarga deket dibedain ntuh ndak bisa dikasih ke orang lain jg, terlalu mahal harga tak terternilainya🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s