“Someday” from GOD

Sebelum menikah, aku dan hubbie ngobrol santai dan aku bertanya pada-nya “Apa tujuan kamu menikah? Mengapa kamu menikahi aku?” dan bukan aksi protes yang dia lakukan saat ntuh, karena biasanya dulu sewaktu masih pacaran setiap aku tanya “mengapa kamu mencintai aku?” pasti dia protes dan selalu memberikan jawaban yang sama “Ntar jawabannya akan aku kasih tau, setelah menikah”, dan hal itu membuat aku penasaran abis mengapa dia mencintaiku, padahal kalau diteliti jawabannya yang membosankan ntuh artinya dalem bgt ya, gimana ndak dalam kalau dia bilang gitu artinya dia bener-bener yakin mau memper-Istri aku bukan? oh dear..what a sweet romantic of you *melayang*.

Postingan ini sebenernya lanjutan dari postingan sebelumnya tentang “SOMEDAY”, heheheh…Anw, kembali kepertanyaan aku sebelum menikah itu, jawaban aku dan hubbie ternyata sama “Menikah dan Beranak cucu adalah salah satu perintah TUHAN, karenanya aku mau menyenangkan hati TUHAN dengan melakukan perintahnya, dan aku menikahi mu bukan karena hanya aku yang memilih mu, tapi TUHAN yang memilihkan mu buat aku”, ehm..another sweet one of us, rite? *melayang*. Dari sebelum menikah pun si hubbie udah punya nama anak pertama yang dia pilihkan, nama itu dia ambil dari alkitab saat kami ber-2 melakukan program membaca alkitab bersamaan namun dari tempat yang berbeda(baca: secara LDR) mulai dari Kejadian sampai Wahyu*(rencananya), namun sepertinya ndak sampai Wahyu programnya terhenti😀. Sedangkan aku sejak kecil udah punya mimpi pengen punya anak kembar cowo’, hahahhaa. Mengapa kembar? karena emang dari keluarga MA’eee kami ada gen kembarnya, dan adik ku adalah kembar-nya dan mengapa cowo karena dikeluarga ku hanya PA’eee dan hubbie yang cowo jadi rasanya pengen banget ngurus anak cowo, hihihii.

Setelah aku menikah dengan hubbie, kami ndak ada program menunda apalagi ndak mau untuk menerima pemberian TUHAN yang terindah dalam sebuat keluarga yaitu ANAK, dibilang ngebet juga tidak dan dibilang santai emang juga tidak, tetap berserah dan berDOA bahwa saat TUHAN sudah percaya pada hubbie dan aku, itulah saatnya TUHAN pasti berikan hadiah indah itu bagi keluarga kecil kami. Sebulan, belum ada tanda-tanda namun jadwal menstruasiku masih teratur,dua bulan berjalan sepertinya badan ku mulai beradaptasi dengan lingkungan medan(baca: bukan lebai tapi stamina menurun bgt, sering sekali konsumsi obat karena penyakit yang ndak jelas), tiga bulan berlalu dan masih belum ada, kemungkinannya memang kecil untuk ada karena saat -saat masa subur ini hubbie sering sekali tugas keluar kota dan  yang sebelumnya aku santai dan hubbie juga, secara sadar atau ndak sadar tingkat ke-sensitifannya bertambah besar terlebih saat mendengar si A udah hamil, padahal kami lebih dahulu menikah daripada mereka, atau eh si B yang beda 2 hari dengan kita menikahnya udah hamil, hiksss..rasa sedihnya

Bukan hanya cerita orang-orang yang sudah hamil yang membuat sedih, terkadang orang-orang yang sepertinya membandingkan kita dengan orang yang sudah hamil yang membuat kita semakin down, bagaimana tidak? pandangan dan ucapan mereka seolah-oleh menganggap kita “Something wrong between you and your husband“, kalau udah gitu aku pasti nangis dibalik bantal ku berusaha ndak didenger si hubbie, tapi gimana ndak didenger wong dia disebelah aku, dan yang sangat aku suka dari hubbie adalah dia ndak ngomong apa2, yang seperti men-judge aku, menggurui aku, yang ada hanya kecupannya dikeningku, pelukannya yang hangat, dan usapan tangannya yang kokoh di punggung dan kepalaku dengan kasih sayangnya #ThankingGOD for giving me such a good husband.

Bulan ke-empat, which is August ada beberapa hari libur bertepatan dengan Independence Day dan Ied Mubarak, jadi aku dan hubbie pulang ke kota kelahiran, Siantar dan menginap beberapa hari di rumah Amang dan Inang(baca: mertua) dan rumah MA’eee(baca: orang tua) dan selalu dido’ain buat secepatnya TUHAN kasih keturunan, it was such a BLISS for having beloved people like them who never forget to say our name into their prayer. Do’a yang paling hubbie dan aku inget adalah do’a yang dibuat ama si ade kembar kami, yang waktu denger do’a itu dibawan ndak tahan rasanya mengeluarkan air mata,

“Ya TUHAN, dengarlah kerinduan kami, terlebih kerinduan Abang dan Kaka kami yang ingin memperoleh anak, sekiranya TUHAN mendengar do’a kami, agar tahun ini juga rahim kaka kami TUHAN berikan isi sehingga menjadi kemuliaan nama MU, selalu”

Seminggu setelah pulang dari Siantar, seperti biasa sebelum saatnya sibulanan datang berkunjung, stamina badan ku pasti menurun, cepat lelah, back pain,manja, uring-uringan dan kali ini ditambah dengan mual yang ampun-ampunan. Aku emang pecinta pedas, jadi saat itu aku rasa ini adalah asam lambung yang naik, tapi si hubbie merayuku untuk testpack tapi aku keukeuh ndak mau, mungkin sedikit kecewa selalu testpack sebelum saatnya datang bulan, akibatnya selalu muncul 1 garis(baca: ya iylah…salah satu faktor hamil adalah telat datang bulan) yang ada hanya rasa sedih setelahnya. Namun ada sisi diriku yang membuat ingin melakukan testpack dan akhhirnya aku melakukannya tanpa sepengetahuan hubbie, dan benarlah hasilnya tentunya NEGATIF. Sedih? iya. Kecewa? iya. Bersyukur? iya. Tentu saja sedih dan kecewa, kenapa ndak percaya ama diri sendiri kalau emang belum telat datang bulan, ngapain di testpack? tapi bersyukur ternyata TUHAN masih berikan waktu buat hubbie dan aku berdoa dan berusaha lebih lagi untuk itu.

Karena hasil yang negatif itu, aku benar-benar yakin kalau mual ku yang semakin menjadi-jadi ini karena asam lambungku, tapi ternyata baru ‘ngeh ternyata si tamu bulanan ndak datang juga dan aku udah telat 2 hari, ehmm..sebelumnya emang ndak pernah telat datang sich dia, jadinya sedikit bingung dan membuat penasaran apa karna stress memikirkan ntuh makanya jadi ndak normal hormonnya atau gimana. Akhirnya hubbie suruh testpack lagi, tapi aku ndak mau, trus karna si hubbie suruh lagi kami akhirnya cari beli testpack lagi sepulang kerja dan esok harinya aku testpack setelah bangun pagi dan hasilnya 2 garis tapi dengan 1 garis yang sangat amat samar. Seperti biasa aku menangis tapi lagi-lagi hubbie kasih semangat bilang lebih baik diperiksa buat jaga-jaga kalau emang positif.

Sabtu pagi, bangun tidur hubbie dan aku bangun dan berdoa seperti biasa, dan kali ini do’a yang dibawakan hubbie sungguh buat aku tenang dan lega, he made such a beautiful prayer. Setelah beberes hubbie dan aku berangkat ke dokter kandungan yang masih aku tahu dari temen, yaitu dr. Zaman Kaban yang praktek di jalan Jamin Ginting, Medan dan di Rumah Sakit Sri Ratu Ibu dan Anak di jalan Nibung raya. Ternyata hari sabtu prakteknya tutup, akhirnya kita ke jalan Nibung raya dan ternyata ndak ada jadwal praktek si dokter, walaupun dia ada saat ntuh ternyata hanya ada rapat para dokter, namun karena kemurahan hati TUHAN, akhirnya dia mau memeriksa aku dan ternyata membawa kasih bahagia, yes…OUR AWESOME GOD DID IT, and officially I’m Pregnant #ThankingGOD.

Betapa baiknya TUHAN ntuh, DIA bukan tidak mendengar apalagi tidak peduli, TUHAN hanya memberikan kita kesempatan untuk menunjukkan seberapa tekun kita berdoanya dan seberapa berserah kita pada siempunya hidup ini. Jadi buat kalian para KEPO-ers diluar sana, stop asking your friend without BEST(read: you know what I mean) such a question about pregnation, It’s annoying! But if you keep asking, just ask to GOD, because the one and only who knows the answer is HIM.*Untuk cerita selanjutnya akan aku buat di postingan baru selanjutnya ya, hehhehe.. anw keep praying for us folks #GBU.

9 thoughts on ““Someday” from GOD

  1. Congrats Moris, god seems to listen to both you and your husband’s prayer. May you all be blessed. I know how excited it feels, as I’m about to expect too soon🙂

    Like

  2. Wonderful goods from you, man. I have understand your stuff
    previous to and you are just extremely great.
    I really like what you’ve acquired here, certainly like what you’re stating and the way in which you say it.
    You make it enjoyable and you still take care of to keep it wise.
    I cant wait to read much more from you. This is actually a wonderful web site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s