TUHAN, Jagain dia buat ku

Rasanya udah lama ndak buat postingan khusus buat pria yang sangat kami kasihi ini. Sebenarnya banyak cerita tentang dia, dan tak akan habis-habis cerita bahagia di dalam hidup kami, walau hal-hal yang sangat sederhana sekali pun, tapi buat kami itu suatu kebahagiaan yang dia berikan buat kami. Berhubung saat ini sedang ‘rajin’ untuk mencoret-coret blog ku, jadi aku mau cerita tentang pria luar biasa ini.

Seperti cerita ku sekilas di beberapa postingan sebelumnya kalau udah beberapa bulan belakangan ini hubbie sedang tugas proyek diluar kota, dan akan terlibat dalam jangan waktu yang lumayan lama, namun kalau TUHAN memberikan rencana yang lain dan lebih indah, ndak menutup kemungkinan kalau hubbie bakal keluar dari proyek itu untuk tugas dan tanggung jawab yang lebih luar biasa yang TUHAN berikan🙂.

Kalau hubbie lagi tugas diluar kota, biasanya 2 minggu, kadang seminggu, atau kadang 3 minggu, ndak menentu juga tergantung tugas yang dia lakukan antara di proyek dan laporan ke kantor yang ada di Medan, dan selama ndak ada hubbie di Medan, kebayang aku sendiri berangkat ke kantor, pulang sendiri dari kantor dan nyampe di rumah sendiri(baca: walau ada eda (ade ipar) dirumah, namun rasanya tetap beda tanpa ada hubbie disamping aku). Mungkin konsekuensi ini aku udah tau dari dulu (baca: dari mulai pacaran, saat pacar saat itu cerita seperti apa pekerjaannya nantinya), dan sebenernya aku ndak mengeluh dengan keadaan kami ini, tapi mungkin berhubung aku sedang mengandung anak kami, jadi sering merasa pengen selalu ada disamping hubbie, terlebih-lebih saat berangkat dan pulang kantor sendiri dengan traffic  Medan yang bener2 buat muak(baca: sembrawutan).

Tapi lagi-lagi pria luar biasa ini ndak pernah menganggap aku mengeluh dengan semua keluh-kesah yang aku ungkapkan setiap kami berkomunikasi lewat telfon/sms saat dia jauh, katanya dia ngerti apa yang aku rasakan dan tau gimana situasi yang aku hadapi, Puji TUHAN dukungan dan semangat dari nya yang buat aku tetap semangat menunggu detik-detik kehadirannya setiap akan pulang dari proyek. Berkenaan dengan itu, jadi setiap hubbie ada di Medan, semaksimal mungkin dia buat aku nyaman dan ngelakuin segala sesuatu yang bisa buat aku bahagia dan sukacita.

Sama seperti saat hari pertama aku kerja di kota Medan ini, atau seperti saat aku masih kuliah malam dulu saat pacaran, hubbie selalu antar jemput aku dari rumah ke kantor tanpa pernah mengeluh capek, walau aku tahu betapa jauhnya rumah kami ke kantor ku, dan dia harus balik ke kantornya dan jemput aku lagi pulang kantor, balik lagi ke rumah kami, not even once he grumbled for it, he did it free, he did it with happiness, could agree more that he did it because his love. Selama masa hamil ini juga, saat udah pulang kantor, nyampe rumah aku langsung rebahan dan tertidur, dan kalau ada hubbie dirumah pasti tanpa disuruh dia langsung pijitin badan dan kaki aku, dan menunggu sampai aku terlelap tidur, isn’t he lovely?

Banyak hal yang ndak bisa aku sebutin 1 per 1 yang dilakukan pria luar biasa itu buat ku dan calon anak kami dirumah, saat dia bebas tugas dan proyek, padahal seharusnya saat hubbie balik ke Medan, itu adalah haro-hari istirahatnya melepas lelah dari proyek dan persiapan pengembalian tenaganya saat balik lagi nanti ke proyek, tapi ndak itu yang dia lakukan, bahkan bisa dibilang tugasnya lebih berat dirumah kami daripada di proyek, karena saat dirumah hubbie akan double task dimana hubbie harus ngelakuin tugas-tugas yang biasa dilakukan sebagai seorang suami dan ngelakuin tugas-tugas yang seharusnya aku sebagai seorang istri lakukan.

Malam minggu kemaren, kira-kira jam 21.00, hubbie nyampe dirumah, setelah beberapa hari sebelumnya hubbie kasih kabar kalau weekend ini sepertinya dia ndak bisa balik ke Medan, berhubung teman-temannya pada minta ijin balik, dan harus ada yang stand by ,tapi ternyata ada panggilan dan kantor di Medan buat si hubbie yang mengharuskan hubbie ngantor di kantor Medan hari seninnya. Kabarnya aku terima juga Jumat malam, jadi Sabtu pagi hubbie berangkat dari proyek dan seperti biasa nyampe Medan malam hari.

Begitu nyampe rumah, ndak seceria biasanya, wajahnya lelah bgt dan setelah cium aku dan dedek yang diperut ku, hubbie langsung bilang “Eyan langsung mandi ya dek, pengen tidur, rasanya capek bgt”, tanpa babibobu aku langsung kasih handuk ama hubbie nyiapain pakaiannya buat tidur. Setelah mandi, dia sempatkan makan makanan yang dia beli dari luar(baca: karena dia pikir ndak ada makanan dirumah), lalu langsung ketempat tidur dan terlelap.  Aku cuma bisa memandangi wajahnya yang kelelahan perjalanan kurang lebih 12 jam itu, aku pijit kakinya, aku pijit tangannya, aku usap-usap kepalanya, dan tak terasa pipiku basah oleh air mataku.

Ternyata aku menangis, aku menangis menyadari selama ini sepertinya rasa cinta dan kasih kupada hubbie ndak sebesar rasa cintanya buat ku. Aku masih sering mengabaikan tugasku sebagai seorang istri, sering membawa ego-ku karena masih menganggap aku mandiri, aku masih sering terlalu kekanak-kanakan karena ndak bisa ngelakukan apa-apa tanpa dia, betapa bersalahnya aku. Aku menangis, saat aku pikirkan bagaimana kalau the worst case hubbie sakit, apa aku mampu hidup tanpa dia? bagaimana keadaannya diproyek, saat aku ndak bertanya banyak tentang kondisinya,  aku merasa bersalah dan takut. Aku mengasihi dia, aku mencintai dia, aku cuma bisa mendo’akannya, menitipkannya pada Tuhan, biar TUHAN yang jagain hubbie di mana pun dia berada.

Buat hubbie :

Maafkan aku kalau rasa cinta ku ku belum sebesar rasa cinta mu buat ku.

Maafkan aku kalau aku masih sering membuatmu kecewa atas banyak hal.

Maafkan aku kalau aku masih belum merasa kalau kamu udah ngelakuin hal-hal luar biasa buat ku.

Maafkan aku masih belum bisa kamu andalkan dalam suka maupun duka mu.

Terima Kasih buat semua hal luar biasa yang udah kamu lakukan buat ku.

Terima Kasih atas kesabaran, kasih dan do’a yang tak pernah kamu lupakan buat ku.

Terima Kasih buat hidup kamu yang kamu relakan untuk menghabiskan seumur hidup mu dengan ku

Semoga TUHAN menjaga kan kamu buat aku, agar aku bisa melakukan yang terbaik buat kamu.

Love and prayer,

-moris-

2 thoughts on “TUHAN, Jagain dia buat ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s