Expect Nothing, Appreciate Everything

Hidup ini perjalanan dan pelajaran, BAGI KU. Setiap hari pasti ada hal baru yang aku alami dan pasti ada hal baru yang aku dapatkan. Baik atau buruk itu pasti pro dan kontra, tapi bagaimana diriku sendiri menyikapinya, itu lebih penting. 

Di dunia ini, pasti ada orang hebat, ada orang biasa saja, ada orang yang berlimpah ruah harta, ada yang  berkecupan, ada orang yang kekurangan, ada yang punya pekerjaan hebat, ada yang punya usaha hebat, ada yang punya pekerjaan namun biasa saja dan ada orang yang tidak punya pekerjaan walau udah mencari dan melamar dalam waktu yang panjang. Banyak lagi kondisi orang-orang di dunia ini, walau katanya kehidupan seperti roda, kadang dibawah dan kadang diatas, namun ada kalanya kita merasa hidup ini terkadang tidak adil, karena apa? karna kita melihat orang yang kaya semakin hari semakin kaya, sedangkan orang yang berkekurangan semakin hari semakin habis, inikah yang dikatakan roda itu?

Apa yang buat aku kepikiran buat postingan ini, sebenernya.

Beberapa hari lalu, aku berjalan-jalan kesebuah mall bersama Pak suami, berhubung Anak kesayangan kami #BabyMiguel sedang menghabiskan liburannya diluar kota bersama opungnya. Aku dan Pak suami berencana akan nonton di bioskop, tapi film-nya akan dimulai pukul 21.30, jadi ada sekitar 2 jam lagi, dan kami putuskan untuk makan malam terlebih dahulu, kemudian jalan-jalan mengitari mall itu sampai waktu masuk bioskop.

Saat berjalan dari 1 toko ke toko lainnya, kami masuk dan keluar, karena memang tidak ada keperluan untuk membeli suatu barang yang dibutuhkan, sampai kami ada di toko baju anak-anak yang membuat mataku berbinar-binar ndak sabar ingin membelikan sesuatu buat #BabyMiguel walau saat itu memang tidak ada hal yang sangat dibutuhkan oleh #BabyMiguel. Tiba-tiba Pak suami bilang, “memangnya perlu”?, aku jawab “Ndak perlu sich tapi rasanya pengen beli ajah buat Miguel”, tapi sela beberapa detik, aku mengajak Pak suami keluar dari toko itu tanpa membawa apa-apa, yang artinya aku ndak jadi beli, hahaa…

Bukan karena Pak suami marah karna aku belanja, bukan..tapi aku yang sadar sendiri, betapa seringnya aku bertingkah seperti itu, membeli sesuatu yang sebenarnya bukan sesuatu yang dibutuhkan dan penting, baju..? masih banyak dilemari #BabyMiguel bajunya yang masih jarang dipakai, bahkan belum pernah dipakai, hanya karena keinginan ku seperti sebelumnya itu, jadi rasanya puas saat keluar dari toko itu tanpa membeli apa-apa, YES!

Anw, hubungannya apa antara roda kehidupan, aku ndak jadi belanja, beli sesuatu yang ndak penting dengan inti cerita ku?

Libur lebaran kemarin, kami pulang ke siantar, sebagai kota kelahiran ku dan Pak suami, yang memang jadi “pelarian” kami saat benar-benar penat dengan kota Medan ini. Walau disiantar juga hanya dirumah, tapi rasanya sedikit memberikan kelegaan dari pada bertahan di kota Medan. 1 hari, ada kesempatan kami berkunjung ke rumah saudara yang sedang sakit. Memang itu adalah kali pertama kami mengunjungi rumah mereka. Begitu masuk kerumah mereka dan melihat keadaannya, aku langsung menitikkan air mata, mereka orang tua yang sudah membesarkan 6 orang anak-nya yang masing-masing sebenarnya sudah berkeluarga, tapi keadaannya tetap memprihatinkan. Aku melihat mereka memakai pakaian yang bisa dibilang kurang layak dan cukup buat aku tertampar.

Saat aku bandingkan dengan cara hidupku selama ini, ada hari-hari dimana aku menghabiskan uang untuk sesuatu yang TIDAK aku butuhkan, tapi hanya karena aku ingin terlihat “rapih”, “bagus”, “kompak”, dan “cantik” memakaikan, sampai-sampai banyak barang yang ada dirumah bertumpuk-tumpuk tanpa dipakai atau cuma beberapa kali pakai, padahal dikehidupan orang lain, betapa mereka masih bertahan dengan sesuatu yang sebenernya tidak layak, namun karena tidak “punya” mereka masih menghargainya.

Jika Roda Kehidupan tadi itu memang benar adanya, kenapa keluarga itu tidak pernah ada di atas, seperti yang aku tahu, apalagi orang tua mereka, dari dulu sampai sekarang semua anak-anaknya masih tergantung dengan mereka,  aku tidak menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi dengan mereka, aku cuma berkaca dari mereka dengan apa yang aku jalanin selama hidupku, sampai dengan hari ini.

Terkadang, aku penuh dengan rasa iri, cemburu, dengki dengan apa yang orang lain nikmatin dalam hidup mereka, PASTI..aku hanya manusia biasa, tapi itu kadang bisa buat cambuk juga buat lebih baik dalam pekerjaan ku dalam kehidupanku, agar aku juga bisa “mencontoh” apa yang baik orang lain buat, namun untuk sisi buruknya, kadang mungkin bisa dibilang aku “memaksakan” diri untuk ngelakuin sesuatu, hanya untuk “menunjukkan” kalau aku bisa seperti mereka.

Pulang dari siantar,begitu sampai di rumah Medan, aku langsung bongkar lemari pakaian dan lemari tempat penyimpanan barang-barang yang aku jarang dan ndak pakai lagi, aku pack semuanya dan siap buat aku kasih ke sodara yang di siantar itu. Smoga dengan ini, aku bisa lebih menghargai apa yang ada padaku saat ini, dan bersyukur dengan apa yang aku punya saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s