Temper Tantrum Pada Anak

Temper Tantrum, istilahnya, adalah perilaku tidak menyenangkan, mengganggu sampai merusak yang merupakan ledakan luapan emosi tidak terkendali. Temper tantrum adalah bagian normal dari proses perkembangan anak, satu periode perkembangan fisik, kognitif dan emosi anak. Namanya juga periode ya, pasti akan ada akhirnya. Biasanya sih, memasuki umur 4 tahun mulai hilang kok.

Tantrum pada umumnya mulai muncul saat anak berusia setahun dan semakin parah di usia 2 tahun. Makanya ada istilah Terrible Two untuk mereka yang berumur 2 tahun:D Kenapa 2 tahun? Karena di umur tersebut, anak baru mulai memiliki “kesadaran diri”. Namun karena kemampuan berkomunikasinya masih sangat terbatas, anak jadi tidak bisa menyampaikan maksudnya. Inilah yang membuat emosi anak meledak-ledak.

IMG-20150104-WA0001

Deskripsi pada gambar diatas aku dapat dari salah 1 temen yang saat ini berprofesi jadi seorang psikolog (baca: kalau salah minta update ya May, hihii…)

*update setelah tidak sengaja membuat status “Published” yang seharusnya “Draft”, hahaha….*

Ceritanya, beberapa bulan lalu aku blog walking ke beberapa blog mamah kece diluar sana, dan ada yang bahas tema yang sama yaitu temper tantrum, pada saat itu aku hanya menambah informasi seputaran anak, dan tau biar bisa jadi bekal informasi, jika sewaktu-waktu hal itu ada pada #BabyMiguel.

Selang beberapa waktu, aku melihat tingkah #BabyMiguel yang sedikit janggal, jadi setiap hal yang dia inginkan dia minta dengan bahasa planetnya(baca: yang kami mengerti) dan gestur tubuhnya(baca: menyodorkan tangannya meminta), HARUS DIPENUHI dan jika kita menolak atau melarang(baca: menjelaskan jika tidak diperbolehkan) yang ada dia teriak nangis dan kadang2 diselingi dengan tingkah menjatuhkan diri seperti sesuatu yang sangat besar terjadi.

Teringatlah aku atas, temper tantrum ini dan mengkomunikasikannya dengan hubbie, dan hubbie yang kurang “dapat” dari penjelasanku, hanya mendengarkan dan dia termasuk orang yang “Sedikit keras” dalam mendidik anak menganggap hal itu adalah awal dari “kemanjaan” yang dibuat oleh si anak. Sampai suatu hari teman ku Maya memposting gambar diatas di salah 1 group wa ku, langsung aku tunjukkan ke hubbie, dan akhirnya dia mengerti dan setuju dengan kecurigaanku atas tingkah #BabyMiguel tersebut.

Jadi…berdasarkan apa yang kami baca dan simpulkan, bahwa Temper Tantrum tersebut wajah untuk anak diusia 2 tahunan, mengingat seperti cerita aku tentang kemampuan bahasa #BabyMiguel memang masih terbatas, dan saat ini yang dibutuhkan untuk “menghandle” #BabyMiguel adalah melakukan hal2 seperti gambar diatas, dan tetap bersabar dan tidak terpancing emosi saat menghadapi anak seperti itu.

Doakan kami biar bisa sabar dan mampu ya🙂, begitu juga dengan orang tua diluar sana yang sedang mengalami hal yang sama, ayo semangat dengan yang terbaik untuk anak2 kita🙂

5 thoughts on “Temper Tantrum Pada Anak

  1. aku juga pernah lihat tingkah anak kecil yang ‘tantrum’ begini sis, kebetulan anak ‘ART’-nya mama (masih 2 tahunan). Setiap kali keinginannya gak dipenuhi (*kadang kita gak ngerti dia maunya apa), dia langsung menjatuhkan diri dan menghantukkan jidatnya ke lantai trus nangis karna kesakitan hahaha.

    Kadang-kadang kami suka isengin dia, ngelakuin hal yang bisa mancing ‘tantrum’nya ini keluar *maapkan uwaaaakkk ya katrinnnn hahaha.

    dan waktu terakhir pulang ke rumah di Juli 2014, kebiasaan menghantuk jidat ini berganti jadi menghantukkan kepala belakang, jadi dia tidur telentang dan menghantukkan kepalanya ke lantai, karna seram dan takut mengganggu bagian sarafnya kita gak berani buat dia kesal wkwkwkw, padahal dia kesal karna ngeliat aku sm mama tidur sambil peluk-pelukan, maksudnya dia, gak ada yang boleh dekatin oppungnya itu, padahal itu emak gueeeee kelessssss *jitak si katrin hahaha.

    Semoga masa tantrum nya migu cepat berlalu ya sis, kl dia lagi begitu coba sister tanya aja dia maunya apa (meskipun dia lg nangis), misalnya kasih dia beberapa pilihan, mau apa? A, B atau C, mungkin dia ga tau nama benda yang dia mau🙂

    Like

    • disitulah letak tantrum nya sister, karena dia blm bs berkomunikasi yg baik ama kami, jadi maunya apa itu tidak tersampaikan dilampiaskan dgn cara itu. Makanya berharap dan smakin bergiat ajah ngobrol biar mkin fasih kata2 yg kluar dr dia, jd kita juga ngerti dia maunya apa🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s