Pleasing Everyone is Impossible

Salah 1 resolusi 2015 ini adalah Berhenti Terlalu Keras untuk Menyenangkan orang lain (titik).

Sengaja ndak buat 1 postingan khusus yang membahas semua resolusi di tahun yang baru ini(baca: 19 hari berlalu di tahun 2015), karena pengen nyimpen dan noted buat diri sendiri ajah, selain ndak penting di publish, ngerasa malu juga kalau waktu review di akhir tahun nanti, kata semua omong belaka, menurut nganaaa?

Pleasing Everyone is Impossible

Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai. Begitu salah satu pepatah, bahkan semua ajarang agama yang ada di muka bumi ini katakan, jadi kalau saat ini kita melakukan kebaikan, pasti suatu saat nanti kita juga mendapatkan kebaikan seperti yang kita tabur ini, mungkin tidak langsung, tapi pasti ada saat yang tepat, demikian juga sebaliknya.

Namun kejadiannya padaku itu, sering sekali “kebaikan”(baca: bukan menghitung) yang udah aku tabur, tak kunjung berbuah yang baik kembali padaku, memang aku tidak mengharapkan balasan, tapi paling ndak yang aku tabur itu mengerti dan bisa membaca apa yang telah ditabur padanya, bukan? (baca: sifat manusia itu beda jendral!). Haruskan aku kecewa? Haruskah aku marah? Nah..inilah dulu yang ada padaku(baca: sampai 2014). Aku kecewa, aku marah(baca: suamilah yang paling tau tentang kelukesah ini), aku mulai mencatat didalam otak ku, siapa-siapa saja yang membuat kemarahan itu, ada hasilnya? apakah mereka menjadi berubaha? NOPE! So…seperti boomerangkan? itulah aku putuskan untuk Berhenti terlalu keras ngelakuin hal-hal buat orang lain, just focus on myself. 

http://thecoolchristiansclub.com/2013/10/26/the-impossible-possibilities-of-pleasing-the-impossible/

Hal lainnya adalah Banyak bertanya Mengapa mereka memperlakukan ku beda? Aku termasuk orang yang “sedikit sensitif”, selalu memikirkan apa yang sebenarnya orang lain pikirkan, dan terlalu menjaga orang lain agar tidak tersakiti oleh ku(baca: disengaja), aku selalu berusaha bagaimana agar semua orang senang dengan atau karena andilku dalam kasus-kasus tertentu, even itu mengorbankan diriku atau perasaan ku sekalipun.

Kadang bahkan sering sekali rasanya, orang yang kita label dengan nama tertentu, bisa memperlakukan kita beda(baca: tidak seperti yang kita harapkan) dengan orang lain yang tidak ada label-nya sama sekali. Cara yang aku lakukan biasanya adalah membuat cara, bagaimana agar orang tersebut bisa memperlakukan kita seperti yang kita harapkan dan yang seharusnya dia lakukan atas kita dengan label tersebut, tapi ntah memang ada sisi diri kita yang dia tidak admit, atau ada dari sisi kita yang tidak cocok dengan dia, who knows! Dengan prasangka-prasangka itu, aku berusaha keras agar dapat pengakuan dan perlakuan dari orang tersebut, sampai akhirnya aku tidak menjadi diri ku sendiri, shame on me.

So..sampai kapan aku seperti itu? cukup di 2014! 2015 no more..

Trying to live up to Everyone expectations is like trying to cup the oncean on your hands, Impossible much?

2 thoughts on “Pleasing Everyone is Impossible

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s