Pergi dan Datang

Setiap orang pada suatu waktu ditempat dia berada, tinggal atau bekerja pastilah memiliki orang-orang yang dekat. Dekat dalam sebuah hubungan itu relatif, biasa tahu luar dalam tentang orang lain atau karena sering berkomunikasi karena hal tertentu namun tidak mendalam dengan pribadi masing-masing atau banyak faktor lain yang menjadikan sebuah hubungan yang dikatakan “DEKAT” itu relatif.

Pertama kali jauh dari orang tua, aku berangkat ke sebuah kampus yang mungkin tidak terlalu jauh dari daerah tempat tinggal orang tua ku, namun karena tidak bisa sesuka hati pulang pergi kampus dan tempat tinggal, jadi hanya waktu tertentu bisa kembali kerumah berkumpul bersama keluarga. Aku tinggal disebuah asrama saat kuliah yang membuat hari-hari ku diisi dengan orang-orang yang ada diasrama dan seputaran kampus, yang bisa dibilang saat itu orang-orang yang ada disanalah yang lebih banyak tahu tentang aku daripada keluarga.

Singkat cerita, setelah wisuda keluar dari kampus dan asrama aku merantu ke ibukota dan bertemu dengan orang-orang baru disekelilingku, terutama dilingkungan kantor tempat aku bekerja. Bagiamana dengan orang-orang yang dekat dengan ku saat masih di kampus dulu? Untungnya mayoritas kita pergi ke ibukota dan syukurnya masih bertemu serta sering menghabiskan waktu bersama dan masih menjadikan ibukota sebagai kota baru dengan orang-orang lain (baca: kedekatan tetap dijaga walau sudah ditempat yang berbeda).

Bekerja kemudian resign dari 1 kantor ke kantor lainnya akan membuat aku meninggalkan orang-orang terdekat yang sebelumnya ada dikantor dan bertemu dengan orang-orang baru kembali. Apakah ada yang berubah dengan hubungan ku dengan orang ada ditempat ku sebelumnya? Tentu ada. Tidak bisa dipungkiri PEOPLE DO CHANGE. Biasanya yang membuat hubungan itu awet adalah komunikasi, jika intensitas komunikasi atau waktu bertemu berkurang, pastilah hubungan juga akan semakin renggang, walau se-DEKAT apapun hubungannya sebelumnya, walaupun kadang ada pepatah atau sering terucapkan, kalau tidak ada yang berubahΒ  walau jarak memisahkan, Nope…jangan percaya πŸ™‚

Singkat cerita, aku menikah dan ikut kedaerah tempat suami berdomisi, dengan berat hati meninggalkan ibukota dengan sejuta kenangan dan cerita. Kembali lagi meninggalkan orang-orang yang sudah punya hubungan yang dekat dengan ku dan bertemu lagi dengan orang-orang baru. Sejujurnya, aku bukan tipe orang yang mudah sekali mendapatkan teman, tidak. Aku tidak pinter berbasa basi apalagi lebih dahulu menyapa orang lain, baik itu yang baru maupun sudah sering bertemu, tapi untuk menyapa terlebih dahulu, aku tidak pernah bisa lebih dahulu, MY BAD.

Diawal, komunikasi dengan orang-orang yang sebelumnya masih terjalin dengan baik, berfikir bahwa jarak bukanlah halangan dan sambil memulai lagi berhubungan dengan orang yang baru, berhubunga dengan orang yang lain akan meringankan rasa sedih berpisah dengan orang-orang sebelumnya. Hingga akhirnya mendapatkan kecocokan dengan orang-orang yang ada ditempat yang baru, sehingga hubungan dengan orang-orang lama pun mulai berkurang(baca: tidak akan terlupakan, namun tidak akan seperti sebelumnya).

Hingga aku ada dititik aku bertahan namun aku ditinggal oleh mereka, mereka yang dekat dengan ku, mereka yang selalu tahu tentang diriku, mereka yang hampir setiap hari menjadi teman berbagi cerita, namun karena 1 dan berbagai alasan, mreka harus keluar dari tempat ini, memulai petualangan baru, melanjutkan perjalanan hidup mereka untuk sesuatu yang lebih baik. Tapi aku masih bertahan disini, karena 1 dan berbagai alasan untuk tetap bertahan. Untuk beberapa waktu komunikasi terjalin dengan mereka yang pergi, tapi kemudian perlahan komunikasi mulai beda, topik mulai ndak nyambung, aku memilih untuk undur diri.

TUHAN itu baik dan sangat baik, saat aku merasa semua pergi, DIA kirimkan aku banyak orang yang baru, yang memberikan banyak rasa baru, yang membuat aku menjalin komunikasi yang baru dan memulai lagi hubungan yang baru untuk mendapatkan orang-orang dekat kembali.

Terima Kasih buat orang-orang yang pergi, Terima Kasih buat orang-orang yang baru datang dalam kehidupan ku.

letitgo
Life’s GOOD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s