Category Archives: Happiness

Ms Family Goes to Belitung

“Liburan yuk pa, kemana gitu yang ada pantainya tapi diluar sumut ya”, kata ku pada pak suami suatu ketika. “Mau kemana?”, tanyanya balik seperti biasa kalau aku tanyakan sesuatu. “Terserah, Lombok, Bali Belitung juga bisa”, balasku seadanya. “Ya udah cari ajah infonya dulu, ntar kasih tau papa lagi”, jawabnya. Itulah awal perencanaan perjalanan kami ke Belitung, dan Puji Tuhan kami berangkat sambil merayakan ulang tahun pernikahan kami ke-6.

Jadi semuanya jelaslah di atur oleh saya, sebagai ibu dari keluarga kecil ini, mulai dari mencari flight dan hotel, pilih tour travel selama dibelitung dan persiapan semua barang-barang yang akan di bawa. Untuk flight dan hotelnya aku percayakan pada traveloka, karena sangat memudahkan untuk memilih jadwal keberangkatan dan kepulangan, pilih hotel dengan rate yang sesuai kebutuhan dan children friendly dan yang paling penting saat ambil paket harganya diskon menjadikannya lebih murah daripada kita booking terpisah dan dari tempat lain(baca: maklum emak-emak pasti sudah compare sana sini, hahaha…)

Long story short, kita benar-benar menikmati bagaimana nyamannya liburan dengan 2 toddler , dan bahagianya saat ada seseorang yang siap sedia capture foto keluarga kita, dan yang terpenting Belitung benar-benar indah. Kotanya bersih, pantai-pantainya bersih, orangnya ramah dan 1 hal yang tidak pernah saya temuin selama ini atau ditempat lain saat berlibur adalah semua tempat makan menyediakan “jatah” untuk tour guide yang membawa wisatawan ke toko atau restoran mereka, nice isn’t it?

Itenary-nya biasanya disediakan oleh tour travel nya, sesuai dengan kebutuhan dan jadwal kedatagan sampai kepulangan kita, dan fleksibel, apalagi untuk yang punya toddler seperti kami. Berikut foto-foto kita selama di Belitung, see our face of JOY :’)

Processed with VSCO with al3 preset

IMG_0416

Processed with VSCO with fp4 preset

IMG_0376

Kalau mau di masukin semua fotonya sich ndak mungkin ya, hahaaa…yah paling ndak ini dech sebahagian serunya perjalanan Ms Family goes to Belitung. Semoga ada rejeki dan kesempatan yang baik lagi Tuhan ijinkan kami jalan-jalan ya, ndak peduli kemana asal bersama orang-orang tersayang ini.

Advertisements

Mengajar Anak Berdoa

Setiap orang tua pasti punya impian dan harapan agar anak-anaknya menjadi anak cerdas, pintar, baik, cakep luar dalam, punya ahlak yang baik, ramah, ceria dan punya ilmu agama yang baik, apapun yang baik pasti diinginkan, termasuk kami sebagai orang tua. Agar anak bisa mendapatkan hal-hal yang di impikan diatas, siapa yang bisa mewujudkannya udah bisa didapat? jelas orang tua, dan dari sekolah atau sekeliling si anak itu sendiri.

Peran orang tua sangat penting pasti, walaupun kadang si orang tua juga tidak punya nilai yang terlalu baik untuk poin-poin diatas, tapi harapannya anak-anaknya punya nilai yang lebih tinggi dari orang tua, itulah yang membuat para orang tua mengajarkan yang baik untuk anak-anaknya, terlebih untuk ilmu agamanya serta pengaplikasiannya.

Aku bukan orang yang rohaniawan sekali, doa juga kadang-kadang lupa karena lebih memprioritaskan aktifitas lainnya. Contohnya : (sometimes)bangun tidur karna liat jam udah siang banget, langsung lompat dari tempat tidur untuk nyiapin segala sesuatu kebutuhan keluarga, padahal harusnya bisa ambil waktu sebentar untuk saat teduh dan berdoa(Self reminder, biar jangan telat bangun biar ada waktu ^.^). Tapi aku selalu mengingatkan anak-anak khususnya Miguel yang sudah mengerti tentang apa itu Tuhan untuk mengawali semua aktifitasnya dengan Doa.

IMG_8956

Ngomongin tentang Miguel, kami mulai ajarkan Miguel doa makan dari dia mulai mengenal makanan, tapi udah minta dia ngucapin doanya sendiri sesuai dengan format yang kami ajarkan setelah miguel mulai bisa ngomong(mungkin usia 2 tahunan), dan sampai saat ini kadang-kadang anak lanang ini mulai bisa improve sendiri doanya sesuai dengan aktifitas yang dia doakan, maupun orang-orang yang dia bawa dalam doanya. Hal yang paling sederhana mengajarkan tentang doa untuk miguel adalah bahwa, doa itu

Cara kita berbicara dengan Tuhan, untuk mengucap syukur akan sesuatu dan saat kita meminta apapun padaNya“.

Diusia saat ini yang 2 bulan lagi 5 tahun, anak kesayangan ini udah bisa buat Doa bangun pagi, makan, berangkat sekolah, tidur malam dan kadang-kadang dia mau ajak adiknya Maritha udah mengulang doa yang dia pimpin agar maritha terbiasa untuk berdoa juga seperti dia, dengan arahan kami tentunya.

IMG_8674

Rutinitas kami setiap hari minggu pagi pasti ke Gereja, dan saya dengan anak-anak akan pergi ke ruangan Gereja yang khusus untuk anak-anak, namanya Sekolah Minggu. Disini  juga anak-anak diajarkan untuk berdoa, kadang-kadang kaka guru sekolah minggunya akan meminta salah seorang anak sekolah minggu untuk maju ke depan dan memimpin doa dengan cara mengulang apa yang kaka guru sekolah minggu ucapkan. Sekolah minggu ini juga ada pembagiannya, di Gereja batak tempat kita sering disebut HORONG, dan berhubung Miguel dan Maritha masih belum sekolah, jadi masih di kelas anak-anak kecil yang notabene masih baby/balita dan anak yang masih baru belajar membaca, jadi otomatis kemampuan mereka masih berupa daya ingat dan daya dengar.

Minggu lalu, pulang gereja miguel ngomong ama aku,

Miguel : Mama…ajarin abang donk buat doa sebelum mendengarkan firman
Mama : Kenapa emang nak?
Miguel : Biar seperti abang XX itu, kan dia buat doa, jadi maju ke depan
Mama : *mikir, ini anak obsessed maju kedepan?*, ok..mama ajarin ya, ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla….
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *, doa setelah mendengar firman sebelum pulang juga ya ma
Mama : Hmmm…ok…ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla…
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *

Hari minggu lalu, seperti biasa, kami ke sekolah minggu dan saat akan mendengarkan firman ternyata kaka guru sekolah minggunya minta temennya untuk pimpin doa, dan aku lihat wajah miguel berubah ndak seceria biasanya, aku ndak kepikiran apa-apa, mikirnya namanya anak-anak, moodnya kali. Setelah selesai firman, saatnya anak-anak sekolah minggu akan berdoa sebelum pulang, dan saat itu aku bener-bener repot dibuat tingkah maritha yang ndak bisa diam dengan sejuta aksinya, tiba-tiba terdengar suara anak lanangku dengan kenceng diruangan itu.

MiguelKak….Miguel donk yang buat doa mau pulang
Mamak : *kanget, bengong dan degdegan parah*
Guru SM : Oh iya? boleh sini maju
Miguel : *Maju dengan wajah sumringah*
Guru SM : Coba perkenalkan diri dulu
Miguel : Hai..nama ku Miguel, marga Hutagaol, aku TK A
Guru SM : ok, ayo teman-teman sekolah minggu sapa Miguel
Semua : Hai Miguel….
Guru SM : Ayo, buat doanya dek
Mamak : *degdegan parah, sambil berdoa minta Tuhan urapin miguel*
Miguel : Mari kita bersatu di dalam doa. Tuhan Yesus, terima kasih buat firman Mu yang sudah disampaikan kaka guru sekolah minggu, biarlah firman Mu itu bisa buat pedoman kami menjalani hidup kami sehari-hari dan bekal untuk masa depan kami, sebentar lagi kami akan pulang, berkati perjalan kami tiba dirumah, terima kasih Tuhan Yesus, Haleluya, AMIN.

Seketika itu juga kaka sekolah minggu langsung mencium miguel dan miguel wajahnya sumringah dan sukacita luar biasa, sedangkan mamak langsung nangis bahagia, mewek, aslik…dirumah kami cuma ulang beberapa kali dan ndak selancar itu, HE DID IT! Thanks Jesus! Ternyata ndak sia-sia ngajarin anak dirumah untuk hal baik, diluar dia bisa menjadi berkat dan bawa sukacita buat banyak orang.

Processed with VSCO with au5 preset

We love you and so proud of you son, Miguel Hugo Ramoti Hutagaol.

 

Ulang Tahun ke-2 #MarithaHutagaol

Bukan karena anak pertama adalah anak mas, makanya postingan tentang anak kedua di blog ini dikit, bukan, tapi berhubung setelah punya anak kedua, waktu buat ngeblog udah semakin sedikit(pardon my excuse) jadinya ke blog biasanya cuma mau lihat perkembangan si anak pertama #miguelhugataol sebelumnya di usia-usia tertentu untuk dibandingkan dengan pencapaian perkembangan anak kedua #marithahutagaol (ngebandingin sesama anak sendiri kan ya ndak salah toch).

Jadi berhubung sekarang tanggal 14, walaupun telat 2 bulan aku mau flashback acara ulang tahun si anak wedhok kami #marithahugaol yang ke-2 tepat pada tanggal 14 Februari 2018 lalu, puji Tuhan masih diberikan umur yang panjang, kesehatan yang baik dan sukacita selalu ditengah-tengah keluarga kecil kami.

Processed with VSCO with h3 preset

Perkembangan #marithahutagaol sampai dengan usia 2 tahun ini, udah lancar jalan, udah bisa berlari, udah bisa lompat dan manjat (anak wedhok doyan manjat), udah bisa ngomong 2 kata langsung dan bisa dimengerti si pendengar, udah bisa makan sendiri (kalau lagi mood), udah bisa ngerti omongan orang yang lebih gede dari dia dan untuk berat badan masih konsisten naik irit (bener-bener calon putri indonesia doi) dan tinggi badan digaris hijau grafik.

Processed with VSCO with h3 preset

Tapi kalau cerita giginya #marithahutagaol sedikit sedih mamanya, karena dari 4 gigi didepan ada 3 gigi yang patah 3/4 dari tinggi giginya, trus 1 lagi ndak, yah jadi keliatan aneh ajah gitu kalau keliatan giginya. Waktu jadwal vaksin trus kita nanya ama DSA-nya katanya lebih baik ke dentist yang special untuk anak biar tau lebih jelas apa yang bisa dilakukan untuk giginya, dan sampai hari ini jadwal ke dentist-nya belum jadi juga -.-”

Cerita tentang perayaan ulang tahunnya ndak ada yang terlalu special, dihari itu kita seperti perayaan biasa, pagi-pagi bangun siap-siap sebelum ngantor, tiup lilin, potong kue, makan bersama. Tapi beberapa hari kemudian, tepat di hari minggu, kita berbagi kasih dengan temen-temen anak sekolah minggu dengan membagikan beberapa snack yang sebelumnya udah kita packing dari rumah, bukan karena isinya tapi sukacitanya ajah dapat doa dari temen-temen sekolah minggu.

Processed with VSCO with c6 preset

Doa papa mama dan abang buat anak wedhok kesayangan kami #marithahutagaol:

Semoga Marithat tumbuh jadi anak yang takut akan Tuhan, patuh dan hormat ama Papa mama, sayang ama Abang Miguel dan selalu jadi anak yang cerdas, cerita dan kuat.

Selamat ulang tahun ke-2 anak kesayangan :*

 

Aku, September dan 33

Edit​Selama 27 tahun, September selalu jadi Bulan Favorit-ku, hingga pertama kalinya di tahun ke-28 sampai tahun ke-33 ini aku merasa September menjadi bulan yang membawa rasa pilu. 18 September 2011, aku kehilangan lelaki yang paling aku cintai didunia ini, Bapak 👨

 Masih seperti kemarin, ngeliat bapak menghembuskan nafas terakhirnya, saat dia menarik hembusan terakhir nafasnya saat aku menutup doa dan mengucapkan AMIN, sungguh akhir pertandingan yang manis, dan setelahnya September tidak lagi menjadi bulan terindah dari bulan lainnya untuk ku
Tahun ini, diusia ke-33 tahun, aku kembali merasakan bagaimana September itu sungguh menakutkan, setelah beberapa hari aku terkulai lemah, saat masa pemulihan, si anak lanang terkunai lemah dan lebih buruk keadaannya dari aku yang membuat kami harus rela menginap di Rumah Sakit(RS) dan terus memanggil Tuhan untuk meminta pertolongannya memulihkan kondisi #MiguelHutagaol dan Tuhan memang tak pernah tidur, cukup 2 hari puji Tuhan hingga hari ini si anak lanang sehat, namun begitu keluar dari RS beberapa hari berikutnya kami harus menginap lagi di RS yang berbeda dan orang yang berbeda, Pak suami ada di titik puncak lelahnya setelah beberapa bulan terakhir tiada henti dinas dan urusan keluarga besar yang membuatnya pergi pagi-pagi buta dan pulang larut malam, dan kembali kami meminta pertolongan Tuhan buat pemulihan hingga beberapa hari kemudian pak suami bisa pulang dan puji Tuhan pulih hingga hari ini.
29 september 🎂, hari ulang tahunku yang mana seharusnya bisa merayakan di rumah bersama orang-orang yang aku cintai, namun tahun ini aku harus rela berdoa ritual malam pergantian usia di RS, hilang sukacitakah? Hilang sich tidak, hanya berbeda rasanya dan tetap September selalu ada cerita yang membuat air mata tak terbendung. Namun bedanya kali ini, Tuhan rencanakan dengan mengumpulkan orang-orang yang menyayangi kami di RS bisa bernyanyi bersama, potong kue ulang tahun yang dikirim dan diberikan oleh orang2 yang aku doakan diberkati lebih lagi oleh Tuhan, yang membuat Sukacita ku menjadi lebih besar dari sebelumnya yang ku harapkan, Tuhan memang selalu punya cara-Nya sendiri 😇
IMG_2639
Aku punya kebiasaan yang mungkin tidak semua orang punya, yaitu memberikan diriku sendiri HADIAH, sounds weird, right? 😅, tapi aku memang tidak jarang memberikan diri ku sendiri hadiah terutama saat ulang tahun, dan tahun ini hadiah untuk diri ku oleh diri ku sangat spesial, karena ini hadiah bukan hanya untuk ku sendiri tapi untuk keluarga kecil ku, dan semoga Tuhan memberkati hadiah ini karena aku juga memberikan hadiah ini setelah beberapa dekade membawanya dalam Doa-ku dan semoga memang waktu yang tepat Tuhan beri jawaban disaat ulang tahun ku ke-33 ini 😍
Semoga diusia yang baru ini aku semakin baik dalam memerankan peranku(Anak, Istri, Mama, Menantu, Kakak dan lainnya) dan terutama semakin berhikmat lagi dengan meminta penyertaan Tuhan.
Terima kasih buat orang-orang yang menyanyagiku dengan tulus, mendukungku dalam setiap keputusan, menyediakan telinga saat mendengar keluh-kesahku dan orang-orang yang masih dan selalu mengabaikan dan memandangku sebelah mata, Tuhan Berkati kita semua.

Sekolah Pertama, TK A Santo Thomas 1

Jadi calon /orang tua itu, banyak moment yang mungkin sebenernya biasa tapi karna namanya first moment jadinya kaya’ istimewa gitu. Termasuk aku dan pak suami, salah satunya adalah moment anak panggoaran kami #MiguelHutagaol masuk sekolah TK A.

Ceritanya dari awal tahun ini(2017), setelah diskusi dengan Pak suami kami memutuskan untuk mendaftarkan #MiguelHutagaol sekolah dan berhubung usianya masih 4 tahun(disaat mulai tahun ajaran baru) jadi cocoknya masih dilevel TK A. Diskusi selanjutnya adalah pencarian sekolahnya. Berhubung papa dan mamanya ngantor jadi kondisi dan lokasi sekolah harus diperhatikan. Dari sisi mamanya sebenernya pengen banget anaknya sekolah ditempat yang fun, modern, dan dekat rumah(pastinya!) dan ada beberapa list sekolah yang udah masuk list, namun dari sisi pak suami setelah saya jelaskan list sekolah yang saya mau, dia punya pendapat yang berbeda. Menurut pak suami, saat ini memasukkan #MiguelHutagaol sekolah tujuannya untuk melihat bagaimana dia mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, bagaimana dia mengikutin arahan, bagaimana dia berdisiplin, bagaimana dia percaya diri saat ada didepan umum.

Akhirnya setelah diskusi sengit dan melihat dari beberapa faktor, kita memutuskan akan mendaftarkan #MiguelHutagaol disekolah katholik yang masih bisa dibilang konvensional jadi mungkin masih mirip dengan cara belajar papa mamanya dulu, namanya TK Santo Thomas 1 yang ada dijalan Gatot Subroto, Gg. Harapan, Sei Kambing, Medan. Dari bulan Februari saya sudah datang kesekolah yang kita mau daftarkan (semangat bgt ya…), dan ternyata kata gurunya pendaftaran dimulai dari bulan Mei. Akhirnya setelah Mei kita kembali lagi kesekolahnya dan daftarka #MiguelHutagaol dan masuk ke kelas TK A sesuai dengan usianya.

Hari ini, 17 Juli 2017 adalah hari dimana anak lanangnya masuk sekolah hari pertama. Bangun pagi rada drama karena anaknya kurang enak badan bawaannya manja tapi mamanya yang bawel tetep ngomel karna anaknya harus mulai disiplin dengan waktu dan segala sesuatunya yang harus mandiri untuk ngurus banyak hal-hal yang terkait dia sendiri. Sampai di sekolah ternyata kita telat 5 menit(hahaha…padahal udah deket rumah), dan ternyata 1 kelas cuma ada 11 orang sajah sodara-sodara, mamanya seneng bgt, artinya miss-nya bakal fokus kemasing-masing anak nantinya, semuanya masih bisa in control seharusnya.

santo2
Can you spot us? hahaha.. *riwehh…

Setelah dipanggil satu per satu oleh miss-nya, nyanyi beberapa lagu anak-anak sudah bisa pulang, hahaha…akhirnya mama yang cuti ndak jadi cuti karena masih keburu ngantor, papa masih sempat nganterin anak lanangnya pulang kerumah juga. Oh ya sebelum pulang kita tawarin #MiguelHutagaol untuk main sebentar dahulu disekolah, tapi berhubung anaknya emang lagi kurang fit, bawaannya lemes dan pengen pulang ajah katanya, kasian…

santo1
Tampangnya masih blank

Semoga besok dan hari-hari selanjutnya semakin semangat dan excited setiap berangkat dan ada disekolah ya anak kesayangan #MiguelHutagaol