Dulu vs Sekarang

Dulu : Aku bisa baca pikiran mu hanya dengan melihat mimik wajah mu, begitu pula sebaliknya

Sekarang : Bagaimana mungkin aku bisa tahu isi pikiran mu, bicara dengan mu pun aku sudah tidak pernah

Dulu : Tanpa ku minta, kau selalu ada menemani saat aku benar-benar butuh seseorang untuk bersandar

Sekarang : Saat aku mencari mu dengan like dan komen postingan mu, membalas komen ku pun rasanya buang-buang waktu untuk mu

Dulu : Hal-hal yang membuat ku tersipu akan selalu senjata rahasia mu untuk menyenangkan ku

Sekarang : Rasanya apapun yang bisa membuat ku tidak enak, itu yang sering kau bahas dan pertunjukkan di akun media sosial mu

Dulu : Kita bagai terperangkap dalam 2 tubuh yang berbeda dengan 1 kepribadian

Sekarang : Kamu yah kamu, aku yah aku

Dulu : Duka ku adalah tugas mu untuk mengubahnya menjadi suka, suka ku adalah suka mu juga, demikian sebaliknya

Sekarang : Aku tak tahu duka dan suka mu, demikian juga sebaliknya

Aku bukan ingin kembali ke masa dulu, aku cuma tak mau berpura-pura seperti kita tak saling kenal
-sahabatmuyangsukamembandingkanduludansekarang-

Advertisements

Aku, September dan 33

Edit​Selama 27 tahun, September selalu jadi Bulan Favorit-ku, hingga pertama kalinya di tahun ke-28 sampai tahun ke-33 ini aku merasa September menjadi bulan yang membawa rasa pilu. 18 September 2011, aku kehilangan lelaki yang paling aku cintai didunia ini, Bapak 👨

 Masih seperti kemarin, ngeliat bapak menghembuskan nafas terakhirnya, saat dia menarik hembusan terakhir nafasnya saat aku menutup doa dan mengucapkan AMIN, sungguh akhir pertandingan yang manis, dan setelahnya September tidak lagi menjadi bulan terindah dari bulan lainnya untuk ku
Tahun ini, diusia ke-33 tahun, aku kembali merasakan bagaimana September itu sungguh menakutkan, setelah beberapa hari aku terkulai lemah, saat masa pemulihan, si anak lanang terkunai lemah dan lebih buruk keadaannya dari aku yang membuat kami harus rela menginap di Rumah Sakit(RS) dan terus memanggil Tuhan untuk meminta pertolongannya memulihkan kondisi #MiguelHutagaol dan Tuhan memang tak pernah tidur, cukup 2 hari puji Tuhan hingga hari ini si anak lanang sehat, namun begitu keluar dari RS beberapa hari berikutnya kami harus menginap lagi di RS yang berbeda dan orang yang berbeda, Pak suami ada di titik puncak lelahnya setelah beberapa bulan terakhir tiada henti dinas dan urusan keluarga besar yang membuatnya pergi pagi-pagi buta dan pulang larut malam, dan kembali kami meminta pertolongan Tuhan buat pemulihan hingga beberapa hari kemudian pak suami bisa pulang dan puji Tuhan pulih hingga hari ini.
29 september 🎂, hari ulang tahunku yang mana seharusnya bisa merayakan di rumah bersama orang-orang yang aku cintai, namun tahun ini aku harus rela berdoa ritual malam pergantian usia di RS, hilang sukacitakah? Hilang sich tidak, hanya berbeda rasanya dan tetap September selalu ada cerita yang membuat air mata tak terbendung. Namun bedanya kali ini, Tuhan rencanakan dengan mengumpulkan orang-orang yang menyayangi kami di RS bisa bernyanyi bersama, potong kue ulang tahun yang dikirim dan diberikan oleh orang2 yang aku doakan diberkati lebih lagi oleh Tuhan, yang membuat Sukacita ku menjadi lebih besar dari sebelumnya yang ku harapkan, Tuhan memang selalu punya cara-Nya sendiri 😇
IMG_2639
Aku punya kebiasaan yang mungkin tidak semua orang punya, yaitu memberikan diriku sendiri HADIAH, sounds weird, right? 😅, tapi aku memang tidak jarang memberikan diri ku sendiri hadiah terutama saat ulang tahun, dan tahun ini hadiah untuk diri ku oleh diri ku sangat spesial, karena ini hadiah bukan hanya untuk ku sendiri tapi untuk keluarga kecil ku, dan semoga Tuhan memberkati hadiah ini karena aku juga memberikan hadiah ini setelah beberapa dekade membawanya dalam Doa-ku dan semoga memang waktu yang tepat Tuhan beri jawaban disaat ulang tahun ku ke-33 ini 😍
Semoga diusia yang baru ini aku semakin baik dalam memerankan peranku(Anak, Istri, Mama, Menantu, Kakak dan lainnya) dan terutama semakin berhikmat lagi dengan meminta penyertaan Tuhan.
Terima kasih buat orang-orang yang menyanyagiku dengan tulus, mendukungku dalam setiap keputusan, menyediakan telinga saat mendengar keluh-kesahku dan orang-orang yang masih dan selalu mengabaikan dan memandangku sebelah mata, Tuhan Berkati kita semua.

Sekolah Pertama, TK A Santo Thomas 1

Jadi calon /orang tua itu, banyak moment yang mungkin sebenernya biasa tapi karna namanya first moment jadinya kaya’ istimewa gitu. Termasuk aku dan pak suami, salah satunya adalah moment anak panggoaran kami #MiguelHutagaol masuk sekolah TK A.

Ceritanya dari awal tahun ini(2017), setelah diskusi dengan Pak suami kami memutuskan untuk mendaftarkan #MiguelHutagaol sekolah dan berhubung usianya masih 4 tahun(disaat mulai tahun ajaran baru) jadi cocoknya masih dilevel TK A. Diskusi selanjutnya adalah pencarian sekolahnya. Berhubung papa dan mamanya ngantor jadi kondisi dan lokasi sekolah harus diperhatikan. Dari sisi mamanya sebenernya pengen banget anaknya sekolah ditempat yang fun, modern, dan dekat rumah(pastinya!) dan ada beberapa list sekolah yang udah masuk list, namun dari sisi pak suami setelah saya jelaskan list sekolah yang saya mau, dia punya pendapat yang berbeda. Menurut pak suami, saat ini memasukkan #MiguelHutagaol sekolah tujuannya untuk melihat bagaimana dia mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, bagaimana dia mengikutin arahan, bagaimana dia berdisiplin, bagaimana dia percaya diri saat ada didepan umum.

Akhirnya setelah diskusi sengit dan melihat dari beberapa faktor, kita memutuskan akan mendaftarkan #MiguelHutagaol disekolah katholik yang masih bisa dibilang konvensional jadi mungkin masih mirip dengan cara belajar papa mamanya dulu, namanya TK Santo Thomas 1 yang ada dijalan Gatot Subroto, Gg. Harapan, Sei Kambing, Medan. Dari bulan Februari saya sudah datang kesekolah yang kita mau daftarkan (semangat bgt ya…), dan ternyata kata gurunya pendaftaran dimulai dari bulan Mei. Akhirnya setelah Mei kita kembali lagi kesekolahnya dan daftarka #MiguelHutagaol dan masuk ke kelas TK A sesuai dengan usianya.

Hari ini, 17 Juli 2017 adalah hari dimana anak lanangnya masuk sekolah hari pertama. Bangun pagi rada drama karena anaknya kurang enak badan bawaannya manja tapi mamanya yang bawel tetep ngomel karna anaknya harus mulai disiplin dengan waktu dan segala sesuatunya yang harus mandiri untuk ngurus banyak hal-hal yang terkait dia sendiri. Sampai di sekolah ternyata kita telat 5 menit(hahaha…padahal udah deket rumah), dan ternyata 1 kelas cuma ada 11 orang sajah sodara-sodara, mamanya seneng bgt, artinya miss-nya bakal fokus kemasing-masing anak nantinya, semuanya masih bisa in control seharusnya.

santo2

Can you spot us? hahaha.. *riwehh…

Setelah dipanggil satu per satu oleh miss-nya, nyanyi beberapa lagu anak-anak sudah bisa pulang, hahaha…akhirnya mama yang cuti ndak jadi cuti karena masih keburu ngantor, papa masih sempat nganterin anak lanangnya pulang kerumah juga. Oh ya sebelum pulang kita tawarin #MiguelHutagaol untuk main sebentar dahulu disekolah, tapi berhubung anaknya emang lagi kurang fit, bawaannya lemes dan pengen pulang ajah katanya, kasian…

santo1

Tampangnya masih blank

Semoga besok dan hari-hari selanjutnya semakin semangat dan excited setiap berangkat dan ada disekolah ya anak kesayangan #MiguelHutagaol

Skip “29 June 2017”

From today and the rest of my life, I won’t remember 29 June 2017, and for every 29 June as long as I live, I won’t do anything for a day because it hurts and to bad  to remember.

bad personality as a human being

Liburan ke Taman Simalem

Seperti biasa, pulang kantor dijemput Pak suami, dan tiba-tiba di mobil, tercetus-lah dari pak suami weekend pengen liburan keluar kota(baca: yang deket Medan), buat ngilangin penat bentar dan ngeliat yang segar-segar. Tercetuslah pengen liburan ke Tamen Simalem – Tongging, berhubung kita semmua belum pernah ada yang nginep disana, jadi excited bgt. Sampai dirumah cek hotel-nya, telfon marketing-nya trus booking dech hotelnya, hahaha..

tongging

Long story short, sabtu pagi kita berangkat jam 6.30 pagi dan anak-anak juga udah pada bangun dan semangat karena mau jalan-jalan ceritanya, hehe… Kita sarapan di Wajik Peceren Berastagi(baca:  ndak ke Berastagi namanya kalau ndak singgah ditempat ini, hahaha..), berhubung jalanan dari Medan lancar , Medan – Berastagi hanya ditempuh sekitar jam 8 pagi.

IMG_2498

Kemudia kita lanjut perjalan ke Taman Simalem bermodalkan papan penunjuk dijalan yang sangat membantu perjalan kita yang pertama kali ketujuan, dan dalam waktu 2 jam dari Berastagi kami sampai ditempat yang awalnya terkesan tertutup, karena dari gapura masuk Taman Simalem kelihatan banyak banget security yang menjaga kendaraan yang keluar masuk. Ternyata setiap kendaraan yang akan masuk ditanyai apakah menginap atau hanya berkunjung, dan jika berkunjung harus bayar uang retribusi sebesarRp 300,000 dan jika tamu menginap free, tapi sebelumnya mereka akan konfirmasi terlebih dahulu dengan bagian hotel melalui HT(Handytalkie). Berhubung kita tamu menginap jadi kita bisa langsung masuk(baca: setelah dikonfirmasi dengan pihak hotel) dan kesan pertama perjalan masuk kawasan Taman Simalem adalah SEGARRRRRRR.

 

IMG_2502

IMG_2538

Gimana gak segar, karena perjalannya kita seperti masuk ke hutan yang penuh pohon-pohon rindang dengan matahari yang sela-sela ranting pohon memberikan sinarnya yang menambah kecantikan alam Taman Simalem saat itu. Setelah mendapatkan petunjuk dari security sebelumnya kemana kita harus pergi, akhirnya kita menyisiri jalan-jalan dan sudah bertambah excitednya karena INDAH BGT..BGT..BGT (baca:speechless)

IMG_2554

IMG_2588

Kita booking hotel di TONGGING HOTEL, berhubung kita sampai sebelum jam 12, jadi kita lapor terlebih dahulu dan minta MAP Taman Simalem dan belum boleh check in, jadi kita ada kesempatan explore Taman Simalem-nya. Hasilnya? Ahhhh..ndak bisa berkata-kata, bagus bgt….(baca: lihat dari foto-fotonya ajah)

IMG_2579

IMG_2641

Anw, pokoknya 1 hari ndak cukup buat mengeliling Taman Simalem ini, karena banyak banget spot-spot menarik disini, dan cocok bgt buat liburan bawa anak-anak, seperti kami masih banyak lokasi yang belum dinikmatin Miguel, karena keterbatasan waktu. Mungkin harga menginap disini terbilang mahal, tapi untuk segala sesuatu yang kita dapatkan disini sich, aku dan Pak suami bilang WORTH IT!

IMG_2663

IMG_2667

Jadi buat yang cari tempat liburan di Sumatera Utara atau yang berencana mau liburan dalam waktu dekat didaerah yang tidak jauh dari Medan atau Siantar, bolehlah rekomendasi Taman Simalem ini. Anw kemarin kita booking hotel-nya dari web Taman Simalem atau kalau mau yang lebih murah bisa dari website travel yang kerjasama, cuma bedanya biasanya dari web travel tidak disediakan makan malam-nya, hanya makan pagi namun kalau dari web-nya langsung disediakan makan malam/siang dan makan pagi dan makanannya dsini beragam dan ENAK, hahahhaa…

IMG_2690

IMG_2711

IMG_2716

IMG_2737

Happy Weekend, everyone.

From us,

-Ms Family-

 

Foto Keluarga

Semua orang pasti suka saat lihat postingan temen atau siapa pun saat bersama keluarganya, baik itu direncanakan dengan memakai seragam atau kostum samaan atau candid dengan apa adanya, tapi momentnya bagus untuk dijadikan foto keluarga dan di print untuk dibuat frame dan ditampilkan di rumah.

Begitu juga dengan aku pribadi, sangat-sangat ingin memiliki foto keluarga yang bagus dalam arti ekspresi bagus dengan suami yang notabene sangat tidak bersahabat dengan kamera dan anak-anak yang masih moody saat diajak fotoan, boro-boro dengan pose dan ekspresi yang bagus.

Jadi, kalau ubek-ubek folder gambar di laptop belum menemukan foto yang PAS untuk diprint dan dibuat frame agar bisa dipajang dirumah. Saat sebelum pesta pernikahan adik ipar kemarin(bacaL: februari) ngobrol ama Pak suami, karena moment-nya pas karena pasti berpakaian rapih agar berfoto yang nantinya bisa dipajang dirumah, dan hasilnya…tetep ndak seperti ekspektasi saudara-saudara, hahaha…tapi diantara semua foto sekeluarga saat ini, paling ndak inilah foto yang paling bisa di print dan dipajang dirumah.

This is it, M’s Family (Malthus, Moris, Miguel and Maritha)

msfamily

Other things may change us, but we start and end with the FAMILY.

 -Anthony Brandt.-

Mamak Butuh Liburan

Siapa sich yang ndak butuh liburan? siapa sich yang ndak pengen melepaskan diri sebentar dari rutinitas sehari-harinya demi mendapatkan udara segar atau ndak perlu panik atau diburu-buru waktu untuk nyiapin ini itu?

Aku butuh, aku seorang mamak dari 2 orang anak yang masih berusia 3 tahun 7 bulan dan baby yang berusia 10 bulan, dengan pekerjaan sebagai seorang konsultan SAP yang tiap hari berhadapan dengan issue dan request dari user yang sebisa mungkin diselesaikan dalam waktu cepat, karena semua yang berasal dari user adalah URGENT

Kapan ya terakhir liburan?hmmmm…klo cuma keluar kota yang masih dalam provinsi liburan ndak sich namanya? IYA dech ya…itu juga udah syukur bisa kabur bentar, sarapan-nya disediain ama hotel, kamar ndak perlu repot beberesnya, kerjaan cuma tidur-tiduran dikamar sambil nonton, uhh…segitu ajah cukup kok.

img_0120

img_0220

img_0274

img_0406

img_0458

img_0684

img_0568

img_0597

Beberapa bulan lalu ada beberapa orang teman dari jaman putih abu-abu ngajakin liburan ala-ala girl trip ke Jogjakarta, ceritanya mau napak tilas AADC, udah semangat banget tapi karena 1 dan beberapa hal, ndak memungkinkan ikutan dan mamak cuma bisa menatap foto-foto mereka dengan tangis didalam hati. Tapi memang seandainya sajah ikutan, semakin ribet urusannya dengan kondisinya saat itu, memang semua TUHAN udah atur ternyata.

Setiap bicarain waktu buat liburan ama Pak suami, yang ada jawabannya  “Ndak bisa pastiin ma kapan bisa libur”, yakaleee….natal taon baru ajah liburnya ditanggal merah-nya doank, PNS tapi kerjanya SWASTA(baca:sibuknya ampun-ampunan). Apalagi sejak menduduki posisi baru dari awal tahun ini, tiap hari pulangnya tengah malam, gimana mau nge-rencanain liburan lagi Pak suami????

Mamak Butuh Liburan…