Sekolah Pertama, TK A Santo Thomas 1

Jadi calon /orang tua itu, banyak moment yang mungkin sebenernya biasa tapi karna namanya first moment jadinya kaya’ istimewa gitu. Termasuk aku dan pak suami, salah satunya adalah moment anak panggoaran kami #MiguelHutagaol masuk sekolah TK A.

Ceritanya dari awal tahun ini(2017), setelah diskusi dengan Pak suami kami memutuskan untuk mendaftarkan #MiguelHutagaol sekolah dan berhubung usianya masih 4 tahun(disaat mulai tahun ajaran baru) jadi cocoknya masih dilevel TK A. Diskusi selanjutnya adalah pencarian sekolahnya. Berhubung papa dan mamanya ngantor jadi kondisi dan lokasi sekolah harus diperhatikan. Dari sisi mamanya sebenernya pengen banget anaknya sekolah ditempat yang fun, modern, dan dekat rumah(pastinya!) dan ada beberapa list sekolah yang udah masuk list, namun dari sisi pak suami setelah saya jelaskan list sekolah yang saya mau, dia punya pendapat yang berbeda. Menurut pak suami, saat ini memasukkan #MiguelHutagaol sekolah tujuannya untuk melihat bagaimana dia mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, bagaimana dia mengikutin arahan, bagaimana dia berdisiplin, bagaimana dia percaya diri saat ada didepan umum.

Akhirnya setelah diskusi sengit dan melihat dari beberapa faktor, kita memutuskan akan mendaftarkan #MiguelHutagaol disekolah katholik yang masih bisa dibilang konvensional jadi mungkin masih mirip dengan cara belajar papa mamanya dulu, namanya TK Santo Thomas 1 yang ada dijalan Gatot Subroto, Gg. Harapan, Sei Kambing, Medan. Dari bulan Februari saya sudah datang kesekolah yang kita mau daftarkan (semangat bgt ya…), dan ternyata kata gurunya pendaftaran dimulai dari bulan Mei. Akhirnya setelah Mei kita kembali lagi kesekolahnya dan daftarka #MiguelHutagaol dan masuk ke kelas TK A sesuai dengan usianya.

Hari ini, 17 Juli 2017 adalah hari dimana anak lanangnya masuk sekolah hari pertama. Bangun pagi rada drama karena anaknya kurang enak badan bawaannya manja tapi mamanya yang bawel tetep ngomel karna anaknya harus mulai disiplin dengan waktu dan segala sesuatunya yang harus mandiri untuk ngurus banyak hal-hal yang terkait dia sendiri. Sampai di sekolah ternyata kita telat 5 menit(hahaha…padahal udah deket rumah), dan ternyata 1 kelas cuma ada 11 orang sajah sodara-sodara, mamanya seneng bgt, artinya miss-nya bakal fokus kemasing-masing anak nantinya, semuanya masih bisa in control seharusnya.

santo2

Can you spot us? hahaha.. *riwehh…

Setelah dipanggil satu per satu oleh miss-nya, nyanyi beberapa lagu anak-anak sudah bisa pulang, hahaha…akhirnya mama yang cuti ndak jadi cuti karena masih keburu ngantor, papa masih sempat nganterin anak lanangnya pulang kerumah juga. Oh ya sebelum pulang kita tawarin #MiguelHutagaol untuk main sebentar dahulu disekolah, tapi berhubung anaknya emang lagi kurang fit, bawaannya lemes dan pengen pulang ajah katanya, kasian…

santo1

Tampangnya masih blank

Semoga besok dan hari-hari selanjutnya semakin semangat dan excited setiap berangkat dan ada disekolah ya anak kesayangan #MiguelHutagaol

Advertisements

4 Tahun #MiguelHutagaol

*late post*

Yuhuuuu…Anak mudanya udah 4 tahun, masih inget ulang tahun 1-nya, Puji Tuhan dan bagi Tuhan selalu kemuliaan untuk setiap dan segala sesuatu yang kami terima, termasuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik untuk anak panggoaran #MiguelHutagaol

Favorit-nya Yang paling kiri ^.-

4 tahun masih perjalanan yang masih sangat dini, masih panjang jalan untuk mendidik #MiguelHutagaol menjadi anak yang saat besar dan bertumbuhkan bisa berkenan pada Tuhan, membawa harum nama keluarga dan jadi berkat dimana dia berada.

all

#MiguelHutagaol diusia 4 tahun ini tumbuh menjadi pribadi yang cukup membanggakan Papa,Mama, Ompung dengan segala kekurangan yang dia punya,  ndak jarang membuat papa, mama, ompung dan orang-orang disekitar tertawa terpingkal-pingkal, yang selalu jadi orang yang menjadi sasaran empuk sang adik untuk diusilin, namun tak jarang juga buat esmosi karena tantrum dan ke-moody-annya.

Tahun ini rencananya #MiguelHutagaol akan memulai masuk sekolah formal, TK A Santo Thomas 1, semoga bisa menjalanin hari-hari disekolah dengan FUN, menyenangkan dan selalu bersemangat serta bisa berbaur dan membuat teman-teman dan gur-guru bangga #MiguelHutagaol menjadi bagian mereka.

BGDI5080

Perayaan ulang tahun #MiguelHutagaol tahun ini agak beda yang biasanya cuma ada papa, mama dan ompung tapi tahun ini kedatangan tante-tantenya, udanya dan adiknya(anak tante), lumayan meriah dan buat #MiguelHutagaol semakin merasa banyak yang mencitainya. Begitu juga saat berbagi berkat dengan teman-teman sekolah minggu HKBP Sei Agul, rasanya sukacita saat semua orang ikut sukacita ngerayain ulang tahun #MiguelHutagaol walau sangat-sangat sederhana.

Perayaan dan berbagi berkat dibuat oleh papa mama agar mengingatkan Miguel sampai besar nanti, berbagilah dan berbahagialah dengan orang-orang, sehingga kebaikan selalu ada pada #MiguelHutagaol dan percaya bahwa kita masih dan semoga selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi #MiguelHutagaol

Doa semua orang yang sayang ama #MiguelHutagaol semoga selalu jadi pribadi yang kuat, sehat dan bertumbuh dalam firman Tuhan, terlebih-lebih dengan keluarga.

Belajar Piano di Medan Musik

Dari kecil Miguel itu termasuk mudah menerima dan meniru lagu atau nada yang kita orang-orang dirumah sering atau bahkan pernah dendangkan. Bahkan dengan tanpa tujuan mengajarkan sebuah lagu untuk miguel, namun saat didendangkan dan menarik perhatiannya, hanya dengar 2 atau 3 kali pasti setelahnya dia udh tau minimal nadanya dan dilanjutkan dengan tau lirik-nya.

Hal itu yang membuat aku dan Pak suami berniat memasukkan Miguel kursus alat musik, dan berhubung Pak Suami dulunya aktif bermain piano dan sempat jadi pengiring piano di Gereja, jadi kepikiran dech daftarin Miguel di kursus alat musik
Piano. Tapi sebelum kita cari dan daftarkan Miguel, kita lebih dahulu tanyakan ama Miguel, karena kita juga ndak mau kalau-kalau anaknya sendiri ndak pengen, dan puji Tuhan ternyata dia mau dan semangat.

Kata orang, bermain musik sejak kecil itu memang penting, karena membantu perkembangan otak si anak, apalagi ditekunin sampai dewasa dan banyak juga manfaatnya. Khusus untuk alat musik piano, yang harus mengkordinasikan 2
tangan dengan 10 jari-jarinya, brarti membantu perkembangan motoriknya dan dikatakan bisa menstimulasi otak kanan dan otak kirinya, dan usia yang tepat untuk memulai belajar alat musik adalah 4 tahun, walaupun ada beberapa tempat kursus
yang memiliki kelas untuk anak usia dibawah 4 tahun dan itulah kelas yang Miguel ikutin berhubung si anak lanang tepat 4 tahun baru di bulan Mei depan.

IMG_0207

Setelah cari-cari referensi tentang tempat kursus musik di Medan, akhirnya jatuhlah pilihan ke Medan Musik, dan pada saat mendaftar free registration fee(baca : lumayan) dan Miguel ambil kelas Little Mini Mozart karena usianya saat itu masih 3,5 tahun dengan uang sekolah Rp. 400,000 per bulan. Berhubung ada banyak cabang Medan musik di Medan, kita ambil yang paling deket dengan rumah, yaitu cabang Setia budi.

Ternyata dalam beberapa bulan kursus Miguel sendiri(baca: sebelumnya ada teman tapi tidak jadi ikutan), mamak justru seneng dengan harga diajarkan rame-rame tapi jadinya kaya’ private, hahahaha… Keuntungannya buat mamak, saat miguel kursus mamak juga masuk kelas dan bisa lihat apa ajah yang diajarkan oleh miss dan dirumah bisa tahu dan kembali review pelajaran yang Miguel dapat, yeayy…

3 bulan kursus apakah Miguel enjoy? Not really, hahaha.. namanya juga masih anak-anak ya, jadi selain miss-nya mamak juga harus lihat mood si anak biar ndak bosen dan jenuh, karena ditahap ini masih dianggap bermain. Jadi masih diarahkan ajah, kalau anaknya ndak mood ya ndak dipaksa.

Sekarang Miguel udah naik kelas ke level, Mini Mozart dan dikelas udah ada temen yang mana malah buat anaknya sulit konsentrasi karena jadinya mereka bermain dan bercanda, yang repot sebenernya miss-nya sich, ahahaha…

Bulan depan rencananya si anak lanang bakal ikutan konser Hari Ibu, walaupun bukan bermain piano, tapi mau tampil ajah, semoga lancar dan anak mudanya ndak moody ya selama latihan dan tampil, wish us luck.

 

Pelajaran untuk Anak

Setiap pagi hal yang pertama kali dibuka saat sampai di kantor adalah email, dan langsung baca renungan harian yang setiap hari di kirim oleh santapan rohani. Pagi ini aku membaca 3 renungan, karena renungan untuk hari Sabtu, Minggu dan Senin ini yang belum di baca, berhubung  buka email biasanya di hari kerja doank :D, dan ada salah satu renungan dengan judul “Pelajaran untuk si Kecil” yang cukup membuat ku tergerak untuk buat postingan ini, karena langsung inget bagaimana aku memberikan pelajaran untuk Miguel dalam hal rohani-nya khususnya.

Ayat-nya diambil dari Amsal 22:1-16, sungguh2 indah isinya :

22:1Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 22:2Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. 22:3Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. 22:4Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 22:5Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. 22:6Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 22:7Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 22:8Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 22:9Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 22:10Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 22:11Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 22:12Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat. 22:13Si pemalas berkata: ‘Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.’ 22:14Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya. 22:15Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya. 22:16Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Alkitab itu salah satu buku panduan bagaimana menjadi orang tua yang berkenan kepada Allah, dan bagaimana menanamkan pelajaran baik pada anak sesuai dengan kehendak Tuhan, segala sesuatunya sdah diingatkan melalui isi-nya, bahwa orang tua harus menanamkan hal-hal baik tersebut sejak dini, bahkan sejak di dalam kandungan, karena di dalam Alkitab juga ada ayat yang memaparkan bagaimana pada saat masih di rahim si anak di bentuk Tuhan dengan baik dan sempurna-nya.

Jika dipikir-pikir, untuk menumbuhkan iman seorang anak sejak dini, pastilah tidak mudah, dan tidak ada kata terlalu cepat untuk mengajarkan anak bagaimana mencinta Tuhan dan mengenal kasih Tuhan dari sejak masa muda mereka. Anggaplah saat mreka kecil belum mengerti apa-apa, atau hanya mengikuti apa yang orang tua mereka ajarkan, tapi yakinlah suatu saat nanti akan ada titik dimana mereka mengerti dan berterima kasih karena di perkenalkan sejak dini pada sang pencipta-nya dan pada Bapa yang selalu menyertai perjalanan hidup-nya.

Kami(baca : Aku dan Pak Suami) bukan termasuk orang yang rohaniawan/wati, tapi tidak ada yang salah kalau dari kecil kami mengajarkan Miguel tentang Tuhan Yesus.

  1. Jadi dari kecil, saat baru lahir, setiap mau menyusui aku selalu ambil tangan miguel dan berdoa bersama-sama Miguel agar Tuhan berkati ASI ku yang diminum Miguel menjadi kesehatan, kepintaran dan berkat buat pertumbutuhan Miguel dan aku.
  2. Saat sudah bisa ke Gereja bersama-sama, sebelum masuk gereja selalu ajarin Miguel untuk tenang beribadah karena kami sedang berada dirumah Tuhan, selalu ikut lipat tangan Miguel berdoa saat masuk ke rumah Tuhan
  3. Setelah Miguel udah mulai MPASI, sebelum makan selalu ajarkan Miguel berdoa sebelum menyantap makanan-nya dengan doa yang sama setiap mau makan, sehingga saat ini usia 2 tahun 8 bulan biasanya kalau makan bareng, yang memimpin doa kami saat makan adalah Miguel dengan doanya yang sederhana namun tulus 🙂
  4. Setiap mau tidur malam, sejak lancar bicara kalau waktu tidur kami bareng, Miguel jugalah yang memimpin doa tidur kami, dengan doa yang kami ajarkan sejak dahulu saat Miguel masih cuma bisa kedap-kedip, haha..
  5. Bangun tidur juga, selalu dibiasakan bangun dengan ceria, sehingga saat diajak doa pagi, dia tetap semangat dan mood bawain doa bangun pagi-nya
  6. Miguel udah bisa dikasih tahu kalau Tuhan Yesus ada di hati Miguel dan di surga, dan 1 hal yang kami ndak pernah ajarkan, sehingga dia tau, saat ditanya Miguel takut ama apa? dia jawab, Miguel ndak takut apa2, tapi takut Tuhan Yesus, hahaa..
  7. Akhir-akhir ini, karena mama-nya lagi mengandung ade-nya Miguel dan baru pindah rumah jadi belum Gereja dengan jadwal sekolah minggu yang bisa bawa Miguel, jadi dia ikutan bareng Ompung, papa dan mama-nya gereja dewasa, udah mulai diajarkan doa saat sampai di Gereja, semoga segera kita masuk jadwal sekolah minggu ya nak, hehee..

Mungkin hal2 diatas ndak ada apa2-nya, masih pelajaran awal sejak kecil buat Miguel, tapi kami percaya apa yang kami tabur saat ini untuk Miguel, even sesederhana itu, tapi akan menjadi bekal pada masa depan-nya. AMINNN..

Berikut doa Miguel yang kami ajarkan dari dulu sampai saat ini, semoga menjadi berkat.

Doa Makan :

Tuhan Yesus, Miguel mau makan, Berkatilah Makanan dan Minuman Miguel ini, Berkatilah jugalah Papa, Mama, Ompung, Terima Kasih Tuhan Yesus, Halleluya, AMIN

Doa Tidur :

Tuhan Yesus, Miguel mau tidur, Berkatilah sepanjang malam ini, Terima Kasih Tuhan Yesus, Halleluya, AMIN

Doa Bangun Tidur :

Tuhan Yesus, Miguel udah bangung, Berkatilah sepanjang hari ini, Terima Kasih Tuhan Yesus, Halleluya, AMIN

Doa Masuk Gereja :

Tuhan Yesus, Miguel udah sampai di Rumah MU,berkatilah Miguel sepanjang kebaktian ini, Terima Kasih Tuhan Yesus, Halleluya, AMIN

 

Lagu Ciptaan Miguel

Hahahaa…kirain cuma orang tua yang mau menidurkan anak-nya yang bisa jadi kreatif ciptain lagu ala kadarnya, ternyata anak kecil juga bisa lho ciptain lagi yang ndak kalah kreatif dan sukses buat emak bapaknya ngakak-ngakak kocak.

Sperti miguel, saat nulis postingan ini dia baru saja menelfon aku yang masih di kantor, kata ompungnya dia pengen nelfon mama, jadi ditelfonkan ompung-nya, dan dia nyanyi lagu ciptaannya itu, kira2 sperti ini lirik ke-2 lagi ntuh.

Miguel

1. Papa Mama Pulang
Sebentar lagi, mama pulang, membawa oleh-oleh satu keranjang
Sebentar lagi, papa pulang, membawa oleh-oleh satu kerangjang

2. Pak Polisi dan Pak Dokter
Pak Polisi…Aduh-Aduh…Tangkap..Ompung Manik..Ibu-ibu..hahahhaa…
Pak Dokter…Aduh-Aduh…Suntik..Ompung Manik…Ibu-ibu..hahahaha…

Liat lirik lagunya doank juga udah buat ngakak, apalagi denger padai nada-nya, ampun buat kangen dech ama si anak muda-nya.

Hokay..selamat ber-weekend ria semua, saia masih nunggu jam 6 trus cus kontrol liat si debay didalam perut, mau lihat kondisi-nya dan cek keadaannya, semoga ntar sore dia mau nunjukin wajah cantik-nya ya, hihihii…

#MiguelHutagaol 32 Bulan

Hiksss..terakhir update tentang perkembangan anak muda-nya Miguel ntuh saat usia 21 bulan, sekarang udah usia 32 bulan, jadi udah hampir 1 tahun ndak update perkembangan anak kesayangan kami yang sangat amat membuat kami bersyukur.

Sampai saat ini perkembangan yang paling buat kita bisa ngakak-ngakak dan tertawa panjang ngeliat tingkahnya yang lucu adalah dalam hal bicara. Puji Tuhan sudah sangat lancar dan bisa beberapa kalimat sekali diucapkan, dan kata-kata yang ndak pernah kita tau kita ucapkan pun tiba-tiba bisa keluar dari mulut kecilnya yang menggemaskan, so proud of him #ThankingGOD.

Minat anak muda-nya Miguel kami sangat teramat cenderung ke musik terlebih-lebih menyanyi, mungkin karena ompung-nya juga demen ngajakin nyanyi ya, tapi hanya beberapa kali dengerin lagu yang setiap masuk mobil dan ada anak muda-nya selalu di pasang(CD 40 Lagu Anak Sekolah Minggu Non Stop), sekarang dia udah tau semua isi lagu-lagu itu dan udah bisa ngikutin irama-nya dengan bener, untuk usia anak 2 tahun 8 bulan buat kami itu sungguh-sungguh mengagumkan.

Terima Kasih terlebih-lebih buat TUHAN YESUS yang selalu berikan kami sukacita dan kesehatan serta berkat-berkat melimpah melalui anak kesayangan kami, Miguel Hutagaol, semoga titipan Tuhan yang luar biasa ini bisa bawa kebahagian selalu buat keluarga kecil dan besar kami dan ajaran kami bisa dipertanggungjawabkan nantinya di kemudian hari.

Sedikit rekap yang buat kami kami terkagum-kagum akan tinggah anak muda-nya.

1.Saat pulang kantor, aku kurang enak badan jadi ndak terlalu ceria walaupun udah disambut ama anak kesayangan. Setelah selesai mandi, masuk kamar dan merebahkan diri di tempat tidur, disamperin ama Miguel.

Miguel : “Capek mama?
Mama : “Iya nak, maab ya ndak bisa main ama Migue” *tampang lemes*
Miguel : “Ohhh..jangan capek2lah ma..kusut mama? (baca: pijet mama)”
Mama : “Bolehlah nak...” *mulai terobati sakit badannya
Miguel : *sambil pijet* “Panjang umur ya ma, sehat2 ya ma..
Mama : *terharu sangat, seketika badannya pulih* “Makasih banyak ya sayang

2. Saat papa mama-nya lagi nonton, si bocah lagi bermain dengan mobil-mobilannya, tetiba bawa karton dan lari kearah papa mama-nya

Miguel : “Papa pesan apa? Mama pesan apa?”
Papa : *sedikit bingung* “Hmm…air putih”
Miguel : “Oh..yaaa”
Mama : *ikutan bingung* “Hmm…Jus Belimbing ya”
Miguel : “Gak ada..”
Mama : “Hmm….teh manis hangat dech klo gitu”
Miguel : “Oh…yaaa..” *berlari ke arah rak mainannya dan mengambil 2 mobilannya dan dibawa diatas karton yang sebelumnya dan diberikan masing-masing ke papa dan mama-nya*
Papa : “Enakkk…makasih ya…berapa bayarnya? ”
Miguel : “Seribu..mama juga seribu yaaa..”
Mama : “Oh iya…ini ya” *seolah-olah mengambil seribu rupiah dan berikan pada miguel*
Miguel : *Menerima duitnya dan berlari* “Makasih ya pa..ma..”
Papa & Mama : *tertawa tersipu2*

3. Kebiasaan ngadem di kamar sebelum tidur, bakal bermain drama-drama-an ama miguel. Dia paling doyan main dan berimajinasi dengan tongsis jadiin sesuatu barang yang bisa dibuat macem2. Contohnya, dia pakai tongsis itu sebagai tongsis biasa, cuma bedanya ndak ada hp didalamnya yang bisa digunakan buat nge-fotoin.
Miguel : “Miguel foto ya ma..?”*mengarahkan tongsisnya kearah mama-nya
Mama : “Oh iy, fotoin mama lah sayang” *sambil pose*
Miguel : *mengarahkan tongsisnya kearah papa-nya* “Miguel foto ya pa…?”
Papa : “Oh iy, foto lah” *sambil bergaya karna mikir mau di fotoin*
Miguel : “Kalian sama-lah, jangan jauh-jauhan lho…rapatlah pa..ma..” *sambil mengarahkan kalau posisi si papa harus pindah kesamping mama-nya*
Papa & Mama : *ketawa terpingkal-pingkal sambil atur posisi jadi berdekatan dan berpose*
Miguel : “Ok….cissss..1…2….3…” *dengan gayanya pegang tongsis seolah-olah benar udah ambil foto papa dan mama-nya

 

Sehat-sehat dan panjang umur ya hasian papa mama….we love you, Miguel Hugo Ramoti Hutagaol.

Weekend Tanpa Anak

Ini bakal jadi 1 sejarah di keluarga kecil kami(baca: M’s Family), dimana si Anak mudah kesayangan terpisah jarak dengan Papa Mamanya, padahal anak mudanya masih usia 2 tahun lho, idihhh…..berani bgt jauh2 dari orang tuanya, pemberania tau ndak peduli dia? hahaha….*mulai lebay

Hari kamis minggu lalu, Adik kembarku datang ke Medan untuk bantu jagain Migue, berhubung kondisi opung Miguel yang biasa jaga kurang sehat, dan mama-nya sedang ndak bisa cuti dari kantor. Berhubung adik ku adalah seorang gulu TK, jadi sedang liburan, sehingga tidak menggangu jadwalnya kerja saat datang ke Medan. Malamnya, Mama, opung Miguel bilang mau pulang ke Siantar, biar bisa istirahat di siantar dan ada beberapa acara juga yang ingin dihadirin(baca: kurang sehat sik, tapi klo ada undangan tetep ajah harus hadir si opung manik ini). Setelah bicarain ama Pak suami, papa Migue, kita setuju, secara otomatis emang Migue harus dibawa ke Siantar juga.

Jumat pagi, papa mama -nya berangkat kerja, si bocah kesayangan tetap ajah santi seperti hari biasa berangkatin papa dan mama nya ngantor, mama nya yang udh mulai melow, bawaannya pengen nangis, karna bakal kangen ama candaan si anak muda yang biasa nyambut di depan pintu kalau pulang kantor, peluk, cium, dan puk-puk-in, lelah dari luar LUNAS TERBAYAR, tapi berangkat kali ini udah kebayang klo ntar malam bakal buka pintu rumah sendiri dan ndak ada yang nyambut, hiksss…..*nulis ini ajah lagi kebayang ntar mlm plg kntor ndak ada yang nyambut di rumah.

Dikantor, aku udh rempong ajah bbm-an ama si ade (baca: tante-nya Migue), tanya2 Migue udh makan apa belum. Migue udh mandi atau belum, barang2nya udh dipacking apa belum, minta dikirim foto2nya, ampe2 tantenya ngomel, wkwkwkw…maklum deeee…emak posesif (baca: padahal hari2 biasanya juga ndak segitunya nanya2 ke opungnya). Selama jam kerja, heboh dech, rasanya pengen nangis, udah kangen kebangetan, rasanya pengen pulang kerumah dan ikutan cabss ke Siantar bareng mreka, tapi apa daya.

Pulang kantor, pak suami ajak jalan2 dulu, biar istrinya yang sedang melow mikirin anak muda-nya mood nya okeh kembali, tapi apa daya, seorang ibu yang melo ini tetep ajah cerita ke kangenannya dengan wajah melas di depan Pak suami, sampai2 karna ndak pengen ngapa2in juga diluar, habis makan kita langsung cabs pulang ke rumah. Beneran, sampai dirumah buka gerbang sendiri, buka pintu rumah sendiri ndak kedengeran suara indah si bocah kesayangan, sedihhh. Akhirnya habis bersih2 badan, berdoa dan nangis bombay, titip salam ama Tuhan buat anak muda-nya, emaknya kaya’ orang putus cinta, nangisnya ampe sesengkukan sambil peluk2 baju Migue, dan untung Pak suami lama di kamar mandi jadi dia ndak denger istrinya ini nangis bombay, karna klo ndak, bakal diomelin, hahahahhahaha

Besok paginya, sabtu dan masih jam 7, langsung nelfon bocah kesayangan di seberang sana, dan dia teriak “Mamaaaaaa…” dengan suaranya yang renyah dan tanpa rasa sedih seperti aku disini(baca: menurut loe, anak 2 tahun yang baru bisa ngomong 3 kata udah bisa nangis cerita kangennya juga? YAKALEEE..). Setelah puas dengar suaranya, kami lanjutkan tidur,males juga ngapa2in. Akhirnya keluar dari kamar jam 11, beberes rumah trus mandi, kita mau jalan keluar, karna bingung dan mati gaya di rumah ber-2, dan itu rasanya aneh sekali, hahahhaa…

Siang itu terik bgt, AC mobil udah hampir ndak kerasa, butuh kipas angin malah dan ternyata bener MEDAN dikabarkan suhunya mencapai 39 Derajat Celcius, woww…pantesan nek! Makan siang di tempat favorit dan jarang dikunjungin, karna lumayan jauh jaraknya dari rumah, apalagi klo bukan TABONA, Kari sapi/ayam-nya NDAK ADA OBATNYA(baca: ndak ada tandingnya, pakai bahasa gaul Medan), jadi buat yang mau tau tempat makan enak di Medan, salah 1 nya ya itu, didaerah mangkubumi per porsinya, Rp.35.000. Udah terik, makannya outdoor, pedes, panas, kebayang donk dandan-an eike yang cetar sebelumnya keluar rumah jadi gmn kan? *udah ndak usah dibanyangkan. Nah..setelah kelar makan, timbul masalah baru, masalahnya…kita mau kemana lagi? hahhaa..bener2 mati gaya dech.

Tetiba kebersit dipikiran buat reflexy, oh…sounds good, langsung cabs ke daerah Multatuli, nyobain tempat refleksi baru, biasanya kita langganan di reflexy tetangganya, beneran sebelahan lho, hihihi…tapi ndak apalah nyoba yang baru, namanya NANO NANO, dengan Rp. 80.000 per orang selama 1 jam 30 menit merasakan surga dunia, hiihi…dan ternyata RECOMMENDED! We’ll be back.

Kelar reflexy, bingung lagi mau ngapain, hahaha…akhirnya si pak suami nyaranin kita nginep di hotel ajah semalem, otomatis buat si istri kaget, gimana ndak..tiba2, ndak ada bawa pakaian ganti, ndak ada rencana apa2, tapi tetep ajah si istri ini nurut(baca: padahal seneng juga sik, asikk…tidurnya bakal nyenyak), hahhaa…mulai seaching2 hotel seputaran medan dengan kondisi yang deket dengan Mall dan di tengah kota, secara…kita ndak bawa pakaian ganti, pasti butuh mall donk ya *you know what I mean, Setelah telfon sana, telfon sini, jadinya kita menuju Hotel Santika.

Hotelnya asik, baru dan pelayanannya cepet, tapi gitu besoknya, hari Minggu kita sarapan, dengan sebegitu melimpahnya makanan di restoran, tak 1 pun makanan yang buat kita senyum. Sorry to say, BAD! Masa dari semua makanan yang ada ndak 1 pun yang rasanya enak, huaaa…..ndak worth it!

Setelah check out, kita hunting piyama buat si bocah kesayangan yang lagi asik2nya maen ama temennya di rumah opungnya, dan mengacuhkan telfon dari papa mama-nya, hiks…kita pulang trus ke Gereja sore. what a longggg weekend FOR US. hahaha…WE MISS YOU MIGUEL HUGO RAMOTI HUTAGAOL

Tampang kelar makan di siang yang terik *maabken :D

Tampang kelar makan di siang yang terik *maabken 😀