Category Archives: Miguel

Tidak punya teman

Pagi ini, sewaktu mengantarkan Miguel ke sekolah, seperti biasa aku bakal ngobrol ama orang tua yang sesama mengantar anaknya ke sekolah, sementara  miguel yang sudah meletakkan tasnya di kelas, bakal bermain dengan teman-temannya, tapi tiba-tiba aku mendengar dia menangis, aku langsung menoleh dan mendekatinya. Saat ku tanya kenapa dia menangis, jawabannya sambil terisak “Si A dan si B gak mau berteman dan bermain bersama ama miguel, mereka lari ninggalin miguel“.

Sebagai seseorang yang extrovert, tentu aku suka keramaian, aku suka bergaul, aku suka hiruk-pikuk, aku suka punya kenalan dan teman baru. Dari kecil bahkan hingga akan masuk ke dunia kerja, saat ada poin dalam kertas test yang menyatakan salah satu kelebihan, aku gak ragu untuk menuliskan, “Mudah berteman dan membuat team work yang baik”. Aku punya banyak teman, aku punya beberapa orang sahabat, walau saat ini semua terasa jauh dalam hal jarak, dan semua sudah berbeda status serta kesibukan, akhirnnya, sekarang rasanya aku tak punya.

Waktu miguel tadi bilang alesan dia menangis, kalau aku ndak ingat kami sedang ada di sekolahnya, aku bakal ikut nangis juga, nangis karena punya alesan yang sama seperti miguel, di saat-saat tertentu. Pertama kali pindah ke kota ini, berharap akan dapat sahabat yang bener-bener bisa cocok dan semoga keluarganya juga bisa dekat dan bisa sama-sama di kota ini jadi saudara. Perlahan aku mendapatkan orang yang benar-benar cocok, mulai maintain hubungan biar semakin baik, semakin dekat, tapi ternyata ada yang ditengah jalan di tinggal pindah kota lagi, ada yang menjauh, ada yang sibuk dengan urusannya dan saat kualitas hidupnya meningkat, mendadak lupa.

Tapi yah, itulah hidup aku anggap mencari sahabat dekat saat ini seperti mencari jodoh ajah dulu, suatu saat nanti Tuhan akan pertemukan kami, tanpa aku tau seperti apa dia , bagaimana kami bertemu nantinya. Untuk sahabat-sahabat ku yang jauh disana, aku tetap menjaga komunikasi dengan mereka dengan baik, tapi tetaplah aku berharap ada sahabat yang bisa berbagi susah senang di kota ini, kota yang aku belum bisa nikmatin, Medan.

Btw, jawaban aku untuk miguel saat dia nangis tadi, “Udah jangan nangis, miguel kan bisa main dengan teman yang lain, atau miguel main sendiri ajah nak, jangan pernah  nangis karena orang lain, miguel tetap bisa senang dengan cara lain, hapus air matanya ya…“, dan jawaban itu juga jadi jawaban untuk ku dan motivasi buat ku sendiri.

friend

Advertisements

Mengajar Anak Berdoa

Setiap orang tua pasti punya impian dan harapan agar anak-anaknya menjadi anak cerdas, pintar, baik, cakep luar dalam, punya ahlak yang baik, ramah, ceria dan punya ilmu agama yang baik, apapun yang baik pasti diinginkan, termasuk kami sebagai orang tua. Agar anak bisa mendapatkan hal-hal yang di impikan diatas, siapa yang bisa mewujudkannya udah bisa didapat? jelas orang tua, dan dari sekolah atau sekeliling si anak itu sendiri.

Peran orang tua sangat penting pasti, walaupun kadang si orang tua juga tidak punya nilai yang terlalu baik untuk poin-poin diatas, tapi harapannya anak-anaknya punya nilai yang lebih tinggi dari orang tua, itulah yang membuat para orang tua mengajarkan yang baik untuk anak-anaknya, terlebih untuk ilmu agamanya serta pengaplikasiannya.

Aku bukan orang yang rohaniawan sekali, doa juga kadang-kadang lupa karena lebih memprioritaskan aktifitas lainnya. Contohnya : (sometimes)bangun tidur karna liat jam udah siang banget, langsung lompat dari tempat tidur untuk nyiapin segala sesuatu kebutuhan keluarga, padahal harusnya bisa ambil waktu sebentar untuk saat teduh dan berdoa(Self reminder, biar jangan telat bangun biar ada waktu ^.^). Tapi aku selalu mengingatkan anak-anak khususnya Miguel yang sudah mengerti tentang apa itu Tuhan untuk mengawali semua aktifitasnya dengan Doa.

IMG_8956

Ngomongin tentang Miguel, kami mulai ajarkan Miguel doa makan dari dia mulai mengenal makanan, tapi udah minta dia ngucapin doanya sendiri sesuai dengan format yang kami ajarkan setelah miguel mulai bisa ngomong(mungkin usia 2 tahunan), dan sampai saat ini kadang-kadang anak lanang ini mulai bisa improve sendiri doanya sesuai dengan aktifitas yang dia doakan, maupun orang-orang yang dia bawa dalam doanya. Hal yang paling sederhana mengajarkan tentang doa untuk miguel adalah bahwa, doa itu

Cara kita berbicara dengan Tuhan, untuk mengucap syukur akan sesuatu dan saat kita meminta apapun padaNya“.

Diusia saat ini yang 2 bulan lagi 5 tahun, anak kesayangan ini udah bisa buat Doa bangun pagi, makan, berangkat sekolah, tidur malam dan kadang-kadang dia mau ajak adiknya Maritha udah mengulang doa yang dia pimpin agar maritha terbiasa untuk berdoa juga seperti dia, dengan arahan kami tentunya.

IMG_8674

Rutinitas kami setiap hari minggu pagi pasti ke Gereja, dan saya dengan anak-anak akan pergi ke ruangan Gereja yang khusus untuk anak-anak, namanya Sekolah Minggu. Disini  juga anak-anak diajarkan untuk berdoa, kadang-kadang kaka guru sekolah minggunya akan meminta salah seorang anak sekolah minggu untuk maju ke depan dan memimpin doa dengan cara mengulang apa yang kaka guru sekolah minggu ucapkan. Sekolah minggu ini juga ada pembagiannya, di Gereja batak tempat kita sering disebut HORONG, dan berhubung Miguel dan Maritha masih belum sekolah, jadi masih di kelas anak-anak kecil yang notabene masih baby/balita dan anak yang masih baru belajar membaca, jadi otomatis kemampuan mereka masih berupa daya ingat dan daya dengar.

Minggu lalu, pulang gereja miguel ngomong ama aku,

Miguel : Mama…ajarin abang donk buat doa sebelum mendengarkan firman
Mama : Kenapa emang nak?
Miguel : Biar seperti abang XX itu, kan dia buat doa, jadi maju ke depan
Mama : *mikir, ini anak obsessed maju kedepan?*, ok..mama ajarin ya, ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla….
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *, doa setelah mendengar firman sebelum pulang juga ya ma
Mama : Hmmm…ok…ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla…
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *

Hari minggu lalu, seperti biasa, kami ke sekolah minggu dan saat akan mendengarkan firman ternyata kaka guru sekolah minggunya minta temennya untuk pimpin doa, dan aku lihat wajah miguel berubah ndak seceria biasanya, aku ndak kepikiran apa-apa, mikirnya namanya anak-anak, moodnya kali. Setelah selesai firman, saatnya anak-anak sekolah minggu akan berdoa sebelum pulang, dan saat itu aku bener-bener repot dibuat tingkah maritha yang ndak bisa diam dengan sejuta aksinya, tiba-tiba terdengar suara anak lanangku dengan kenceng diruangan itu.

MiguelKak….Miguel donk yang buat doa mau pulang
Mamak : *kanget, bengong dan degdegan parah*
Guru SM : Oh iya? boleh sini maju
Miguel : *Maju dengan wajah sumringah*
Guru SM : Coba perkenalkan diri dulu
Miguel : Hai..nama ku Miguel, marga Hutagaol, aku TK A
Guru SM : ok, ayo teman-teman sekolah minggu sapa Miguel
Semua : Hai Miguel….
Guru SM : Ayo, buat doanya dek
Mamak : *degdegan parah, sambil berdoa minta Tuhan urapin miguel*
Miguel : Mari kita bersatu di dalam doa. Tuhan Yesus, terima kasih buat firman Mu yang sudah disampaikan kaka guru sekolah minggu, biarlah firman Mu itu bisa buat pedoman kami menjalani hidup kami sehari-hari dan bekal untuk masa depan kami, sebentar lagi kami akan pulang, berkati perjalan kami tiba dirumah, terima kasih Tuhan Yesus, Haleluya, AMIN.

Seketika itu juga kaka sekolah minggu langsung mencium miguel dan miguel wajahnya sumringah dan sukacita luar biasa, sedangkan mamak langsung nangis bahagia, mewek, aslik…dirumah kami cuma ulang beberapa kali dan ndak selancar itu, HE DID IT! Thanks Jesus! Ternyata ndak sia-sia ngajarin anak dirumah untuk hal baik, diluar dia bisa menjadi berkat dan bawa sukacita buat banyak orang.

Processed with VSCO with au5 preset

We love you and so proud of you son, Miguel Hugo Ramoti Hutagaol.

 

Sekolah Pertama, TK A Santo Thomas 1

Jadi calon /orang tua itu, banyak moment yang mungkin sebenernya biasa tapi karna namanya first moment jadinya kaya’ istimewa gitu. Termasuk aku dan pak suami, salah satunya adalah moment anak panggoaran kami #MiguelHutagaol masuk sekolah TK A.

Ceritanya dari awal tahun ini(2017), setelah diskusi dengan Pak suami kami memutuskan untuk mendaftarkan #MiguelHutagaol sekolah dan berhubung usianya masih 4 tahun(disaat mulai tahun ajaran baru) jadi cocoknya masih dilevel TK A. Diskusi selanjutnya adalah pencarian sekolahnya. Berhubung papa dan mamanya ngantor jadi kondisi dan lokasi sekolah harus diperhatikan. Dari sisi mamanya sebenernya pengen banget anaknya sekolah ditempat yang fun, modern, dan dekat rumah(pastinya!) dan ada beberapa list sekolah yang udah masuk list, namun dari sisi pak suami setelah saya jelaskan list sekolah yang saya mau, dia punya pendapat yang berbeda. Menurut pak suami, saat ini memasukkan #MiguelHutagaol sekolah tujuannya untuk melihat bagaimana dia mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, bagaimana dia mengikutin arahan, bagaimana dia berdisiplin, bagaimana dia percaya diri saat ada didepan umum.

Akhirnya setelah diskusi sengit dan melihat dari beberapa faktor, kita memutuskan akan mendaftarkan #MiguelHutagaol disekolah katholik yang masih bisa dibilang konvensional jadi mungkin masih mirip dengan cara belajar papa mamanya dulu, namanya TK Santo Thomas 1 yang ada dijalan Gatot Subroto, Gg. Harapan, Sei Kambing, Medan. Dari bulan Februari saya sudah datang kesekolah yang kita mau daftarkan (semangat bgt ya…), dan ternyata kata gurunya pendaftaran dimulai dari bulan Mei. Akhirnya setelah Mei kita kembali lagi kesekolahnya dan daftarka #MiguelHutagaol dan masuk ke kelas TK A sesuai dengan usianya.

Hari ini, 17 Juli 2017 adalah hari dimana anak lanangnya masuk sekolah hari pertama. Bangun pagi rada drama karena anaknya kurang enak badan bawaannya manja tapi mamanya yang bawel tetep ngomel karna anaknya harus mulai disiplin dengan waktu dan segala sesuatunya yang harus mandiri untuk ngurus banyak hal-hal yang terkait dia sendiri. Sampai di sekolah ternyata kita telat 5 menit(hahaha…padahal udah deket rumah), dan ternyata 1 kelas cuma ada 11 orang sajah sodara-sodara, mamanya seneng bgt, artinya miss-nya bakal fokus kemasing-masing anak nantinya, semuanya masih bisa in control seharusnya.

santo2
Can you spot us? hahaha.. *riwehh…

Setelah dipanggil satu per satu oleh miss-nya, nyanyi beberapa lagu anak-anak sudah bisa pulang, hahaha…akhirnya mama yang cuti ndak jadi cuti karena masih keburu ngantor, papa masih sempat nganterin anak lanangnya pulang kerumah juga. Oh ya sebelum pulang kita tawarin #MiguelHutagaol untuk main sebentar dahulu disekolah, tapi berhubung anaknya emang lagi kurang fit, bawaannya lemes dan pengen pulang ajah katanya, kasian…

santo1
Tampangnya masih blank

Semoga besok dan hari-hari selanjutnya semakin semangat dan excited setiap berangkat dan ada disekolah ya anak kesayangan #MiguelHutagaol

4 Tahun #MiguelHutagaol

*late post*

Yuhuuuu…Anak mudanya udah 4 tahun, masih inget ulang tahun 1-nya, Puji Tuhan dan bagi Tuhan selalu kemuliaan untuk setiap dan segala sesuatu yang kami terima, termasuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik untuk anak panggoaran #MiguelHutagaol

Favorit-nya Yang paling kiri ^.-

4 tahun masih perjalanan yang masih sangat dini, masih panjang jalan untuk mendidik #MiguelHutagaol menjadi anak yang saat besar dan bertumbuhkan bisa berkenan pada Tuhan, membawa harum nama keluarga dan jadi berkat dimana dia berada.

all

#MiguelHutagaol diusia 4 tahun ini tumbuh menjadi pribadi yang cukup membanggakan Papa,Mama, Ompung dengan segala kekurangan yang dia punya,  ndak jarang membuat papa, mama, ompung dan orang-orang disekitar tertawa terpingkal-pingkal, yang selalu jadi orang yang menjadi sasaran empuk sang adik untuk diusilin, namun tak jarang juga buat esmosi karena tantrum dan ke-moody-annya.

Tahun ini rencananya #MiguelHutagaol akan memulai masuk sekolah formal, TK A Santo Thomas 1, semoga bisa menjalanin hari-hari disekolah dengan FUN, menyenangkan dan selalu bersemangat serta bisa berbaur dan membuat teman-teman dan gur-guru bangga #MiguelHutagaol menjadi bagian mereka.

BGDI5080

Perayaan ulang tahun #MiguelHutagaol tahun ini agak beda yang biasanya cuma ada papa, mama dan ompung tapi tahun ini kedatangan tante-tantenya, udanya dan adiknya(anak tante), lumayan meriah dan buat #MiguelHutagaol semakin merasa banyak yang mencitainya. Begitu juga saat berbagi berkat dengan teman-teman sekolah minggu HKBP Sei Agul, rasanya sukacita saat semua orang ikut sukacita ngerayain ulang tahun #MiguelHutagaol walau sangat-sangat sederhana.

Perayaan dan berbagi berkat dibuat oleh papa mama agar mengingatkan Miguel sampai besar nanti, berbagilah dan berbahagialah dengan orang-orang, sehingga kebaikan selalu ada pada #MiguelHutagaol dan percaya bahwa kita masih dan semoga selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi #MiguelHutagaol

Doa semua orang yang sayang ama #MiguelHutagaol semoga selalu jadi pribadi yang kuat, sehat dan bertumbuh dalam firman Tuhan, terlebih-lebih dengan keluarga.

Belajar Piano di Medan Musik

Dari kecil Miguel itu termasuk mudah menerima dan meniru lagu atau nada yang kita orang-orang dirumah sering atau bahkan pernah dendangkan. Bahkan dengan tanpa tujuan mengajarkan sebuah lagu untuk miguel, namun saat didendangkan dan menarik perhatiannya, hanya dengar 2 atau 3 kali pasti setelahnya dia udh tau minimal nadanya dan dilanjutkan dengan tau lirik-nya.

Hal itu yang membuat aku dan Pak suami berniat memasukkan Miguel kursus alat musik, dan berhubung Pak Suami dulunya aktif bermain piano dan sempat jadi pengiring piano di Gereja, jadi kepikiran dech daftarin Miguel di kursus alat musik
Piano. Tapi sebelum kita cari dan daftarkan Miguel, kita lebih dahulu tanyakan ama Miguel, karena kita juga ndak mau kalau-kalau anaknya sendiri ndak pengen, dan puji Tuhan ternyata dia mau dan semangat.

Kata orang, bermain musik sejak kecil itu memang penting, karena membantu perkembangan otak si anak, apalagi ditekunin sampai dewasa dan banyak juga manfaatnya. Khusus untuk alat musik piano, yang harus mengkordinasikan 2
tangan dengan 10 jari-jarinya, brarti membantu perkembangan motoriknya dan dikatakan bisa menstimulasi otak kanan dan otak kirinya, dan usia yang tepat untuk memulai belajar alat musik adalah 4 tahun, walaupun ada beberapa tempat kursus
yang memiliki kelas untuk anak usia dibawah 4 tahun dan itulah kelas yang Miguel ikutin berhubung si anak lanang tepat 4 tahun baru di bulan Mei depan.

IMG_0207

Setelah cari-cari referensi tentang tempat kursus musik di Medan, akhirnya jatuhlah pilihan ke Medan Musik, dan pada saat mendaftar free registration fee(baca : lumayan) dan Miguel ambil kelas Little Mini Mozart karena usianya saat itu masih 3,5 tahun dengan uang sekolah Rp. 400,000 per bulan. Berhubung ada banyak cabang Medan musik di Medan, kita ambil yang paling deket dengan rumah, yaitu cabang Setia budi.

Ternyata dalam beberapa bulan kursus Miguel sendiri(baca: sebelumnya ada teman tapi tidak jadi ikutan), mamak justru seneng dengan harga diajarkan rame-rame tapi jadinya kaya’ private, hahahaha… Keuntungannya buat mamak, saat miguel kursus mamak juga masuk kelas dan bisa lihat apa ajah yang diajarkan oleh miss dan dirumah bisa tahu dan kembali review pelajaran yang Miguel dapat, yeayy…

3 bulan kursus apakah Miguel enjoy? Not really, hahaha.. namanya juga masih anak-anak ya, jadi selain miss-nya mamak juga harus lihat mood si anak biar ndak bosen dan jenuh, karena ditahap ini masih dianggap bermain. Jadi masih diarahkan ajah, kalau anaknya ndak mood ya ndak dipaksa.

Sekarang Miguel udah naik kelas ke level, Mini Mozart dan dikelas udah ada temen yang mana malah buat anaknya sulit konsentrasi karena jadinya mereka bermain dan bercanda, yang repot sebenernya miss-nya sich, ahahaha…

Bulan depan rencananya si anak lanang bakal ikutan konser Hari Ibu, walaupun bukan bermain piano, tapi mau tampil ajah, semoga lancar dan anak mudanya ndak moody ya selama latihan dan tampil, wish us luck.