Menikah dengan Makeup Natural

Akhirnya, setelah hari patah hati se-indonesia pertama berlangsung saat pernikahan Hamis Daud dan Raisa di tahun 2017, tahun 2018 ini Indonesia kembali memperingati hari patah hati yang ke-2, yaitu di pernikahan abang Chicco Jerikho dan Putri Milano, hahahaha…

Ndak usah di bahas dech ya tentang percintaan mereka, nanti patah hatinya ndak kelar-kelar, hahaha.. jadi yang mau dibahas adalah makeup sang mempelai wanita yang membuat semua berdecak kagum dengan makeup natural Putri Marino tetap tampil cantik luar biasa dan ditambah dengan semua MUA yang ada andil buat hashtag #effortless artinya emang Putri emang udah cantik, sehingga cuma dengan makeup natural cukup untuk sebuah pesta pernikahan walau itu adalah pesta pernikahan dan status mereka artis juga namun tetap banyak pujian dari netijen termasuk aku.

Berhubung pesta pernikahan Chicco Jerikho dan Putri Milano adalah pesta perayaan yang bisa di bilang internasional ya, yang mana mereka adain di Bali trus tamu yang datang tidak lebih dari 100 orang, dan orang-orang tersebut adalah keluarga dan sahabat dekat dari kedua mempelai, jadi memang impian mereka berdua mau perayaan yang intimate dan sederhana (versi mereka), jadi itu pula yang membuat makeup Putri PAS dengan acaranya, gimana kalau makeup seperti Putri ada di mempelai wanita dalam pesta BATAK saudara-saudara? hahahaa…let’s see

Pengalaman aku saat persiapan pernikahan 6 tahun lalu(weww..udah lama ya ternyata :D), berhubung pestanya diadain di kota tempat orang tua aku dan calon suami(saat itu), jadi kita cuma cari informasi salon tempat pengantin batak biasanya dan kebeneran salon itu adalah milik orang tua temen SMA ku, dan langsung deal (not looking for the others). Tidak ada test makeup sama sekali, jadi hari H langsung dipoles dan jadilah seperti ini, saat itu ngerasa paling cakep seumur hidup, wkwkwkwkw..

IMG01222-20120416-0715

Girls, itu bener-bener tebal makeup-nya, gimana ndak, acara adat BATAK itu semua orang tahu, dimulai dari pagi jam 8, keluarga mempelai pria datang ke rumah mempelai wanita, setelahnya berangkat bareng ke Gereja untuk pemberkatan, setelahnya ke gedung untuk resepsi sebelumnya nari dulu sampai semua rangkaian acara selesai dan saat kami menikah itu di gedung dari jam 12 siang ke jam 9 malam, wowww…bukan? Setelah dari gedung aku belum boleh menghapus makeup itu karena sampai di rumah ada acara adat batak lagi yang harus di ikutin dan itu sampai jam 12 malam, hahahhaa…dan lucky me makeup-nya masih ON donk, jadi aku bisa hapus makeup itu dihari selanjutnya (berhubung udah ganti tanggal bok :D).

Coba manteman calon pengantin bayangkan klo dandanan ku sebagai mempelai wanita Batak dibuat seperti Putri Marino, hahahaa..ndak kebayang artinya saat kelar acara gereja pun udah muncul wajah asli aku seperti beauty blogger bilang, BAREFACE which is not so good buat aku yang punya wajah sedikit dibawah Putri ini, hahahha….

So, buat calon pengantin batak, jauhkanlah harapan untuk punya dandanan kaya’ Putri, kalau kamu bakalan ngikutin serangkaian acara batak pada umumnya, hahaha….

Advertisements

2 Bulan menuju 5 Tahun

Terakhir nulis khusus tentang si anak lanang itu cerita tentang perayaan ulang tahunnya yang ke-4, which is hampir 1 tahun lalu donk ya, astagaaa.. *sungkem*

IMG_1364

Kenapa tetiba inget nge-post tentang #miguelhutagaol hari ini?

  1. Anak-anak udah tidur, pak suami me time dengan nonton film, baterai hp ku low jadi di charge, trus ku ambil buku tapi bosen karena hambar ceritanya, lalu ku ambil laptop buat ketak-ketik
  2. Karena tadi lagi mau nulis sesuatu di blog, namun rencananya mau di simpen di draft dulu, tapi saat noleh di kalender ternyata ini tanggal 10, yang mana biasanya aku bakal buat postingan tentang dia

Kalau cerita tentang si anak lanang kebanggaan ini, wah…buanyakkkk… tentang beribu pertanyaannya tentang segala sesuatu tanpa lihat tempat bertanya (even di gojek), waktu dan tentang apa. Dari hal-hal yang bisa aku jawab, yang sulit aku jawab karena harus memikirkan jawaban yang tepat untuk di katakan pada seorang anak kecil dan pertanyaan yang aku sendiri tak tahu jawabannya.

Bersyukur banget, karena Tuhan selalu berikan kesehatan buat si anak lanang yang sekarang udah ndak bisa diem, yah..baik itu karena lari-lari, ngomel, nyanyi atau nanya.

IMG_1331

Walau masih menginjak usia 5 tahun, dari awal tahun aku punya resolusi untuk #miguelhutagaol tahun 2018 ini, diantaranya :

  1. Mendorong untuk mau menghafal ayat bulanan di sekolah minggu, biar semakin sering mendengar ayat alkitab dan sukacita setiap berangkat sekolah minggu karena mau maju ngucapin ayat hafalannya
  2. Masuk kursus piano dan renang, kalau bisa saat udah masuk TK B
  3. Memperbanyak latihan mewarnai dan mulai menggambar untuk hal-hal sederhana, biar anaknya lebih kreatif dan imajinatif
  4. Dan lain-lainnya dech, nanti kalau semua aku sebutin kesannya aku mamak yang kejam yak, hahaha..

Oh ya, cerita tentang hubungan si anak lanang ini dengan adeknya #marithahutagaol bisa dibilang, dia sangat sabarrrr ngadepin adeknya, sabar dalam artian anak-anak itu udah keren banget menurut aku dan pak suami. Si adek yang notabene masih berusia 2 tahun, maunya semua miliknya adalah miliknya sedangkan semua milik orang lain adalah miliknya, pretty selfish right? yah..namanya juga anak kecil ya, tapi yah gitu yang sering di buat kesel pasti abangnya, walau dengan sedikit omelan dan menggerutu si abang pasti kasih permintaan adeknya.

Rutinitas si abang #miguelhutagaol setiap bangun pagi itu yang so sweet banget, gitu buka mata, walau mungkin dia masih mau lanjutkan tidurnya atau langsung bangun, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari tangan adeknya untuk di genggam, ahh….akur terus ya anak-anak papa mama, we love you.

IMG_0856

Salah 1 obrolan mamak dengan #miguel hutagaol, (M = Mamak, G = Miguel) :

G : Ma…DOSA itu apa?
M : DOSA itu perbuatan kita yang tidak disukai oleh TUHAN, atau hal-hal yang kita lakukan yang salah, yang tidak diminta oleh Tuhan untuk kita lakukan
G : Contohnya ma..?
M : Malas, melawan, marah-marah, tidak berdoa, gangguin orang lain
G : Oh gitu….brarti mama banyak dosa donk ya..?
M : Heh..? kenapa?
G : Kan mama suka marah-marah
M : *kabur*

Ibu yang Luar Biasa

Aku ndak pernah punya gambaran, akan menjadi seorang Ibu yang seperti apa aku nantinya saat aku hamil pertama yaitu mengandung #miguelhutagaol. Hanya euforia akan memiliki anak yang ada dipikiran saat itu, yah…termasuk persiapan lahiran, hal-hal apa saja yang dipersiapkan untuk anak laki-laki, peralatan tempur apa ajah untuk mendukung aku bakal menyusui, hal-hal esensial untuk menghadapi baby new born, tapi tidak untuk persiapan diri akan menjadi seorang ibu yang seperti apa.

Setelah miguel mulai bertumbuh, mulai guling-guling, merangkak, duduk, berdiri, berjalan dan berlari, mulailah menggali banyak ilmu tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang luar biasa, yang mampu membesarkan anaknya dengan memenuhi semua kebutuhannya, mengatur waktunya sebagai seorang ibu dan pekerja kantoran, mengurusi hal-hal di rumah, memutar otak untuk meng-explore semua permainan yang bisa membuat perkembangan motorik dan sensorik anak bagus, dan tetap bekerja di waktu yang sama setiap harinya, dari jam 8 ke 5.

Waktu itu, hingga anak ke-2 lahir, #marithahutagaol , mulai merasa dikejar-kejar, mulai ngerasa lelah, mulai ngerasa capek, mulai membandingkan kehidupan saat ini dengan kehidupan waktu sebelum menikah, saat lelah bisa hanya menghabiskan waktu dengan seharian penuh dengan tidur atau di kamar doank, tapi kan ndak mungkin trus apa yang buat aku lupa ama rasa lelah itu dan bangkit menjadi ibu yang kuat?
https://id.pinterest.com/pin/465911523934950677/

Yah…quote itu yang buat aku semangat kembali, happy kembali dan sukacita kembali. Aku punya 2 anak-anak yang luar biasa, hadiah dari Tuhan yang tak ternilai harganya, aku mau mereka tumbuh dan besar di dampingi oleh orang tua yang sangat mereka kagumi, terlebih-lebih seorang Ibu yang membanggakan buat mereka, artinya aku harus jadi ROLE MODEL buat anak lelaki ku #MiguelHutagaol dan #MarithaHutagaol. Bukan berarti aku harus jadi ibu yang sempurna, tapi aku mau ngelakuin apa ajah yang bisa menaikkan nilai ku sebagai seorang ibu.

Buat ibu-ibu di luar sana, pasti akan ada waktu-waktu saat perasaan seperti yang aku paparkan sebelumnya, ngerasa down, ngerasa mau nyerah, ndak masalah ambil waktu sebentar trus baca trus inget anak-anak, pastikan apakah diri kita udah pantes sebagai role model mereka atau belum , kalau belum, yuk semangat lagi, tunjukkan kalau kita pantas, sun jauh buat semua ibu yang luar biasa di sana :*

Same Role, New Routine

Selamat datang 2018, walau menyambut di blog ini dengan telat, tapi rasanya 2018 walau udah di akhir dari bulan pertama, tetap ngerasa baru ya, semoga semangatnya juga tetap baru sampai di akhir dari bulan terakhir tahun ini 🙂

Akhirnya, 3 bulan sudah aku jalanin peran ini, peran yang sudah melekat sebelumnya dengan ku, namun menghasilkan rutinitas yang baru, sebagai hadiah ulang tahun ku ke-33 (seperti yang aku ceritakan sebelumnya). Perasaanya masih happy dan target dari latarbelakang aku ambil keputusan ini mulai kelihatan walau belum sesuai dengan ekspektasi, better than nothing I guess.

Berhubung masih bingung mau cerita apa, jadi aku sudahi saja post kali ini, semoga esok semakin rajin nge-post (gini ajah ceritanya dari jaman kapan) tentang apa ajah yang ada di kepala. cheersss for the great 2018.

Dulu vs Sekarang

Dulu : Aku bisa baca pikiran mu hanya dengan melihat mimik wajah mu, begitu pula sebaliknya

Sekarang : Bagaimana mungkin aku bisa tahu isi pikiran mu, bicara dengan mu pun aku sudah tidak pernah

Dulu : Tanpa ku minta, kau selalu ada menemani saat aku benar-benar butuh seseorang untuk bersandar

Sekarang : Saat aku mencari mu dengan like dan komen postingan mu, membalas komen ku pun rasanya buang-buang waktu untuk mu

Dulu : Hal-hal yang membuat ku tersipu akan selalu senjata rahasia mu untuk menyenangkan ku

Sekarang : Rasanya apapun yang bisa membuat ku tidak enak, itu yang sering kau bahas dan pertunjukkan di akun media sosial mu

Dulu : Kita bagai terperangkap dalam 2 tubuh yang berbeda dengan 1 kepribadian

Sekarang : Kamu yah kamu, aku yah aku

Dulu : Duka ku adalah tugas mu untuk mengubahnya menjadi suka, suka ku adalah suka mu juga, demikian sebaliknya

Sekarang : Aku tak tahu duka dan suka mu, demikian juga sebaliknya

Aku bukan ingin kembali ke masa dulu, aku cuma tak mau berpura-pura seperti kita tak saling kenal
-sahabatmuyangsukamembandingkanduludansekarang-