Ada Pelangi Sehabis Hujan

Kemarin, setelah mengantar Migue sekolah, aku berencana mencari sebuah car wash untuk membersihkan debu pada mobil yang menjadi salah satu rutinitas yang menyenangkan bagiku. Biasanya ada sebuah car wash langganan di deket rumah, tapi berhubung pengen nyobain tempat baru, aku masuk ke salah 1 car wash yang pernah di rekomendasi seseorang pada ku.

Seperti biasa, menunggu kadang-kadang bisa menjadi hal yang menyenangkan(karena kita bisa melakukan hal-hal yang senangin sewaktu menunggu, seperti nonton, baca atau menghayal sambil memandang butiran air yang menyapa mobil yang sedang dicuci , namun kadang menjnggu bisa menjadi hal yang menjemukan, apalagi saat masuk kita udah ada diantrian 5, wasalammmmm…

Aku bukan tipe orang yang gampang untuk menyapa pertama, aku tipe yang mengobservasi (akan aku critakan di post selanjutnya), jadi dari 10x ada kesempatan ku bertemu orang baru, yakinlah mungkin hanya 1x aku memulai percakapan.

Kembali ke car wash itu, saat lagi bercanda dengan Maritha, ada seorang bapak menyapa dan ijin ingin duduk di sebelahku karena posisi itu nyaman apalagi dia mau sarapan dengan bekal yang dia bawa. Singkat cerita setelah selesai makan, bapak itu mengajakku ngombol, dan seperti biasa aku awalnya cuma balas seadanya, tidak terlalu excited atau tidak terlalu cuek. Tapi yang menarik perhatian ku, si bapak ini ramah bgt, karena ternyata dia udah pelanggan tetap di car wash ini dan semua pekerja sampai pemiliknya kenal dengannya, dan semua dia sapa, oh wowwww…

Setelah beberapa waktu ngobrol, ternyata si bapak adalah seseorang yang baru di putus kontrak kerjanya, singkat cerita resiko “outsourcing”. Ternyata seorang lelaki yang kita lihat begitu gagahnya, bisa down saat dia kehilangan pekerjaannya, dia memikirkan nasib anak istrinya even istrinya juga bekerja, tapi namanya “harga diri seorang lelaki”, begitu ucapnya. Ternyata dia punya keluarga besar yang sangat support , akhirnya dia daftar jadi driver g*ab dan ternyata dalam 10 hari dia bisa menghasilkan jumlah yang sama dengan gaji dia di kantor sebelumnya dengan waktu kerja yang fleksibel dan menyenangkan karena bertemu banyak orang katanya.

Tak habisa-habisnya dia bersyukur pada keluarga besarnya, teruta istrinya yang selalu mendukung, padahal awalnya dia sendiri gengsi untuk narik g*ab itu, pada akhirnya ada cerita indah yang dia nikmatin. Betapa cerita kesaksian orang lain seperti itu membuat kita ikutan berkata “Terima Kasih Tuhan”, kita yang mendengar saja bisa ikut mengucap syukur apalagi jika kita yang ada di posisi itu. Intinya, apapum yang sedang kita atau orang terdekat kita hadapi, selalu support, tidak ngejudge, berusaha maksimal, Tuhan pasti buka jalan.

God Bless ūüėä

Advertisements

Memaafkan itu sulit

“Mulut mu adalah harimau mu”, kata pepatah yang tidak asing lagi bagi semua orang. Apa pun yang keluar dari mulut ini bisa membawa dampak yang besar pada orang lain, bisa membawa sukacita, kebahagiaan, bisa juga membawa rasa marah, benci bahkan dendam.

Aku bukan seseorang yang hebat, aku manusia biasa, saat orang berbuat baik, aku akan baik sebagaimana orang perbuat pada ku dan begitu juga sebaliknya(walau Tuhan selalu berkata,”Balaslah kejahatan dengan kebaikan”), karena aku masih manusia bukan malaikat. Saat seseorang membutuhkan bantuan ku, selagi aku bisa bantu akan aku bantu apalagi jika itu datang dari keluarga besar.

Bukan kejadian yang pertama kali memang kebaikan yang kita sebarkan tidak kembali dengan hal yang sama, bukan berarti saat melakukan kebaikan aku mengharapkan balasan, namun adalah hal yang wajar jika bukan hal yang sebaliknya yang kita terima atau saat kita sudah menolong orang, tapi akhirnya orang yang kita tolong itu ternyata menusuk dari belakang atau merasa menyesal karena telah kita bantu.

Sh*t happen! beberapa hari lalu aku mendengar dari seseorang yang dapat ku percaya mengatakan pada ku, bahwa seseorang yang pernah aku tolong berkata “Aku menyesal pernah minta tolong padanya, aku tidak akan pernah lagi minta tolong padanya, lebih baik aku minta tolong pada orang lain, daripada minta tolong padanya“.

Kenapa aku marah? kenapa aku kecewa? kenapa aku tersinggung dengan hal itu?

JELAS AKU MARAH ! (sambil ngetik ini air mataku masih mengalir)

Aku menolongnya bukan karena aku berlebihan, bukan karena aku pengen dapat pengakuan, aku menolongnya tidak mengharapkan balasan apa-apa, aku menolong karena itu salah 1 hal yang membuat aku merasa aku bisa berbagi kasih Tuhan untuk orang lain, tapi kenapa aku mendapatkan hal yang tidak mengenakkan?

Ini postingan ndak penting, tapi sejak aku mendengar itu, rasanya ndak ingin memaafkannya, tapi siapakah yang punya damai sejahtera saat menyimpan dendam pada orang lain? aku tidak ada damai sejahtera beberapa waktu belakangan ini karena hal itu, aku juga tidak bisa langsung memaafkan dan melupakannya, aku cuma bisa berdoa, iya berdoa agar Tuhan yang pulihkan hati ini, Roh kudus bantu aku memaafkannya.

*PS. maaf sesekali postingannya curhat colongan

Ms Family Goes to Belitung

“Liburan yuk pa, kemana gitu yang ada pantainya tapi diluar sumut ya”, kata ku pada pak suami suatu ketika. “Mau kemana?”, tanyanya balik seperti biasa kalau aku tanyakan sesuatu. “Terserah, Lombok, Bali Belitung juga bisa”, balasku seadanya. “Ya udah cari ajah infonya dulu, ntar kasih tau papa lagi”, jawabnya. Itulah awal perencanaan perjalanan kami ke Belitung, dan Puji Tuhan kami berangkat sambil merayakan ulang tahun pernikahan kami ke-6.

Jadi semuanya jelaslah di atur oleh saya, sebagai ibu dari keluarga kecil ini, mulai dari mencari flight dan hotel, pilih tour travel¬†selama dibelitung dan persiapan semua barang-barang yang akan di bawa. Untuk flight dan hotelnya aku percayakan pada traveloka, karena sangat memudahkan untuk memilih jadwal keberangkatan dan kepulangan, pilih hotel dengan rate yang sesuai kebutuhan dan children friendly¬†dan yang paling penting saat ambil paket harganya diskon menjadikannya lebih murah daripada kita booking terpisah dan dari tempat lain(baca: maklum emak-emak pasti sudah compare sana sini, hahaha…)

Long story short, kita benar-benar menikmati bagaimana nyamannya liburan dengan 2 toddler , dan bahagianya saat ada seseorang yang siap sedia capture foto keluarga kita, dan yang terpenting Belitung benar-benar indah. Kotanya bersih, pantai-pantainya bersih, orangnya ramah dan 1 hal yang tidak pernah saya temuin selama ini atau ditempat lain saat berlibur adalah semua tempat makan menyediakan “jatah” untuk tour guide yang membawa wisatawan ke toko atau restoran mereka, nice isn’t it?

Itenary-nya biasanya disediakan oleh tour travel nya, sesuai dengan kebutuhan dan jadwal kedatagan sampai kepulangan kita, dan fleksibel, apalagi untuk yang punya toddler seperti kami. Berikut foto-foto kita selama di Belitung, see our face of JOY :’)

Processed with VSCO with al3 preset

IMG_0416

Processed with VSCO with fp4 preset

IMG_0376

Kalau mau di masukin semua fotonya sich ndak mungkin ya, hahaaa…yah paling ndak ini dech sebahagian serunya perjalanan Ms Family goes to Belitung. Semoga ada rejeki dan kesempatan yang baik lagi Tuhan ijinkan kami jalan-jalan ya, ndak peduli kemana asal bersama orang-orang tersayang ini.

Mengajar Anak Berdoa

Setiap orang tua pasti punya impian dan harapan agar anak-anaknya menjadi anak cerdas, pintar, baik, cakep luar dalam, punya ahlak yang baik, ramah, ceria dan punya ilmu agama yang baik, apapun yang baik pasti diinginkan, termasuk kami sebagai orang tua. Agar anak bisa mendapatkan hal-hal yang di impikan diatas, siapa yang bisa mewujudkannya udah bisa didapat? jelas orang tua, dan dari sekolah atau sekeliling si anak itu sendiri.

Peran orang tua sangat penting pasti, walaupun kadang si orang tua juga tidak punya nilai yang terlalu baik untuk poin-poin diatas, tapi harapannya anak-anaknya punya nilai yang lebih tinggi dari orang tua, itulah yang membuat para orang tua mengajarkan yang baik untuk anak-anaknya, terlebih untuk ilmu agamanya serta pengaplikasiannya.

Aku bukan orang yang rohaniawan sekali, doa juga kadang-kadang lupa karena lebih memprioritaskan aktifitas lainnya. Contohnya : (sometimes)bangun tidur karna liat jam udah siang banget, langsung lompat dari tempat tidur untuk nyiapin segala sesuatu kebutuhan keluarga, padahal harusnya bisa ambil waktu sebentar untuk saat teduh dan berdoa(Self reminder, biar jangan telat bangun biar ada waktu ^.^). Tapi aku selalu mengingatkan anak-anak khususnya Miguel yang sudah mengerti tentang apa itu Tuhan untuk mengawali semua aktifitasnya dengan Doa.

IMG_8956

Ngomongin tentang Miguel, kami mulai ajarkan Miguel doa makan dari dia mulai mengenal makanan, tapi udah minta dia ngucapin doanya sendiri sesuai dengan format yang kami ajarkan setelah miguel mulai bisa ngomong(mungkin usia 2 tahunan), dan sampai saat ini kadang-kadang anak lanang ini mulai bisa improve sendiri doanya sesuai dengan aktifitas yang dia doakan, maupun orang-orang yang dia bawa dalam doanya. Hal yang paling sederhana mengajarkan tentang doa untuk miguel adalah bahwa, doa itu

Cara kita berbicara dengan Tuhan, untuk mengucap syukur akan sesuatu dan saat kita meminta apapun padaNya“.

Diusia saat ini yang 2 bulan lagi 5 tahun, anak kesayangan ini udah bisa buat Doa bangun pagi, makan, berangkat sekolah, tidur malam dan kadang-kadang dia mau ajak adiknya Maritha udah mengulang doa yang dia pimpin agar maritha terbiasa untuk berdoa juga seperti dia, dengan arahan kami tentunya.

IMG_8674

Rutinitas kami setiap hari minggu pagi pasti ke Gereja, dan saya dengan anak-anak akan pergi ke ruangan Gereja yang khusus untuk anak-anak, namanya Sekolah Minggu. Disini  juga anak-anak diajarkan untuk berdoa, kadang-kadang kaka guru sekolah minggunya akan meminta salah seorang anak sekolah minggu untuk maju ke depan dan memimpin doa dengan cara mengulang apa yang kaka guru sekolah minggu ucapkan. Sekolah minggu ini juga ada pembagiannya, di Gereja batak tempat kita sering disebut HORONG, dan berhubung Miguel dan Maritha masih belum sekolah, jadi masih di kelas anak-anak kecil yang notabene masih baby/balita dan anak yang masih baru belajar membaca, jadi otomatis kemampuan mereka masih berupa daya ingat dan daya dengar.

Minggu lalu, pulang gereja miguel ngomong ama aku,

Miguel : Mama…ajarin abang donk buat doa sebelum mendengarkan firman
Mama : Kenapa emang nak?
Miguel : Biar seperti abang XX itu, kan dia buat doa, jadi maju ke depan
Mama : *mikir, ini anak obsessed maju kedepan?*, ok..mama ajarin ya, ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla….
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *, doa setelah mendengar firman sebelum pulang juga ya ma
Mama : Hmmm…ok…ikutin mama. Tuhan Yesus, blablabla…
Miguel : *ngikutin sambil ngapalin *

Hari minggu lalu, seperti biasa, kami ke sekolah minggu dan saat akan mendengarkan firman ternyata kaka guru sekolah minggunya minta temennya untuk pimpin doa, dan aku lihat wajah miguel berubah ndak seceria biasanya, aku ndak kepikiran apa-apa, mikirnya namanya anak-anak, moodnya kali. Setelah selesai firman, saatnya anak-anak sekolah minggu akan berdoa sebelum pulang, dan saat itu aku bener-bener repot dibuat tingkah maritha yang ndak bisa diam dengan sejuta aksinya, tiba-tiba terdengar suara anak lanangku dengan kenceng diruangan itu.

Miguel :¬†Kak….Miguel donk yang buat doa mau pulang
Mamak : *kanget, bengong dan degdegan parah*
Guru SM : Oh iya? boleh sini maju
Miguel : *Maju dengan wajah sumringah*
Guru SM : Coba perkenalkan diri dulu
Miguel : Hai..nama ku Miguel, marga Hutagaol, aku TK A
Guru SM : ok, ayo teman-teman sekolah minggu sapa Miguel
Semua : Hai Miguel….
Guru SM : Ayo, buat doanya dek
Mamak : *degdegan parah, sambil berdoa minta Tuhan urapin miguel*
Miguel : Mari kita bersatu di dalam doa. Tuhan Yesus, terima kasih buat firman Mu yang sudah disampaikan kaka guru sekolah minggu, biarlah firman Mu itu bisa buat pedoman kami menjalani hidup kami sehari-hari dan bekal untuk masa depan kami, sebentar lagi kami akan pulang, berkati perjalan kami tiba dirumah, terima kasih Tuhan Yesus, Haleluya, AMIN.

Seketika itu juga kaka sekolah minggu langsung mencium miguel dan miguel wajahnya sumringah dan sukacita luar biasa, sedangkan mamak langsung nangis bahagia, mewek, aslik…dirumah kami cuma ulang beberapa kali dan ndak selancar itu, HE DID IT! Thanks Jesus!¬†Ternyata ndak sia-sia ngajarin anak dirumah untuk hal baik, diluar dia bisa menjadi berkat dan bawa sukacita buat banyak orang.

Processed with VSCO with au5 preset

We love you and so proud of you son, Miguel Hugo Ramoti Hutagaol.

 

Positive Vibes

Siapa yang tidak tahu Facebook atau Instagram saat ini? mungkin masih ada, tapi untuk orang-orang yang sudah tahu atau pemakai¬†smartphone, mungkin hampir semua udah punya akun di Facebook atau Instagram dan berhubung sudah 2 tahun terakhir aku “meninggalkan” dunia per-facebook-an, jadi aku ambil ajah contohnya Instagram, karena aku salah satu pengguna aktifnya *uhuk..

Aku follow ratusan akun, baik itu akun public figure, teman, kenalan, online shop atau bahkan akun pusat perbelanjaan yang ada di kota Medan(biar tau ada promo apa, tsahh…) tidak lupa juga beberapa akun lambe-lambean yang cukup viral di negara Indonesia ini yang suka memberitakan hal-hal yang mungkin beritanya belum ada di media elektronik atau cetak lainnya, tapi sudah ada di akun-akun itu.

Yang menjadi perhatianku adalah membaca beberapa komentar dari para netijen baik itu saat seorang public figure ngepost fotonya atau saat ada berita yang di post oleh akun lambe-lambean tadi aku sebutin, banyakkkkk banget yang buat shock! kenapa? karena bahasanya bener-bener hal-hal yang penuh kebencian, hal-hal negatif, hal-hal yang membawa provokasi walau postingan itu mungkin cuma foto yang kita lihat biasa saja, contohnya OOTD artis atau berita jalan bareng si A dan si B

“Jadi kenapa harus ada komentar nyiryir atau penuh kebencian?”

Ntahlah, aku juga ndak habis pikir, have no idea at all. Apakah mereka yang berkomentar seperti itu memang orang-orang yang tidak ada pendidikannya? atau memang hidupnya tidak pernah diajarkan untuk mengatakan hal-hal baik tentang orang lain? atau di keluarganya tidak pernah ada ajaran untuk menyebarkan kasih?

Aku bukan sok suci, tapi aku rasa memang pendidikan dan ajaran di rumah dan sekolah saat ini sangat perlu untuk membentuk menjadi pribadi yang lebih baik, karena ada beberapa akun yang cukup viral juga yang aku sering baca, mereka berpendidikan tinggi , mereka beragama dan banyak pengikutnya(dilihat dari profesinya),  tapi tidak menjamin semua komentarnya yang dia post.

Tidak mudah memang mengubah atau mengontrol pemikiran orang lain sesuai dengan pemikiran kita, tapi untuk aku pribadi aku mulai dengan mengontrol pikiran ku sendiri terlebih dahulu, kalau aku bisa mengontrol pikiranku  untuk tidak memikirkan hal-hal negatif tentang aku sendiri, tentang orang lain (terlebih-lebih), semoga bisa aku terapkan ke anak-anak dan keluarga dan semoga semua orang diluar sana berpikiran yang sama, ndak mustahil dunia ini damai dan penuh energi positif.

Negative