Hi..Apa Kabar? Sehat?

Tidak sekali dua kali aku menyapa beberapa orang teman lewat aplikasi chatting dan lebih sering lewat whatsapp, kalimat itu adalah kalimat awal yang setelah dibalas dengan jawaban sesuai pernyataan dan disambung dengan “Ada apa ya?”

“Ada apa ya?” buat ku mengandung banyak arti jika aku baca dengan beberapa intonasi yang berbeda. Bisa aja dia mengartikannya dengan “Butuh bantuan apa?” atau “Kok tumben” atau “Mau apa lagi?” atau lainnya, I’m only human, not perfect, can not be positive all the time, tapi walaupun ada kepikiran begitu, aku kembali balas dengan jawaban yang selalu sama, “ndak knp, masa harus ada alesan nge wa. Nanya kabar ajah”. Beberapa kali justru setelah ngobrol ada hal yang tidak aku dan mereka ingin ceritakan, tapi mungkin tidak ada teman bercerita.

Bukankah rasanya sukacita saat ada orang yang menyapa kita, tanpa ada maksud lain seperti yang aku pikirkan diatas? Walaupun rasanya aku jarang menerima pesan seperti itu, tapi aku senang melakukannya di saat-saat aku kepikiran dengan seseorang dan langsung menyapanya. Tidak sedikit juga ada beberapa dari mereka yang bercerita panjang lebar  tentang pergumulannya, tentang masalahnya, sukacitanya dan hal-hal yang mereka percaya untuk aku dengar, dan dengan mendengar saja aku merasa sudah bawa beban mereka sedikit, feeling blessed.

Semoga ada hal-hal kecil lainnya yang bisa aku buat membawa sukacita buat orang lain.

Serba-serbi akhir 2019

Udah masuk 2020 sich ya, tapi berhubung 1 dan beberapa hal(klise), postingnya baru hari ini tentang serba-serbi akhir 2019 sampai awal tahun 2020.

Cerita tentang 2019, honestly 2019 was hard for me, and maybe one of the hardest year in my entire life. Too many unpredictable things happened, in my little and big family.

Ketika satu per satu hal-hal yang tidak diharapkan terjadi, berusaha berfikir positif, tetap mengandalkan Tuhan, tetap percaya akan ada pelangi setelahnya. Berpuluh kali dikecewakan, tetap berpikir positif, mungkin suatu saat aku akan menuai bukan dari orang yang sama,tapi tetap seperti jatuh ke lubang yang sama, dikecewakan kembali.

Puncak air mata di 2 minggu terakhir sebelum tahun 2019 di tutup, rasanya seperti lari udah dekat garis finish ternyata kakinya keseleo dan harus ngesot sampai garis finish. Hanya seperti membalikkan telapak tangan semua anggota keluarga sakit dan harus opname di Rumah sakit yang berbeda-beda pula, malam natal? Di rumah sakit sambil bolak balik ukur suhu tubuh.

IMG_8997

Pelajaran 2019 buanyakkkk…2020 akan menjadi lebih selektif untuk pelajaran yang mau di ambil, terutama tentang memilih hal-hal yang perlu dipikirkan dan diambil pusing, fokus hanya pada RING-1 yaitu orang-orang yang sayang dan peduli bukan yang hanya datang saat………..

Di tahun ini juga 1 hal yang sudah sangat di persiapkan ternyata harus tertunda, iya..kami bilang tertunda, bukan gagal, karna saat udah di serahkan pada Tuhan, pasti akan terkabul, waktunya ajah bukan di 2019 😊. Mungkin Tuhan masih mau mendengar doa-doa kami memohon dan lebih berharap pada NYA.

Seperti cerita di atas, dengan kondisi yang masih lemah, dan menurut orang-orang memang kalau sudah kena DBD maka pemulihannya takes time dan kondisi fisik belum pulih benar walau tidak ada gejala yang mengkuatirkan. Akhirnya kami putuskan untuk tidak pulang ke kota kelahiran, Siantar dan memutuskan untuk menginap di hotel beberapa hari agar lebih ringan rasanya menghandle semuanya.

Malam tahun baru kami ke gereja, puji Tuhan rasanya senang banget karena cerita malam natal kami semua di Rumah sakit, seperti ada yang kurang rasanya. Pulang dari gereja, berhubung di hotel sudah ada sounding perayaan old and new, kami langsung menikmati sajian acara dan hidangan yang tersaji, anak-anak di kasih terompet dengan spray buat main, papa mama nya makan beberapa hidangan free, lumayan, hihihi..

IMG_9338.JPG

01643c49-dbf1-4e39-a35c-f4d3ca1736ad

1ad9eaa7-ac5f-4639-8b2a-8ed1637222a3.jpg

Begitu selesai perayaan 00:00 kita langsung balik kamar, hahaa..udah ngantuk bgt trus ketiduran sampai jam 8 pagi, alhasil habis sarapan telat mau ke gereja, jadinya renang dech, terus balik kamar, makan siang trus tidur lagi sampai sore, haha. Malamnya, kita jalan ke cafe terdekat, main “Who is Lucky” sambil ketawa-ketawa sampai ngantuk trus balik kamar lagi dan tidur lelap lagi(gitu ajah terus :D)

112b931c-1dca-453f-9001-d938ba5aa049

So, 2020.. we are ready to walk and welcoming all the new blessings.

Menyesal melakukan hal baik

Menyesal/me·nye·sal/ v merasa tidak senang atau tidak bahagia (susah, kecewa, dan sebagainya) karena (telah melakukan) sesuatu yang kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya)

Judul dan pengertian yang tidak sejalan, gimana ceritanya ya, hahaa..

Yah aku juga gak ngerti dengan jenis manusia sekarang, kenapa sudah ditolong,  bukannya ada perasaan menghargai dan sedikit rasa berterima kasih, malah aku yang jadi kecewa telah melakukan hal-hal yang baik yang sudah aku lakukan, karena ternyata orang yang dibantu sepertinya berpikir bahwa segala sesuatu yang sudah aku lakukan hanyalah sebuah “Kewajiban”, sial ndak ntuh? hahaa..

Sekarang aku cuma bisa tertawa saat mengetik ini, tapi sebelumnya saat menyadari hal itu, aku menangis semaleman. Menangis karena geram dengan orang yang tega melakukan hal itu pada kami yang tulus bgt membantu dengan kemampuan kami yang ala kadarnya.

Ada juga orang yang tiba-tiba datang minta bantuan ku, padahal sebelumnya dia pernah menjelek-jelekkan ku pada orang lain, tapi ntah kenapa saat dia minta bantuan itu, aku tidak memikirkan hal jelek yang pernah dia lakukan ke aku, aku hanya berpikir dia keluarga ku, harus aku bantu dengan tulus. Tapi ternyata..pada akhirnya dia kembali dengan “bertingkah” dengan membahas hal-hal baik yang dia lakukan pada keluarga ku yang lain, entah apa maksudnya aku gak tahu, tapi 1 yang pasti, akhirnya aku menyadari bahwa aku menyesal telah melakukan hal baik itu.

Orang bisa bilang, kalau bukan dari mereka yang kamu tolong kamu menuai hal baik itu, mungkin dari orang lain, SEMOGA..tapi untuk menolong mereka kembali rasanya aku sudah harus berpikir matang(walaupun sebelumnya udah berpikir begini saat menolong mereka, tapi tetap saja aku bantu, tapi kali ini gak mau lagi dech).

Pernah seorang ibu ngobrol dengan ku, saat menunggu di Rumah Sakit, out of a blue, dia ngomong “Dek…Jangan jadi orang BAIK YANG BODOH, jadilah orang BAIK YANG BERHIKMAT”, dan mungkin bukan kebetulan ibu itu ngomong dengan ku seperti itu, semoga aku semakin berhikmat lagi, dan memaafkan mereka yang sudah membuat ku terluka.

Liburan dengan anak ke Kuala Lumpur

Tahun 2019 ini serasa tahun yang paling hectic di keluarga kecil kami, banyak yang yang terjadi dari awal tahun baik itu untuk hal baik maupun hal yang sebenernya tidak di harapkan, namun namanya hidup tidak bisa memilih hanya yang indahnya saja, tapi Puji Tuhan semua dapat dijalanin dengan sukacita.

Dari awal tahun bisa di hitung, berapa kali weekend yang bisa kami habiskan dengan santai tanpa ada hal yang memburu, atau dikerjakan atau harus diikutin. Sekedar berjalan-jalan keluar kota menikmatin udara segar mungkin jadi hal yang langka, sampai jadwal rutin check up kesehatan ku ke Penang pun berlarut-larut tertangguhkan(walau tidak ada yang serius yang memaksa harus berangkat).

Beberapa minggu yang lalu, sekolah Miguel sudah sounding akan libur setelah term 1 selesai, anak sekolah sudah libur dari hari Rabu dan akan kembali ke sekolah hari Senin depannya, namun untuk hari Kamis orang tua harus datang untuk melakukan PTC(Parent Teacher Committee), sebagai bentuk diskusi antara guru dan orang tua atas pencapaian anak selama term 1.

Akhirnya setelah diskusi tentang jadwal dengan Pak suami, kita langsung buat itenari dan beli tiket pesawat, tiket kereta api, booking hotel, cek jadwal dokter sampai persiapan passpor dengan uang ringgit(tidak tukar karena masih ada sisa dari keberangkatan sebelumnya dan rencanya akan tarik uang dari ATM CIMB di Penang/Kuala Lumpur langsung.

Hari 1:

Hari yang di tunggu tiba, dengan keriwehan yang ada, semua barang udah masuk mobil malam sebelumnya, jadi pagi hari hanya persiapan diri berangkat dan memastikan semua pintu serta listrik rumah aman, sebelum berangkat ke bandara kami menyempatkan ke sekolah untuk PTC dan Puji Tuhan hasilnya sungguh memuaskan, term 1 untuk Primary 1 Miguel hasilnya semua sangat bagus, God Job Son! Dengan kecepatan penuh kami menuju bandara, karena harus ngejar penerbangan kami.

Berhubung kami naik Air Asia (tidak ada televisinya yang bisa buat anak tenang di pesawat seperti biasa), yang mana penerbangan Medan – Penang banyak jadwalnya dan paling murah tentu harganya dari maskapai lainnya, jadi anak-anak yang suka bosen lumayan menjadi pertimbangan aku dan pak suami untuk melakukan aktifitas anak-anak, kami bawa beberapa buku mereka untuk di warnai dan di baca. Miguel ternyata lebih memilih majalah pesawat dan maritha lebih memilih mewarnai, dan tak terasa udah sampai, puji Tuhan anak-anak bekerjasama dengan baik.

Tempat pertama yang kami tuju tentu Rumah Sakit Lam Wah Eee, seperti tujuan awal adalah jadwal rutin check up aku, dan puji Tuhan hasilnya baik tidak ada yang perlu di kuatirkan, dan setelahnya bawa anak-anak check up ke dokter anak di rumah sakit yang sama, dan menghasilkan alternatif berbeda tentang keluhan kami atas anak-anak dari dokter yang biasa(semoga hasilnya baik dan akan diceritakan terpisah di postingan lainnya).

IMG_7508
Ceritanya saat ini, waktu ngajak si adek foto, si abang mau main, saat ngajak si abang foto, si adek mau main, wasalam..

Selesai agenda dari rumah sakit kami menuju hotel yang kami ambil dekat dengan KOMTAR sebagai pusat kota Penang dan banyak arena untuk anak-anak explore. Sesuai yang sudah saya booking sebelumnya, kami menginap di hotel WOW dan walaupun gak panjang lebar cerita tentang hotel ini, review hotel WOW benar-benar RECOMMENDED. Seperti biasa, aku booking hotel dari Traveloka dengan mudah, banyak diskon dan reviewnya sungguh terpercaya, jadilah hasil saat kami tiba di hotel ini membuat kami langsung menetapkan pilihan bahwa next visit to this city, will be back to WOW HOTEL. Oh iya, hal yang paling penting di hotel ini adalah children friendly(Ada playground area di lantai lobby dengan rooftop) dan nyaman dengan rate yang tidak terlalu mahal, aslikk..

20f0519c-d8d0-4ec8-a35a-f679c445bb57

Tempat pertama yang kami mau kunjungi adalah Jurassic Dinosaurs Research Center (JDRC) yang ada di Komtar, berhubung hasil pemeriksaan dari rumah sakit keluar esok hari, yang sebelumnya kami agenda kan esok hari bermain, tidak bisa jadilah sore kami berkunjung ke JDRC dan sungguh kesalahan besar karena hari sudah gelap sedangkan bagusnya saat hari terang agar kelihatan dan menarik,  padahal uang masuknya termasuk mahal. Namun syukurlah Miguel masih bisa menikmatinya, karen sangat senang dengan dunia dinosaurus dan ada beberapa pengenalan jenis dan perkenalan tentang research dinosaurus yang masih di nikmati di dalam gedung dan, bisa melihat langsung replika beberapa jenis dinosaurus saja dia bahagia.

95c1f253-dcfe-4321-aedb-48d50ab7fed8

Hari 2 :

Oh iya, 1 yang kurang dari WOW hotel adalah no breakfast, tapi walaupun begitu tepat di samping hotel ada rumah makan chinese yang banyak pilihan makanan, yang paling aman juga buat anak-anak adalah bakpao dan nasi hainan.

IMG_7551

Habis sarapan kita balik ke Rumah Sakit untuk ambil hasil test hari sebelumnya dan puji Tuhan semua baik-baik ajah, dengan note balik 6 bulan berikutnya untuk next control. Tanpa tunggu lama, kita langsung menuju Komtar kembali dengan agenda mau ke Dome Tech,  yaitu museum science dan ini adalah surga dunianya Miguel lagi, ya maaf buat adek titha kita belum ke tempat yang menjadi surganya, seperti tempat yang ada princess nya, next time ya dek :).

IMG_7682

Pak suami tidak ikut masuk, lumayanlah uang masuknya yang lumayan mahal(tapi aku lupa berapa RM :D) bisa di irit, toch yang sangat menikmati nantinya juga anak-anak, tapi kan mama nya juga pengen ngopi cantik Pak? eh…mama mana yang bisa meninggalkan anak-anak nya yang lagi belajar dan bermain untuk hal yang mereka cintai? sedap ya jadi emak-emak, hahaa..

IMG_7694IMG_7702IMG_7722Sebenarnya saat ada di museum ini, aku lebih banyak buat video dengan anak-anak daripada foto-foto, karena memang banyak informasi yang bebarengan kami baca, sekalian melatih pengetahuan dan bahasa inggris Miguel. Jadi selama ini sesuai dengan hobinya membaca dia banyak tau tentang science, tapi tidak pernah melihat langsung berita dan ilmu tersebut, dan saat di musem ini banyak hal yang dia baca seperti muncul kepermukaan, sampai akhirnya dia ngomong, “Oh..I do know this one, like what I read on my WHY book”,”oh..so it looks like this, I know it now.”, mama denger itu puas dan bahagia tak terhingga lho, hehe.. good job abang!

 

Hari 3 :

Long story short, habis dari penang kita kejar ETS (Electric Train Services) dan berhubung waktunya mepet, kita hanya dapat dr stasiun Bukit Martajam ke stasiun KL(Kuala Lumpur), dan Puji Tuhan perjalanannya lancar dan cepat, nyaman keretanya dan ketika sampai di stasiun KL kira-kira jam 12 malam, udah sepi, gelap tapi kita semua gak ngerasa takut atau kuatir berlebih. Begitu pesen grab, langsung datang dan mobilnya mewah lagi, haha..lumayan. Begitu masuk daerah kota-nya, ternyata walau udah tengah malam, kita yang menuju Hotel Capitol yang ada di daerah Bukit Bintang, masih kejebak macet, hahaa..gokil. Begitu check in dan sampai kamar, kita laper, order nasi goreng, setelahnya tanpa babibu tidur, haha..gimana ndak gempal ya kan? 😀

Pagi harinya, kita bangun cepat dan setelah sarapan di hotel, kita langsung menuju KLCC mau ke Aquaria. Seperti biasa, bayaran untuk orang malaysia dengan pendatang selalu berbeda, dan biasanya lebih mahal.

3d91c4b8-f9e7-441a-b2f4-e650e4c456f7

Dan setelah berkeliling kurang lebih 2 jam, ngeliat respon anak-anak yang senang bgt, aku dan Pak suami juga senang, karena akhirnya anak-anak yang suka dengan hewan laut bisa melihat langsung hewan-hewan itu, bahkan ada yang bisa disentuh.

5bd95add-0a96-4227-93ef-7d17ef0016de

45fbb933-5c47-4d37-b759-9c023bfc64d5

Sebelum berangkat ke bandara untuk balik ke Medan, kita diberkeliling sebentar dan ambil foto di depan twin tower(dan ternyata karena lagi kabut asap, kamera rusak jadi pakai kamera handphone aja, alhasil kualitas fotonya benar-benar tak layak posting hahaha…).

Mungkin ceritanya ndak lengkap dan informatif, karena emang udah late post, jadi nulisnya gini dech, yang penting di record dech ya 🙂

Kamu Pernah Ngejudge ?

Ngejudge  sebenernya membahasa Indonesia kan bahasa Inggris, bukan? Aku bukan pakar bahasa, cuma karena sering dengar atau ikutan ngucapinnya jadi seperti diserap ke bahasa Indonesia ajah, buatlah semua setuju biar ndak panjang lebar intronya 🙂

Beberapa hari lalu aku membaca igstory salah seorang teman yang menurut aku dia sedang mengeluarkan unek-uneknya dan memang isi unek-uneknya itu adalah tentang adanya orang lain yang ngejudge dia sebagai seorang Ibu bekerja dan menurut dia orang yang ngejudge itu tidak tahu kondisi dia dan bagaimana setiap orang struggle with their own battle dan kurang lebih aku setuju dengan semua yang dia tulis (Aku ndak capture dan ndak akan post disini karena aku harus permisi lagi dengannya, daripada aku kena pasal melanggar hak cipta kan :D).

Yang jadi pertanyaan ku,

apakah ada orang dimuka bumi ini yang TIDAK PERNAH NGEJUDGE?

Karena sejujurnya aku masih selalu ngingetin diri ku sendiri untuk tidak cepat ngejudge, dengan cara melihat dan menilai dari sisi lain, sisi positifnya namun untuk diriku sendiri dikarenakan aku overthinking aku kadang masih sulit untuk tidak cepat menjudge atau apabila lawan bicara ku adalah orang yang suka/sering ngejudge tidak bisa ku hindari aku akan ikutan, mungkin inilah faktor orang-orang bilang, kita adalah cerminan lingkungan dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Tapi 1 hal yang aku selalu ingatkan pada diri ku sendiri, walaupun aku ngejudge orang, biarlah tidak ada orang lain yang mengetahuinya, kecuali diriku sendiri (dalam pikiran dan hati doank), kenapa? biar tidak ada orang yang ikutan dengan apa yang aku lontarkan dari mulut ini tentang judging.

Sebenarnya apa sich yang buat kita cepat ngejudge?

Menurut aku,

Pertama, karena yang ada pada orang lain tidak sesuai dengan standard kita. Contohnya, kalau kita pergi ke 1 acara kita harus memakai pakaian, tas dan sepatu dengan warna yang matching atau sama (tidak jadi pelangi), jadi saat orang lain memakai pakaian, tas dan aksesoris yang beda warna, tidak nyambung 1 dengan yang lain atau walaupun acaranya formal tapi orang lain berdandan dengan tema sporty, dengan cepatnya kita langsung ngejudge, padahal mungkin saja dia hanya punya itu di klosetnya atau mungkin dia akan menghadiri acara lain yang bertema sporty sehabis menghadiri acara pesta itu, we never know, right? why judge?

Kedua, karena hidup yang kita harapkan tidak didapatkan, sehingga kita mencari celah atas hidup orang lain dengan hidup yang kita harapkan itu. Contohnya, ibu bekerja yang mampu mengerjakan tugas kantor dan rumah dengan baik, bisa berpenampilan menarik setiap keluar rumah dan tahu semua informasi barang-barang yang lagi tren dan mampu mengikutinya, walau waktu yang dihabiskan dengan anak tidak sebanyak dengan ibu yang di rumah, begitu melihat ibu yang di rumah yang suka posting kegiatan main dengan anak, mengajarin anak dengan cepat dijudge wajar kalau anaknya pinter karena ibunya sudah 24/7 di rumah dan kalau ngeliat ibu di rumah pakai tas baru langsung bilang, “asik nich cair dari suami”, padahal si ibu bekerja tidak tahu sebenarnya si ibu yang selama ini dia tahu di rumah saja adalah seorang TRADER jadi dia beli tas baru itu dengan uangnya sendiri, we never know, right? why judge?

Mungkin aku baru nemu dua(2) alasan di atas dan mungkin dengan itu juga aku bisa lebih di ingatkan lagi untuk tidak mudah menjudge orang lain, agar orang lain juga tidak melakukannya pada ku :).

Jadi, gimana biar tidak gampang ngejudge?

Menurut aku,

  1. Berhati-hatilah berbicara, pikirkan dahulu sebelum dikatakan, apalagi tentang judgement agar tidak ada waktu menyakiti orang lain
  2. Berpikirlah positif dan menilai dari sisi orang yang kita judge, bagaimana kalau kita ada di posisi mereka
  3. Lihatlah diri kita sendiri, apa kita sudah sangat lebih baik dari orang yang kita judge, kalau belum jangan mulai
  4. Bangga atas diri sendiri, bersyukur dengan apa yang dimiliki sehingga tidak ada waktu buat kita untuk judge orang lain yang mungkin hidupnya kelihatan lebih indah dari kita

Anw, contoh diatas itu terlintas ajah, kalau ada kesamaan cerita dengan kamu yang lagi baca, maaf…tidak ada hubungannya kok 🙂 dan ini cuma pemikiranku, mungkin ada yang tidak setuju atau kurang nampol, it’s okay dude 🙂

IMG_5409

Judging someone does not define who they are; it defines who you are.

Random Thoughts

Sometimes, there are some thoughts which I could not say to anyone but myself.

 Kenapa? yah karena aku ndak yakin apa orang yang akan aku ceritakan juga setuju dengan pernyataan ku, jadi daripada gak keluar, mending aku corat coret ajah disini.

  • Ada orang yang tidak pernah mengapresiasi hal yang dilakukan oleh orang lain, walaupun dia tahu itu hal yang baik, bahkan cenderung menganggap tidak terjadi apa-apa dan lebih parahnya membahas sisi “jelek” orang lain itu untuk menghilangkan sisi “baik”nya NAMUN saat dia butuh bantuan, saat dia mencari pertolongan, siapa yang akan dia cari? ORANG LAIN yang dia omongin itu. –> HABIS DITOLONG KELAR AJAH GITU TANPA ADA RASA APRESIASI LAGI, TAU DIRI DONK MALIH..!
  • Beberapa orang teman yang sedang ketemuan yang sudah lama tidak bertemu, trus ngobrol seru TAPI sambil pegang HP dan matanya sesekali saja melihat lawan bicaranya, yang mana sebenarnya tidak ada panggilan masuk atau pesan masuk, yang artinya sambil ngobrol dia cek sosial medianya. –> YAH KALAU NDAK TERTARIK NGOBROL DENGAN LAWAN BICARANYA JANGAN KETEMUAN MALIH…!

Kaya’nya tulisan ini toxic bgt ya walaupun cuma 2 poin ndak berani banyak :Dtw, ndak enak dibaca, tapi lebih baik dibuang pada tempatnya daripada ditahan-tahan, hahaa…pardon me..

Thank you blog for giving me space.. :’)