Foto Keluarga

Family, Fun, Gift, Happiness, Life, Marriage

Semua orang pasti suka saat lihat postingan temen atau siapa pun saat bersama keluarganya, baik itu direncanakan dengan memakai seragam atau kostum samaan atau candid dengan apa adanya, tapi momentnya bagus untuk dijadikan foto keluarga dan di print untuk dibuat frame dan ditampilkan di rumah.

Begitu juga dengan aku pribadi, sangat-sangat ingin memiliki foto keluarga yang bagus dalam arti ekspresi bagus dengan suami yang notabene sangat tidak bersahabat dengan kamera dan anak-anak yang masih moody saat diajak fotoan, boro-boro dengan pose dan ekspresi yang bagus.

Jadi, kalau ubek-ubek folder gambar di laptop belum menemukan foto yang PAS untuk diprint dan dibuat frame agar bisa dipajang dirumah. Saat sebelum pesta pernikahan adik ipar kemarin(bacaL: februari) ngobrol ama Pak suami, karena moment-nya pas karena pasti berpakaian rapih agar berfoto yang nantinya bisa dipajang dirumah, dan hasilnya…tetep ndak seperti ekspektasi saudara-saudara, hahaha…tapi diantara semua foto sekeluarga saat ini, paling ndak inilah foto yang paling bisa di print dan dipajang dirumah.

This is it, M’s Family (Malthus, Moris, Miguel and Maritha)

msfamily

Other things may change us, but we start and end with the FAMILY.

 -Anthony Brandt.-

1 Tahun #BabyMaritha

Happiness, Hutagaol, Maritha

Is it a very late post? hahaha… better late than never *foreverexcuse

14 Februari 2017,

Disela-sela waktu yang ada, ditengah-tengah keluarga besar yang baru menghabiskan seluruh tenaga buat pesta pernikahan adek ipar, kita nyanyiin lagu selamat ulang tahun buat si anak gadis mungil kami, Maritha Rhea Nauli Hutagaol yang 1(pertama)

IMG_2010.JPG

Mungkin tidak semeriah perayaan ulang tahun orang lain, tapi  sangat bersyukur buat segala sesuatu yang TUHAN telah dan selalu berikan buat keluarga terlebih-lebih atas Anak gadis kami, #BabyMaritha.

Berhubung mama-nya tidak pernah buat pencapaian yang ada per bulannya atas #BabyMaritha, diusia 1 tahun ini, pencapaiannya :

  • Giginya ada 5 (3 gigi atas, 2 gigi bawah)
  • Udah bisa berdiri sendiri untuk beberapa saat, udah bisa melangkah (1-2 langkah), udah bisa naik anak tangga dirumah(1-2 anak tangga)
  • Udah bisa sebut Mamaaa…Papaaa…Abbbb…Pungg
  • Udh bisa berkomunikasi dengan bahasa tubuh untuk bilang tidak (menggeleng), bilang iya (menggangguk), gembira (senyum dan berkedip), tepuk tangan
  • Imunisasi lengkap untuk seusianya 1 tahun
  • Berat badan masih irit, tinggi badan dan lingkar kepala sesuai seusianya
  • KPSP nilainya 10 (*cek KPSP)

IMG_1492.JPG

Our prayer for our #BabyMaritha (like to #BabyMiguel)
Hope you grow up with a soft and gentle heart, pleasing in GOD’s eyes.
Dearly loved by everyone around you;

families, friends and most important by GOD Himself.
Have a strong faith in Jesus, to experience Him personally since your young age.
Obedience to your parents and always make us laugh.
Be a beautiful girl in and outside.
Stay healthy,cheerful,outgoing,funny, cute,adorable,creative and has incredible singing voice,so you can be GOD true worshiper as our dream 🙂

Pergi dan Datang

Happiness

Setiap orang pada suatu waktu ditempat dia berada, tinggal atau bekerja pastilah memiliki orang-orang yang dekat. Dekat dalam sebuah hubungan itu relatif, biasa tahu luar dalam tentang orang lain atau karena sering berkomunikasi karena hal tertentu namun tidak mendalam dengan pribadi masing-masing atau banyak faktor lain yang menjadikan sebuah hubungan yang dikatakan “DEKAT” itu relatif.

Pertama kali jauh dari orang tua, aku berangkat ke sebuah kampus yang mungkin tidak terlalu jauh dari daerah tempat tinggal orang tua ku, namun karena tidak bisa sesuka hati pulang pergi kampus dan tempat tinggal, jadi hanya waktu tertentu bisa kembali kerumah berkumpul bersama keluarga. Aku tinggal disebuah asrama saat kuliah yang membuat hari-hari ku diisi dengan orang-orang yang ada diasrama dan seputaran kampus, yang bisa dibilang saat itu orang-orang yang ada disanalah yang lebih banyak tahu tentang aku daripada keluarga.

Singkat cerita, setelah wisuda keluar dari kampus dan asrama aku merantu ke ibukota dan bertemu dengan orang-orang baru disekelilingku, terutama dilingkungan kantor tempat aku bekerja. Bagiamana dengan orang-orang yang dekat dengan ku saat masih di kampus dulu? Untungnya mayoritas kita pergi ke ibukota dan syukurnya masih bertemu serta sering menghabiskan waktu bersama dan masih menjadikan ibukota sebagai kota baru dengan orang-orang lain (baca: kedekatan tetap dijaga walau sudah ditempat yang berbeda).

Bekerja kemudian resign dari 1 kantor ke kantor lainnya akan membuat aku meninggalkan orang-orang terdekat yang sebelumnya ada dikantor dan bertemu dengan orang-orang baru kembali. Apakah ada yang berubah dengan hubungan ku dengan orang ada ditempat ku sebelumnya? Tentu ada. Tidak bisa dipungkiri PEOPLE DO CHANGE. Biasanya yang membuat hubungan itu awet adalah komunikasi, jika intensitas komunikasi atau waktu bertemu berkurang, pastilah hubungan juga akan semakin renggang, walau se-DEKAT apapun hubungannya sebelumnya, walaupun kadang ada pepatah atau sering terucapkan, kalau tidak ada yang berubah  walau jarak memisahkan, Nope…jangan percaya 🙂

Singkat cerita, aku menikah dan ikut kedaerah tempat suami berdomisi, dengan berat hati meninggalkan ibukota dengan sejuta kenangan dan cerita. Kembali lagi meninggalkan orang-orang yang sudah punya hubungan yang dekat dengan ku dan bertemu lagi dengan orang-orang baru. Sejujurnya, aku bukan tipe orang yang mudah sekali mendapatkan teman, tidak. Aku tidak pinter berbasa basi apalagi lebih dahulu menyapa orang lain, baik itu yang baru maupun sudah sering bertemu, tapi untuk menyapa terlebih dahulu, aku tidak pernah bisa lebih dahulu, MY BAD.

Diawal, komunikasi dengan orang-orang yang sebelumnya masih terjalin dengan baik, berfikir bahwa jarak bukanlah halangan dan sambil memulai lagi berhubungan dengan orang yang baru, berhubunga dengan orang yang lain akan meringankan rasa sedih berpisah dengan orang-orang sebelumnya. Hingga akhirnya mendapatkan kecocokan dengan orang-orang yang ada ditempat yang baru, sehingga hubungan dengan orang-orang lama pun mulai berkurang(baca: tidak akan terlupakan, namun tidak akan seperti sebelumnya).

Hingga aku ada dititik aku bertahan namun aku ditinggal oleh mereka, mereka yang dekat dengan ku, mereka yang selalu tahu tentang diriku, mereka yang hampir setiap hari menjadi teman berbagi cerita, namun karena 1 dan berbagai alasan, mreka harus keluar dari tempat ini, memulai petualangan baru, melanjutkan perjalanan hidup mereka untuk sesuatu yang lebih baik. Tapi aku masih bertahan disini, karena 1 dan berbagai alasan untuk tetap bertahan. Untuk beberapa waktu komunikasi terjalin dengan mereka yang pergi, tapi kemudian perlahan komunikasi mulai beda, topik mulai ndak nyambung, aku memilih untuk undur diri.

TUHAN itu baik dan sangat baik, saat aku merasa semua pergi, DIA kirimkan aku banyak orang yang baru, yang memberikan banyak rasa baru, yang membuat aku menjalin komunikasi yang baru dan memulai lagi hubungan yang baru untuk mendapatkan orang-orang dekat kembali.

Terima Kasih buat orang-orang yang pergi, Terima Kasih buat orang-orang yang baru datang dalam kehidupan ku.

letitgo
Life’s GOOD

Mamak Butuh Liburan

Life

Siapa sich yang ndak butuh liburan? siapa sich yang ndak pengen melepaskan diri sebentar dari rutinitas sehari-harinya demi mendapatkan udara segar atau ndak perlu panik atau diburu-buru waktu untuk nyiapin ini itu?

Aku butuh, aku seorang mamak dari 2 orang anak yang masih berusia 3 tahun 7 bulan dan baby yang berusia 10 bulan, dengan pekerjaan sebagai seorang konsultan SAP yang tiap hari berhadapan dengan issue dan request dari user yang sebisa mungkin diselesaikan dalam waktu cepat, karena semua yang berasal dari user adalah URGENT

Kapan ya terakhir liburan?hmmmm…klo cuma keluar kota yang masih dalam provinsi liburan ndak sich namanya? IYA dech ya…itu juga udah syukur bisa kabur bentar, sarapan-nya disediain ama hotel, kamar ndak perlu repot beberesnya, kerjaan cuma tidur-tiduran dikamar sambil nonton, uhh…segitu ajah cukup kok.

img_0120

img_0220

img_0274

img_0406

img_0458

img_0684

img_0568

img_0597

Beberapa bulan lalu ada beberapa orang teman dari jaman putih abu-abu ngajakin liburan ala-ala girl trip ke Jogjakarta, ceritanya mau napak tilas AADC, udah semangat banget tapi karena 1 dan beberapa hal, ndak memungkinkan ikutan dan mamak cuma bisa menatap foto-foto mereka dengan tangis didalam hati. Tapi memang seandainya sajah ikutan, semakin ribet urusannya dengan kondisinya saat itu, memang semua TUHAN udah atur ternyata.

Setiap bicarain waktu buat liburan ama Pak suami, yang ada jawabannya  “Ndak bisa pastiin ma kapan bisa libur”, yakaleee….natal taon baru ajah liburnya ditanggal merah-nya doank, PNS tapi kerjanya SWASTA(baca:sibuknya ampun-ampunan). Apalagi sejak menduduki posisi baru dari awal tahun ini, tiap hari pulangnya tengah malam, gimana mau nge-rencanain liburan lagi Pak suami????

Mamak Butuh Liburan…

Kemana Ajah?

Life

Disini ajah kok, blogwalking, baca-baca timeline di twitter, posting foto-foto di Instagram, ndak kemana-mana cuma menghilang dari beberapa media sosial yang aku pikir harus dihindari dan mundur berhubung ndak baik untuk kesehatan jiwa raga, hahaha…

Apa rasanya meninggalkan beberapa akun media sosial yang biasanya hampir setiap hari dibuka dan melihat cerita serta berita dari keluarga, teman atau orang yang lain?

DAMAI DIHATI dan BUMI

Hahaha..kok bisa? yah jujur ajah aku orang-nya BAPERan, jadi kadang-kadang dengan melihat, membaca postingan orang-orang itu bisa buat seneng, eneg, emosi, kesel, marah, iri malah KEPO AKUT parahnya dan biasanya disimpen sendiri lagi, ndak bisa diungkapkan ke orang lain, karna malah nambah dosa kalau hal-hal yang “jelek” yang keluar dari aku-nya, makanya sampai saat ini masih bertahan untuk tidak membukanya kembali sampai waktu yang belum ditentukan, hahaha..

Tapi kok masih stay juga di beberapa media sosial lain? seperti Instagram dan twitter?

Twitter itu banyak berita yang buat aku tahu tentang keadaan NEGARA dan DUNIA diluar  sana, hahaha…banyak orang-orang pinter yang luar wawasannya berkeliaran di twitter dan aku FOLLOW, walaupun banyak juga yang ndak jelas dan suka menebar kebencian, tapi aku pilih yang buat aku UPDATE berita dengan hanya baca 140 karakter ajah.

Instagram bisa nulis sedikit dicaption foto, bisa menuangkan isi kepala lewat foto, belajar banyak dari orang-orang yang bawa energi positif dan mencari hiburan dari akun-akun yang buat ngakak, dan banyak hal-hal yang inspiratif ajah –> ndak bisa ngejelasin juga, yang penting masih oke-lah untuk tetep buka acc-nya, hahaha

Nah klo blog, selalu buka tapi ndak pernah jadi post, karena bawaanya udah ketik 1 paragraph, hapus lagi atau lupa mau lanjutin apa, gitu ajah trus ampe lebaran kuda *opsss.. hahaha.. semoga postingan ndak jelas ini bisa memulai ku untuk lebih rajin update blog dan bercerita

See yaa….